Muhammadiyah Tawarkan Dua Alternatif Sistem Pemilu Atasi Kanibalisme Politik Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mu'ti. Foto: ANTARA/Sumarwoto

MerahPutih.com - Polemik mengenai penerapan sistem proporsional tertutup pada Pemilu 2024 masih berlangsung. Hal itu seiring dengan adanya pihak yang kembali mengajukan uji materi atau judicial review (JR) tentang sistem proporsional terbuka ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah turut menyoroti perdebatan terkait sistem pemilu tersebut. Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti, menilai sistem proporsional terbuka yang kini diterapkan sarat masalah.

Baca Juga

KPK Sebut Tahun 2023 Rawan Korupsi, Banyak yang Butuh Dana Buat Pemilu

Menurut Mu'ti, sistem proporsional terbuka yang ia istilahkan sebagai ‘kanibalisme politik’ itu perlu dievaluasi.

"Sistem proporsional terbuka menimbulkan praktik politik uang, hingga persaingan tidak sehat antara para calon anggota legislatif. Akibatnya, tak jarang kualitas anggota legislatif yang terpilih tidak ideal dan buruk,” kata Mu’ti kepada wartawan, Senin (2/1).

Menurut Mu'ti, masyarakat cenderung memilih figur yang populer dan bermodal, sehingga kekuatan uang terasa begitu dominan. Ia juga berpandangan, sistem proporsional terbuka menjadikan peran partai politik melemah karena tidak bisa menominasikan kadernya untuk menjadi anggota legislatif.

"Selain itu, polarisasi politik yang sangat serius. Persaingan menimbulkan politik identitas, yang kadang-kadang dilandasi sentimen-sentimen primordial, baik primordialisme keagamaan, kesukuan, atau kedaerahan,” ujarnya.

Sebagai solusi menggantikan sistem proporsional terbuka, Mu’ti mengatakan, Muhammadiyah menawarkan dua opsi sistem pemilu alternatif.

Baca Juga

Komisi II DPR Kritik Ketua KPU soal Wacana Pemilu 2024 Hanya Coblos Partai

Pertama, sistem proporsional tertutup. Sistem ini membuat pemilih hanya dapat memilih partai politik secara keseluruhan dan tidak dapat memilih kandidat.

"Misalnya, partai politik dapat satu kursi. Maka, yang jadi otomatis (kandidat) nomor 1. Sehingga, mereka (kandidat lain) yang di (nomor urut) bawahnya tidak akan memaksa diri untuk jadi (anggota legislatif),” jelas dia.

Kemudian yang kedua adalah sistem proporsional terbuka-terbatas. Sistem ini, menetapkan kandidat terpilih mengikuti perolehan suara. Misalnya dari sejumlah kandidat dalam satu parpol, calon terpilih adalah yang suaranya memenuhi bilangan pembagi pemilih (BPP).

"Usulan terkait sistem proporsional tertutup ini juga telah disampaikan Muhammadiyah sejak Tanwir Muhammadiyah 2014 di Samarinda," pungkasnya. (Pon)

Baca Juga

Sejumlah Parpol Kritisi Pernyataan KPU Soal Peluang Pemilu 2024 Coblos Partai Bukan Caleg

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Cegah Korban Berulang, DPR Setuju Tambah Anggaran Pemilu 2024
Indonesia
Cegah Korban Berulang, DPR Setuju Tambah Anggaran Pemilu 2024

Komisi II DPR RI memutuskan menyetujui penambahan anggaran untuk KPU sebesar Rp 7 triliun dan untuk Bawaslu sebesar Rp 6 triliun.

Tidak Ada Lagi Tilang Manual, Korlantas Maksimalkan e-TLE di Semua Polda
Indonesia
Tidak Ada Lagi Tilang Manual, Korlantas Maksimalkan e-TLE di Semua Polda

Direktur Penegakan Hukum Korlantas Polri, Brigjen Aan Suhanan mengatakan, pihaknya akan memaksimalkan penindakan pelanggaran lalu lintas dengan tilang elektronik atau e-TLE.

RUU KIA Mendorong Peningkatan Pengetahuan Ibu tentang Menyusui Bayi
Indonesia
RUU KIA Mendorong Peningkatan Pengetahuan Ibu tentang Menyusui Bayi

Anggota Komisi IX DPR RI, Kurniasih Mufidayati mengatakan, Rancangan Undang-Undang Kesejahteraan Ibu dan Anak (RUU KIA) yang masih terus dibahas akan mendorong peningkatan pengetahuan ibu tentang pentingnya menyusui bayi.

Stasiun BNI City Jadi Rute KRL, Ditargetkan Angkut 10 Ribu Penumpang Per Hari
Indonesia
Stasiun BNI City Jadi Rute KRL, Ditargetkan Angkut 10 Ribu Penumpang Per Hari

PT KAI Commuter mengumumkan Stasiun BNI City Jakarta Pusat bisa digunakan untuk aktivitas naik turun penumpang kereta rel listrik (KRL).

3.908 Kasus Belum Terungkap selama 2022, Kapolda Metro Jaya Ungkap Kendalanya
Indonesia
3.908 Kasus Belum Terungkap selama 2022, Kapolda Metro Jaya Ungkap Kendalanya

Fadil menjelaskan alasannya mengapa sejumlah kasus tersebut sulit untuk diungkap.

[HOAKS atau FAKTA]: Penculikan Anak SD di Cakung
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Penculikan Anak SD di Cakung

Beredar informasi di media sosial Facebook tentang terjadinya upaya penculikan anak di SDN Penggilingan 01 Cakung yang berhasil digagalkan.

Faktor Yang Bikin Publik Puas Atas Kinerja Jokowi Jelang Tahun Politik
Indonesia
Faktor Yang Bikin Publik Puas Atas Kinerja Jokowi Jelang Tahun Politik

Anggapan tahun politik akan menggerus kepuasan publik terhadap eks Wali Kota Solo tersebut relatif tidak terbukti.

Krisis Gas di Eropa Diproyeksi Makin Memburuk
Dunia
Krisis Gas di Eropa Diproyeksi Makin Memburuk

Februari atau Maret tahun depan, negara Eropa perlu mengisi ulang gas setelah permintaan musim dingin yang tinggi mengurasnya hingga 25-30 persen.

Legislator PKS Sebut Slogan Baru DKI Jakarta Jelek
Indonesia
Legislator PKS Sebut Slogan Baru DKI Jakarta Jelek

Sekretaris Fraksi PKS Muhammad Taufik Zulkifli (MTZ) menilai, bahwa slogan baru besutan Pj Heru Budi jelek.

BMKG Imbau Warga Jakarta Waspadai Hujan Kilat dan Angin Kencang Sore Hari
Indonesia
BMKG Imbau Warga Jakarta Waspadai Hujan Kilat dan Angin Kencang Sore Hari

Wilayah Jakarta Barat diprakirakan terjadi hujan ringan pada malam hari dengan potensi cerah berawan pada siang, sore, dan dini hari.