Muhammadiyah Desak Polri Ungkap Aktor Intelektual di Balik Kasus Pelarian Djoko Tjandra Djoko Tjandra. Foto: ANTARA

MerahPutih.com - Pimpinan Pusat Muhammadiyah meminta aparat kepolisian untuk mengungkap, serta menindak tegas pihak-pihak yang terlibat dalam kasus Djoko Tjandra.

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti mengatakan, tantangan Polri saat ini, kata dia, adalah mengungkap siapa saja yang terlibat dalam pelarian terpidana kasus korupsi pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali Djoko Tjandra di Malaysia.

Baca Juga

Akhir Pelarian Buron Kakap Djoko Tjandra

Mu'ti mendesak Polri untuk tidak segan menindak tegas apabila saat proses penyelidikan terdapat aktor intelektual di balik kasus tersebut.

"Mengungkap dan menangkap siapa saja yang terlibat, dan jika mungkin ada aktor intelektual di balik kasus kaburnya Djoko Tjandra," ucapnya kepada wartawan, Minggu (2/8).

Djoko Tjandra. Foto: ANTARA
Djoko Tjandra. Foto: ANTARA

Muhammadiyah mengapresiasi keberhasilan Polri menangkap buronan kasus korupsi pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali tersebut.

"Polisi tidak boleh berhenti. Perlu dilakukan langkah lebih lanjut untuk memburu dan menangkap siapa saja yang terlibat tanpa pandang bulu," kata Abdul Mu'ti,

Tantangan Polri saat ini, kata dia, adalah mengungkap siapa saja yang terlibat dalam pelarian terpidana kasus korupsi pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali Djoko Tjandra di Malaysia.

Mu'ti juga mendesak Kapolri untuk tidak segan menindak tegas apabila saat proses penyelidikan terdapat aktor intelektual di balik kasus tersebut.

Sebagaimana diketahui, Djoko Tjandra, terpidana kasus pengalihan hak tagih atau cessie Bank Bali yang telah menghilang dan buron sejak awal 2009 itu dibekuk saat bersembunyi di Malaysia, Kamis (30/7) malam.

Polri secara resmi telah menyerahkan penahanan Djoko Tjandra kepada Kejaksaan Agung, namun Djoko Tjandra tak ditahan di Rutan Kejagung, melainkan di Rutan Salemba cabang Mabes Polri.

Sementara itu, praktisi hukum Prof Otto Hasibuan yang diminta menjadi pengacara Djoko Tjandra mempertanyakan eksekusi penahanan terhadap terpidana kasus korupsi pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali tersebut.

Baca Juga

Tangkap Djoko Tjandra, Polisi Dinilai Solid

Menurut Otto, pihak keluarga telah memintanya menjadi kuasa hukum Djoko Tjandra sehingga dirinya mendatangi Bareskrim, Sabtu, menemui Djoko Tjandra untuk memastikan keterlibatan dirinya sebagai kuasa hukum.

Namun, rencana pertemuannya dengan Djoko Tjandra yang resmi ditahan di Rutan Salemba cabang Bareskrim Polri mulai Jumat (31/7) malam harus tertunda dan baru dapat dilakukan Senin (3/8) mendatang. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Umat Kristiani Diminta Tak Liburan saat Perayaan Natal 2020
Indonesia
Umat Kristiani Diminta Tak Liburan saat Perayaan Natal 2020

Perayaan Natal 2020 bakal diadakan secara sederhana dan sesuai protokol kesehatan pencegahan COVID-19.

Hakim MK Nyatakan Orient Riwu Tak Jujur Soal Status Kewarganegaraan
Indonesia
Hakim MK Nyatakan Orient Riwu Tak Jujur Soal Status Kewarganegaraan

Mahkamah Konstitusi menilai Bupati terpilih Kabupaten Sabu Raijua, NTT Orient P Riwu Kore tidak pernah jujur untuk mengakui status kewarganegaraannya.

Malam Tahun Baru, Polisi Tutup Kawasan Medan Merdeka Gunakan Kawat Barier
Indonesia
Malam Tahun Baru, Polisi Tutup Kawasan Medan Merdeka Gunakan Kawat Barier

Kalau di Juanda ada kawat barier ya dan personel jaga

Rekam Jejak Tujuh Kapolri Terakhir, Mayoritas Pernah Jabat Kapolda Tiga Wilayah Ini
Indonesia
Rekam Jejak Tujuh Kapolri Terakhir, Mayoritas Pernah Jabat Kapolda Tiga Wilayah Ini

Sejumlah nama jenderal bintang tiga bahkan dua pun ikut bersaing menjadi yang terbaik, meski akhirnya "selera" Presiden Joko Widodolah yang bakal menentukan.

Jokowi: RCEP Komitmen Perdamaian, Stabilitas dan Kesejahteraan di Kawasan
Indonesia
Jokowi: RCEP Komitmen Perdamaian, Stabilitas dan Kesejahteraan di Kawasan

Presiden mengatakan, semua negara merasakan bahwa proses perundingan RCEP ini bukanlah sesuatu yang mudah.

Mulai Besok, KRL Layani Penumpang hingga Pukul 24.00
Indonesia
Mulai Besok, KRL Layani Penumpang hingga Pukul 24.00

"Jam operasional KRL Commuter Line mulai Senin (19/10) akan kembali normal melayani pengguna sebagaimana sebelum pandemi," ucapnya

Kukuh Tak Mau Bubar, Warga di Sekitar Plaza Kenari Disemprot Pakai Rantis
Indonesia
Kukuh Tak Mau Bubar, Warga di Sekitar Plaza Kenari Disemprot Pakai Rantis

Kepolisian mencegah kerumunan agar masyarakat yang membandel tak berpotensi memicu klaster penyebaran COVID-19

Jumlah Warga yang Patuh dan Menggunakan Masker Masih di Bawah 50 Persen
Indonesia
Jumlah Warga yang Patuh dan Menggunakan Masker Masih di Bawah 50 Persen

Doni meminta agar para kepala daerah dan pemda dapat melibatkan publik figur untuk ikut membantu pemerintah dalam memberikan edukasi

Membelot, Golkar Masukan Politisi Daerah ke Ruang Ganti
Indonesia
Membelot, Golkar Masukan Politisi Daerah ke Ruang Ganti

Pimpinan DPRD atau pimpinan fraksi yang tidak bekerja atau mendukung calon lain yang bukan diusung oleh Partai Golkar pada Pilkada 2020 bakal diganti.

[HOAKS atau FAKTA]: Dokter Tiongkok Sebut Ngopi Tiga Kali Sehari Cegah COVID-19
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Dokter Tiongkok Sebut Ngopi Tiga Kali Sehari Cegah COVID-19

Methylxanthine sering ditemukan dalam minuman seperti kopi, teh, minuman energi, atau coklat, sama seperti Theophylline dan Theobromine.