Mudik Lewat Jalur Pantura, Kamu Mesti Coba Kuliner Paling Hits Ini Sate Maranggi Haji Yetty, Purwakarta. (Foto: instagram.com/sukanyemilah)

PANTURA salah satu jalur padat ketika arus mudik. Para pemudik melewati jalur Pantura terutama ke arah Jawa Tengah-Jawa Timur dari arah Jakarta/Jabodetabek. Apabila jarak tempuh kamu jauh, tak ada salahnya untuk mampir berkuliner, mencicipi makanan khas dari daerah yang dilewati sambil beristirahat.

Ada beberapa kategori biasanya dalam menentukan kuliner, di antaranya adalah rasa, penampilan, keunikan, kekhasan, dan harganya. Nah, dikutip Antara, berikut kuliner lokal dengan kategori ramah di kantong selama perjalanan di jalur Pantura.


1. Sate maranggi

Sate Maranggi Haji Yetty. (Foto: instagram.com/kulinermurahindo)
Sate Maranggi Haji Yetty. (Foto: instagram.com/kulinermurahindo)



Coba singgah ke kota Purwakarta, Jawa Barat, untuk mencicip Sate Maranggi Haji Yetty. Sate Maranggi populer di kalangan pengguna jalan di kawasan Cikopo hingga Purwakarta, walau tidak dekat dengan jalur tol Trans Jawa.

Sate Maranggi Haji Yetty terletak di dekat wisata water park Maranggi. Pengunjung perlu keluar tol Cikopo jika dari arah Jakarta. Kemudian belok kanan ke arah Purwakarta.

Sekitar empat kilometer dari pintu tol Cikopo, Sate Maranggi dapat ditemukan di sebelah kanan jalan. Tempatnya luas, lebih luas dari lapangan sepak bola. Pengunjung akan duduk di atas kursi dan meja panjang yang bisa diisi hingga 14 orang per meja.

Satu tusuk sate Maranggi dilabeli harga Rp 5.000. Sajian Sate Maranggi dihidangkan bersama dengan irisan tomat dengan cabai rawit pedas. Nasi akan dibungkus dengan daun pisang, untuk menjaga kehangatan serta harum dari nasi yang tanak.

Tidak hanya menjual sate, namun ada menu lainnya yang tidak jauh dari daging, sebut saja sop kambing, dan juga aneka macam camilan gorengan.

Baca juga berita lainnya dalam artikel: Mau Beli Baju Lebaran? Ini Jenis Bahan Gamis yang Perlu Kamu Tahu


2. Telur asin bakar

Telur ain bakar khas Brebes. (Foto: instagram.com/oleholehkhasbrebes)
Telur ain bakar khas Brebes. (Foto: instagram.com/oleholehkhasbrebes)

Menuju sedikit ke arah timur, Brebes menjadi kota pemberhentian selanjutnya. Sudah menjadi ikon kota Brebes sejak lama, yaitu telur asin. Tidak sekadar telur asin, namun Brebes menawarkan sajian khasnya yaitu telur asin bakar. Kulit telur nampak legam terpanggang, perbedaan dengan telur asin biasa selain warna kulit adalah aroma dari kematangan telur tersebut.

Telur asin bakar per satuannya dihargai antara Rp 3000 - Rp 4000, tentu saja untuk lebih nikmat telur asin bakar bisa disantap dengan nasi dan sedikit sayuran. Hanya Rp 12.000, pemudik bisa menikmati telur asin bakar dengan nasi dan sayur lengkap dengan teh hangat sebagai penutup sajian tersebut.

Apabila pemudik tidak ingin keluar tol trans Jawa, tidak perlu khawatir. Sepanjang rest area Cipali banyak tersaji makanan dari bakal bebek tersebut.

3. Soto kwali

Soto kwali khas Solo. (Foto: instagram.com/adisan_to)
Soto kwali khas Solo. (Foto: instagram.com/adisan_to)



Bagi penyuka jenis makanan berkuah, soto kwali bisa menjadi salah satu sajian pengusir lapar yang manjur. Makanan ini merupakan khas dari Solo.

Perbedaan soto kwali dengan soto biasa adalah kuahnya berwarna kekuningan dengan ada sensasi sedikit manis di ujung lidah. Kandungan protein juga melibatkan peran ayam di mangkuknya. Satu porsi Soto Kwali dibanderol harga Rp 15.000.

Baca juga berita lainnya dalam artikel: Ngaburit dan Berwisata Religi di Banten, Menunggu Buka Sambil Tambah Pengatahuan

4. Nasi liwet

Nasi liwet khas Solo. (Foto: instagram.com/hesti88)
Nasi liwet khas Solo. (Foto: instagram.com/hesti88)

Khas tradisional Solo, makanan ini memiliki nilai kearifan lokal yang tinggi, karena biasa disajikan dengan perlengkapan makan klasik, seperti gentong, kendi dan biasa disajikan dengan cara lesehan. Keunggulan menu makanan ini adalah pada nasinya yang gurih dan lembut.

Tidak banyak sayur dalam makanan ini, hanya biasa terdiri dari potongan sedikit ayam, telur rebus dan tambahan kerupuk dilengkapi dengan sambal. Menu ini banyak dijumpai di pinggiran kota Solo dengan penyajinya biasa memakai jarik, atau kain batik. Satu porsi makanan ini berharga Rp 10.000 dengan teh manis hangat Rp 2.000.

Tidak jarang pembeli makan hingga dua porsi karena penyajiannya di malam hari membuat suasana makan menjadi lebih nikmat, dengan suasana keakraban Kota Solo.

5. Nasi godok

Nasi godok. (Foto: instagram.com/tonitsar)
Nasi godok. (Foto: instagram.com/tonitsar)

Nasi godok, atau bahasa Indonesia nasi rebus, terdengar aneh mengingat kata rebus identik dengan air panas. Benar saja, nasi rebus merupakan bentuk lain dari sajian nasi goreng. Jika nasi goreng dimasak serta disajikan dalam bentuk kering, nasi godok akan terasa nasi goreng namun memiliki kuah dalam piringnya. Kuah tidak ada bumbu khusus, layaknya memasak nasi goreng biasa hanya diguyur air panas ketika memasaknya, maka jadilah nasi godok atau nasi rebus.

Hal lain dari makanan nasi godok atau nasi goreng Jawa lainnya adalah, cara memasaknya menggunakan arang, bukan api dari kompor gas atau lainnya, namun bara arang. Pilihan arang ini diyakini membuat masakan lebih matang meresap karena panas yang dihasilkan lambat tapi merata. Berbeda dengan api yang langsung panas dengan periode yang cepat.

Satu porsi nasi godok ini adalah Rp 12.000 dengan sajian teh hangat manis cukup menambah Rp 2.000. Makanan ini bisa ditemukan di wilayah Yogyakarta, Kebumen dan Cilacap. (*)

Baca juga berita lainnya dalam artikel: Semua Hal yang Pasti Bikin Kamu Jatuh Cinta dengan Beirut



Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH