Mudik Lewat Garut? Jangan Lupa Beli Oleh-Oleh ini! Pengunjung 'Khoe Pek Goan' menunggu roti krim pesanannya. (Foto: MP/Rina Garmina)

GARUT punya segudang oleh-oleh. Mulai dari makanan legendaris hingga kekinian. Jika mudik tahun ini lewat Garut, kamu dapat membelinya untuk oleh-oleh.

Berikut daftar oleh-oleh khas Garut yang telah lama dikenal. Mulai dari bagelen legendaris hingga dodol. Semuanya terlalu sayang jika dilewatkan.

Bagelen Legendaris

Bagelen Khoe Pek Goan
Pengunjung silih berganti mendatangi 'Khoe Pek Goan'. (Foto: MP/Rina Garmina)

Pagi hari di bulan Ramadan, toko roti ‘Khoe Pek Goan’ ini tampak sepi. Namun, jika duduk-duduk di dalamnya agak lama, kamu bakal tahu kalau ‘Khoe Pek Goan’ tak pernah sepi pengunjung. Dalam hitungan menit, selalu ada pembeli datang. Kue andalan toko roti ini adalah bagelen dan roti isi krim. Ssst, bagelennya legendaris lo. Dari bungkusnya yang bergaya klasik, kamu bisa tahu kalau bagelen di sana pertama kali diproduksi pada 1885.

Dorokdok

Banyak orang menyamakan kerupuk kulit dengan dorokdok. Sebenarnya beda. Kerupuk kulit dibuat dari kulit kerbau asli. Dorokdok terbuat dari kulit sapi. Nah, beda kan? Dorokdok Garut amat terkenal.

Sampai-sampai ada joke, “Tambuh laku ka Garut teu ngasaan dorokdok”. Artinya, sia-sia datang ke Garut tanpa mencicipi dorokdok. Saat mampir ke Garut, kamu bisa mendapatkannya di toko-toko dan kios-kios penjualan oleh-oleh.

Opak

Sama seperti dorokdok, opak juga merupakan oleh-oleh khas Garut. Opak yang terkenal adalah opak Bungbulang dan Cipeujeuh. Opak Cipeujeuh legendaris karena telah ada sejak abad 17. Dahulu, opak Cipeujeuh merupakan hidangan nyamikan bupati Kabupaten Limbangan, Garut. Opak dari Garut biasanya tersedia dalam rasa asin, manis serta ukuran kecil dan besar.

Dodol

Siapa pun tahu, dodol adalah oleh-oleh khas Garut. Cita rasanya manis legit. Dan kini diproduksi dengan berbagai varian rasa. Beda rasa, tentu saja beda aroma. Dodol Garut pertama kali diproduksi pada 1800-an. Di zaman kolonial, noni-noni Belanda jago bikin dodol lo. Dodol orisinal terbuat dari gula merah, gula pasir, santan, tepung ketan, garam dan wijen. Sekarang variasinya amat banyak. Mulai dari buah, rempah hingga kacang. Kamu sukanya yang mana, guys?

Ladu

Ladu
Ladu Garut. (Foto: Cookpad/R Wisnu Santi Sulistiyo)

Meski aslinya dari India, ladu telah lama menjadi oleh-oleh favorit dari Garut. Bentuknya ada yang segitiga dan memanjang. Teksturnya kenyal, mirip dodol.

Pemakaian ketan sebagai bahan baku ladu menjadikan rasa dan teksturnya unik. Seperti ada butiran di dalam tekstur dodol yang kenyal. Sentra ladu di Garut terdapat di Malangbong. Tetapi kamu sekarang dapat membelinya di berbagai toko oleh-oleh yang ada di Garut.

Burayot

Lagi-lagi makanan bercita rasa manis menjadi oleh-oleh khas Garut. Adalah burayot, kue yang dibuat dari gula aren dan tepung beras. Keunikan burayot terletak pada proses pembuatannya yang harus digoreng satu persatu. Dahulu burayot hanya ada saat Lebaran. Namun sekarang kamu dapat membelinya kapan saja di toko oleh-oleh.

Dari semua oleh-oleh yang disebutkan, kamu pernah coba yang mana, sob? (Rin)

Kredit : rina

Tags Artikel Ini

Rina Garmina

LAINNYA DARI MERAH PUTIH