Mudik Lancar, Siapkan Bekal Praktis Jangan lupa membawa bekal saat mudik. (foto: travelwithbender)

APAKAH kamu termasuk yang tengah bersiap mudik tahun ini? Jika iya, berbagai persiapan pastilan sudah mulai kamu lakukan ya.

Selain menyiapkan kondisi kendaraan dan fisik, yang juga tak kalah penting untuk disiapkan ialah bekal. Meskipun kamu mungkin mudik di saat berpuasa, tetap saja kamu akan membutuhkan makanan untuk berbuka puasa. Terlebih jika perjalanan mudik kamu cukup panjang.

Memang sih ada alternatif jajan selama di perjalanan, tapi bagi kamu yang mudik dengan kendaraan pribadi, kondisi lalu lintas yang tak bisa diprediksi bisa menyulitkan kamu mencari tempat berbuka. Kemacetan bisa bikin prediksi waktu tempuh jadi meleset. Jika sudah demikian, rencana berbuka di tempat makan pilihan pun bisa buyar.

Nah, biar aman, ada baiknya kamu menyiapkan bekal untuk berjaga-jaga saat macet terjadi di saat berbuka. Atau bahkan ketika kondisi tubuhmu tak memungkinkan lagi melanjutkan puasa. Agar bekal aman dan tak cepat basi, berikut tips mengemas bekal untuk mudik.


1. Pilih-pilih makanan

luch box
Pilih makanan yang mudah dibawa dan dimakan. (foto: enjoyfamilytravel)

Berhubung kamu dalam perjalanan, tentunya makanan yang cocok dibawa ialah yang praktis dan mudah dimakan. Bakal repot kalau kamu ngotot mau membawa kue blackforest.

Pilihan makanan yang mudah dibawa dan dimakan misalnya roti lapis, nugget, mi goreng, dan nasi goreng atau nasi kepal. Pastikan makanan yang kamu bawa mencukupi kebutuhan energimu ya.

Membawa buah potong boleh saja. Namun, perhatikan cara pengemasannya. Untuk menjaga buah potong tetap segar, siapkan kotak makan berisi air dingin dan perasan air jeruk. Rendam buah potong di dalamnya dan simpan dalam kulkas. Pastikan kotak makan kedap udara dan rapat agar air tidak tumpah. Ketika akan berangkat, kamu tinggal membawa buah potong dalam kotak makan itu. Praktis.

2. Perhatikan cara pengemasan

kotak makan
Pastikan kotak makan kedap udara dan tak bocor. (foto: pixabay/jyleen21)

Perhatikan saat kamu akan mengemas makanan. Makanan yang masih panas dan baru matang masih akan mengeluarkan asap. Kalau wadahnya langsung ditutup, asap itu akan berubah jadi air dan membasahi makanan sehingga makanan yang kamu bawa bisa jadi cepat basi.
Oleh karena itu, jangan langsung menutup wadah saat makanan di dalamnya masih panas. Biarkan dulu asap atau uap panasnya habis. Cara lain yang bisa kamu lakukan, lapisi tutup wadah dengan kain serbet yang bersih agar uap panas yang masih tersisa bisa terserap ke dalam kain dan enggak membasahi makanan.

Jika memang berencana berbuka puasa atau makan dalam perjalanan, manfaatkan kotak makan dengan volume sekali sajian. Kamu bisa menaruh makanan per satu kali porsi makan. Dengan begitu, kotak makan bisa langsung kamu jadikan alas makan. Saat telah selesai, tak perlu ada sisa makanan yang amat mungkin jadi basi. Selain kotak makan, jangan lupa kemas juga alat makan ya.


3. Gunakan alumunium foil

baked potato
Aluminium foil bikin makanan tetap segar. (foto: pixabay/ritaE)

Untuk membungkus makanan yang tidak tersimpan di dalam wadah, misalnya roti-rotian atau nasi kepal, kamu bisa menggunakan aluminium foil. Membungkus makanan dengan aluminium foil juga akan menjaga makanan tetap segar meski sudah berjam-jam sejak dibungkus. Selain itu, aluminium foil juga bisa langsung dibuang sehingga selama sisa perjalanan, kamu enggak terbebani dengan membawa-bawa wadah makanan yang kosong. Kepraktisan menjadi kunci dalam membawa bekal makanan agar perjalanan tetap nyaman dan menyenangkan.(dwi)



Dwi Astarini

LAINNYA DARI MERAH PUTIH