Mudik Malam? Jangan Sembarang Tancap Gas Mudik di malam hari harus lebih waspada. (Foto: Pexels/Pixabay)

PILIHAN waktu mudik tidak selalu di pagi hari. Beberapa pemudik memilih malam hari untuk memulai perjalanan mereka menuju kampung halaman. Alasannya, udara pada malam hari lebih sejuk. Lalu lintas juga biasanya juga lebih renggang. Walaupun jalanan daerah pastinya dipenuhi lautan pemudik di waktu kapan pun.

Tapi, kewasapadaan tentunya perlu lebih ditingkatkan jika pemudik berangkat di malam hari. Jalanan sangat gelap. Di beberapa jalur alternatif, lampu penerangan juga kurang mendukung. Ditambah kondisi kamu yang agak lelah. Enggak bisa dibohongi, sejatinya malam hari digunakan sebagai jam tidur.

Tapi tidak masalah bagi kamu yang tetap ingin melakukan perjalanan di malam hari. Ada beberapa tips yang bisa kamu ikuti.

Lampu jalan di malam hari minim pencahayaan .(Foto: Pexels/Egor Kamelev)

1. Kurangi kecepatan

Meskipun ada penerangan, terkadang jalanan masih terlihat samar. Karenanya kurangi kecepatan kamu dalam berkendara. Belum lagi medan jalur mudik beragam. Ada jalanan berlubang, tikungan tajam, tanjakan, dan turunan. Kamu harus lebih hati-hati dalam melaju. Jika memang tengah melintasi trek yang lurus, tidak mengapa kamu menambahkan sedikit kecepatan. Intinya kecepatan mobil kamu tidak bisa sebebas di siang hari.

2. Jarak pandang

Ini fungsinya kamu memeriksa kondisi fisik mobil sebelum berangkat. Pastikan seluruh lampu mobil berfungsi, headlight, taillight, lampu sein, hingga fofgamp. Penerangan lampu mobil kamu akan membantu penerangan. Jangan terlalu mengandalkan penerangan sekitar. Selain itu kamu juga bisa membuat penerangan bagi pemudik lain yang berada di depan maupun belakang kamu. Sehingga kamu dan pemudik lain akan saling memberikan penerangan. Jangan lupa juga pastikan jendela depan kamu bersih.

Gunakan lampu mobil sebagai penerangan jalan. (Foto: Pexels/Markus Spiske)

3. Manfaatkan spion

Di belakang kamu juga ada pemudik lain yang melintas. Jangan sampai kamu kesilauan dengan lampu pemudik itu. Spion bisa membuat mata kamu silau saat melihat ke belakang. Untuk itu, tekuk spion sedikit ke atas atau ke bawah tanpa mengurangi penglihatan kamu ke belakang. Jangan pasang spion dengan jarang pandang lampu mobil pemudik di belakang kamu.

4. Patuh dengan marka jalan

Penerangan di jalan memang minim. Namun, marka jalan tidak pernah minim. Pemasangan marka jalan tentunya memudahkan pelintas untuk mengetahui kondisi jalanan yang akan dilintasi. Karena itu, patuhilah marka jalan tersebut. Misalnya ada marka jalan yang mengharuskan kamu melaju dengan kecepatan 60 km. Jadi jangan menancap gas melebihi kecepatan itu ya.

Marka jalan membantu kamu lebih waspada. (Foto:Pexels/Pixabay)

5. Istirahat

Tidak perlu memaksakan kondisi kamu. Malam hari memang digunakan untuk beristirahat. Kalau sudah lelah beristirahatlah sebentar. Memejamkan mata lebih kurang 15-20 menit sudah cukup. Cari juga tempat aman untuk menepi. Selain itu, jangan sembarangan beristirahat di jalanan yang sepi. Paling aman kamu bisa melipir sebentar di rest area atau pom bensin yang ramai. Lebih aman lagi jika ada anggota keluarga yang bisa menggantikan kamu untuk menyetir mobil.

Sahabat Merah Putih, tetap berhati-hatilah saat mudik. Kamu bisa mencapai kampung halaman dengan selamat asalkan selalu waspada selama di perjalanan. (Ikh)

Baca juga artikel tentang mudik lainnya di sini Mudik Bawa Bayi dengan Kendaraan Pribadi? Begini Persiapannya

Kredit : digdo

Tags Artikel Ini

Ikhsan Digdo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH