Mudik Dengan Bus Umum, Jangan Pakai Perhiasan Mencolok Foto udara proyek pembangunan proyek jalan tol Bogor, Ciawi dan Sukabumi (Bocimi) seksi I ruas Ciawi-Cigombong di Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat,Rabu (30/5) (ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya)

merahputih.com - Kepala Unit Pengelolaan Teknis (UPT) Terminal Terpadu Pulo Gebang Ismanto mengimbau kepada para calon pemudik untuk mencari informasi terkait trayek dan tarif bus sebelum berangkat ke terminal.

"Kami berharap, sebelum kemari menggunakan jasa bus AKAP, mereka sudah menentukan pilihan. Kami sudah launching website www.terminalterpadupulogebang.com. Di situ ada info trayek, tarif, fasilitas, dan lainnya. Kalau informasi cukup, tidak mudah dipengaruhi orang," ujar Ismanto saat ditemui di ruang tunggu Terminal Pulo Gebang, Jakarta, Jumat (8/7).

Selain itu, ia juga mengimbau kepada calon pemudik untuk tidak memakai perhiasan secara berlebihan agar tidak menarik perhatian orang yang mau berbuat kejahatan. "Ini kan area publik, ada ribuan penumpang setiap harinya. Artinya seberapa banyak pun petugas disiapkan tapi penumpang tidak ada inisiatif juga ya susah," katanya.

Ia menambahkan, para penumpang di terminal dapat melapor kepada petugas di posko aduan layanan ataupun menghubungi nomor aduan layanan yang ditempel di sekitar terminal, apabila ada hal yang tidak jelas, komplain, atau aduan lainnya.

Suasana kendaraan di Gerbang Tol Palimanan, Cirebon. (MP/Mauritz)


Kepala Satuan Pelaksana Operasional dan Kemitraan Terminal Terpadu Pulo Gebang Noviesa F Pinem mengatakan, pihaknya menyediakan tiga posko. Penumpang bisa menyampaikan segala uneg-uneg-nya ke petugas posko.

"Kalau terjadi sesuatu apapun, kita ada posko aduan pelayanan. Kita tidak bisa awasi person to person. Kalau ada aduan, nanti kita tindaklanjuti," ujar Pinem dikutip Antara.

Untuk kesiapan terminal antisipasi lonjakan penumpang saat arus mudik, Pinem mengatakan hal tersebut sudah dipersiapkan jauh-jauh hari mulai dari pengecekan kelayakan kendaraan sampai pemeriksaan kesehatan para supir bus. Sebanyak 30 personel dari TNI dan Polri juga telah disiagakan untuk mengamankan terminal. Ada juga bantuan dari pramuka, BPJS, Jasa Raharja, dan juga Bank DKI dan BRI Pihak terminal juga menyediakan perpustakaan untuk penumpang yang ingin menghabiskan waktu di ruang tunggu. Ada juga ruang laktasi bagi ibu menyusui, permainan anak, jalur difabel, sampai live music untu menghibur penumpang saat berbuka puasa.

"Nanti kalau ada lonjakan penumpang kita juga siapkan bis bantuan. Sewaktu-waktu ada lonjakan trayek-trayek yang biasa berangkatkan tidak bisa atau penuh, kita sudah siapkan," ujar Pinem. (*)


Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH