MPR Soroti Pasien COVID-19 Nyaris Membludak di Rumah Sakit Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet). ANTARA/HO-Humas MPR RI/am.

MerahPutih.com - Ketua MPR Bambang Soesatyo meminta pihak Kementerian Kesehatan dan rumah sakit (RS) rujukan COVID-19 untuk memberikan informasi ketersediaan penampungan pasien.

Menurut Bamsoet, tingkat ketersediaan pasien di setiap RS rata-rata telah mencapai 70 persen.

Baca Juga:

Pemprov DKI Kerahkan Mobil Lab Percepat Deteksi COVID-19 di Zona Merah

"Mendorong pemerintah melalui Kemenkes dan pihak rumah sakit untuk bersama mencari solusi untuk meningkatkan upaya penyembuhan pasien COVID-19," ujar dia dalam keterangannya kepada wartawan di Jakarta, Selasa (2/9).

Menurut dia, penuhnya kuota RS, termasuk meningkatnya potensi beban RS diprediksi masih akan terus bertambah.

Hal itu, dinilainya akan berdampak juga pada waktu yang cukup lama bagi pasien untuk mendapatkan tempat tidur dan perawatan maksimal dari rumah sakit.

Dia menambahkan, pembukaan informasi ketersediaan kuota pelayanan juga akan memudahkan pasien.

Utamanya pasien tidak perlu berkali-kali dirujuk ke rumah sakit yang berbeda untuk mendapatkan ruang perawatan inap di unit perawatan intensif (ICU).

Bambang juga meminta agar Kemenkes, bisa menyediakan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambah kapasitas ruang perawatan.

"Dan kelengkapan perawatan di rumah sakit, termasuk rumah sakit rujukan, tempat tidur di ICU, ruang isolasi, ventilator, obat-obatan yang dibutuhkan, hingga jumlah tenaga medis yang memadai," ungkap dia.

Ilustrasi - Warga memotret papan informasi tentang jumlah warga terpapar COVID-19 di kawasan Kemang, Jakarta, Jumat (21/8/2020). (ANTARA FOTO/Reno Esnir/wsj)
Ilustrasi - Warga memotret papan informasi tentang jumlah warga terpapar COVID-19 di kawasan Kemang, Jakarta, Jumat (21/8/2020). (ANTARA FOTO/Reno Esnir/wsj)

Tak hanya itu, dirinya juga mendorong agar Kemenkes dan pihak rumah sakit, betul-betul memperhatikan kesehatan tenaga medis yang bertugas menangani COVID-19.

Menurut dia, hal itu karena adanya kekhawatiran dan peningkatan angka pasien baru dari hari ke harinya di seluruh Indonesia.

Bamsoet mengatakan beban rumah sakit yang meningkat dapat berdampak pada waktu yang cukup lama bagi pasien untuk mendapatkan tempat tidur dan perawatan yang maksimal dari rumah sakit.

Menurut Bamsoet, pemerintah dalam hal ini Kemenkes, pihak rumah sakit, dan Komite Penanganan COVID-19, juga harus memberikan informasi kepada masyarakat terkait keterisian atau ketersediaan kuota penampungan pasien di rumah sakit.

"Sehingga pasien tidak perlu harus berkali-kali dirujuk ke rumah sakit yang berbeda untuk mendapatkan ruang perawatan inap di unit perawatan intensif/ICU," ungkap Bamsoet.

Baca Juga:

Ditemukan Kasus Positif COVID-19, Kantor Setda Depok Tutup

Selain itu, Kemenkes perlu menyediakan tambahan anggaran yang ditujukan untuk menambahkan kapasitas ruang perawatan dan kelengkapan perawatan di rumah sakit, termasuk rumah sakit rujukan, tempat tidur di ICU, ruang isolasi, ventilator, obat-obatan yang dibutuhkan, hingga jumlah tenaga medis yang memadai.

Dia juga mendorong pemerintah, dalam hal ini Kemenkes dan pihak rumah sakit, agar betul-betul memerhatikan kesehatan tenaga medis yang bertugas menangani COVID-19, dikarenakan semakin meningkatnya angka COVID-19, di sejumlah wilayah di Indonesia.

"Sehingga diperlukan upaya pencegahan yang lebih serius, dimulai dari kelengkapan Alat Pelindung Diri hingga kebutuhan gizi tenaga medis agar dapat terpenuhi dengan baik, sehingga dapat mencegah penularan COVID-19 di lingkungan rumah sakit," jelasnya. (Knu)

Baca Juga:

Update COVID-19 DKI Senin (1/9): 41.250 Orang Positif, 31.267 Pasien Sembuh

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pembukaan Sembilan Sektor Ekonomi Utamakan Aspek Kesehatan
Indonesia
Pembukaan Sembilan Sektor Ekonomi Utamakan Aspek Kesehatan

Kebijakan penanganan COVID-19 dan pemulihan ekonomi ibarat dua sisi dalam mata koin, artinya harus berjalan efektif dan beriringan.

 Update Corona DKI Minggu (3/5): Kasus Positif 4.417 Orang, Sembuh 621 Jiwa
Indonesia
Update Corona DKI Minggu (3/5): Kasus Positif 4.417 Orang, Sembuh 621 Jiwa

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan DKI, Fify Mulyani memaparkan, sebanyak 4.417 orang positif COVID-19, dengan rincian pasien meninggal dunia 410 jiwa.

 Usai Diperiksa KPK, Riezky Aprilia Singgung Ketum PDIP Megawati
Indonesia
Usai Diperiksa KPK, Riezky Aprilia Singgung Ketum PDIP Megawati

Begitu ke luar dari markas KPK, Riezky menyinggung nama Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Ketua DPR Puan Maharani.

Rawan Rusak, Ribuan Manuskrip Kuno Koleksi Kerajaan Mangkunegaran Digitalisasi
Indonesia
Rawan Rusak, Ribuan Manuskrip Kuno Koleksi Kerajaan Mangkunegaran Digitalisasi

Dari 11.000 buku koleksi Perpustakaan Reksa Pustaka, baru 3.132 buku yang telah selesai dilakukan digitalisasi.

Otak Sekaligus Eksekutor Penyiram Novel Dituntut 1 Tahun Penjara
Indonesia
Otak Sekaligus Eksekutor Penyiram Novel Dituntut 1 Tahun Penjara

Tuntutan itu dilayangkan karena JPU menganggap Rahmat Kadir terbukti melakukan penganiayaan

Update DKI 11 Juli: Akumulatif 13.957 Positif COVID-19, Pasien Sakit Sisa Sepertiga
Indonesia
Update DKI 11 Juli: Akumulatif 13.957 Positif COVID-19, Pasien Sakit Sisa Sepertiga

Total kumulatif kasus positif di wilayah DKI Jakarta sebanyak 13.957 orang dan 691 pasien meninggal

Meski Mendesak, Peluncuran Vaksin COVID-19 Mesti Persiapan Matang
Indonesia
Meski Mendesak, Peluncuran Vaksin COVID-19 Mesti Persiapan Matang

Ada jalan panjang yang mesti dilalui untuk memastikan bahwa vaksin itu efektif dan aman.

Jabat Bos Lumbung Pangan, Popularitas Prabowo Meroket
Indonesia
Jabat Bos Lumbung Pangan, Popularitas Prabowo Meroket

Ia menilai ada babak baru pentas politik nasional di tengah wabah COVID-19 yaitu makin akrab dan mesranya Jokowi dengan Prabowo.

Pemerintah Janji Fokus Pada Penghiliran Biji Nikel
Indonesia
Pemerintah Janji Fokus Pada Penghiliran Biji Nikel

Paling tidak, klaim pemerintah, 25 persen cadangan nikel di dunia ada di Indonesia atau mencapai lebih 21 juta ton.

Komentari Survei Indo Barometer, Taufik: Era Anies RW Terdampak Banjir Lebih Sedikit
Indonesia
Komentari Survei Indo Barometer, Taufik: Era Anies RW Terdampak Banjir Lebih Sedikit

Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta ini juga mengaku memiliki data bila di era Anies Banjir lebih sedikit setiap RW.