MPR RI Khawatir Aliansi Perdamaian Bentukan Trump Disabotase Israel untuk Rusak Palestina

Dwi AstariniDwi Astarini - Rabu, 28 Januari 2026
MPR RI Khawatir Aliansi Perdamaian Bentukan Trump Disabotase Israel untuk Rusak Palestina

Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid.(foto: dok media PKS)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - WAKIL Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid (HNW) meminta semua negara pendukung Palestina yang masuk Board of Peace atau Dewan Perdamaian untuk tetap waspada. Ia menyebut, di dalam kelompok yang digagas Presiden AS Donald Trump tersebut, ada keterlibatan Israel.

Menurutnya, semua negara harus melipatgandakan kesiapan perjuangan agar Israel tidak menyabotase tujuan lembaga baru tersebut dengan menjadikannya sarana legitimasi agenda politik kolonialistik Israel menuju klaim negara Israel Raya.

“Sebab jika dibiarkan terjadi, hal itu justru akan memicu konflik yang semakin meluas dan menjauhkan terwujudnya perdamaian yang diharapkan," kata HNW, dalam keterangan persnya, dikutip Rabu (28/1).

Dia mengingatkan, setelah penandatanganan Dewan Perdamaian tersebut, perdamaian yang dideklarasikan belum dirasakan warga Gaza karena serangan mematikan terhadap rakyat Palestina masih terus berlangsung. Oleh sebab itu, Indonesia beserta negara-negara anggota OKI dN Liga Arab yang berpartisipasi dalam Dewan Perdamaian harus memastikan perdamaian benar-benar terjadi di Jalur Gaza dan negara Palestina berdiri, sekalipun dalam format two state solution.

Baca juga:

Dinilai Berisiko, Indonesia Harus Siap Mundur dari Board of Peace jika Abaikan Palestina



Jangan sampai partisipasi ini justru dimanipulasi dengan membiarkan Israel kembali tidak menaati kesepakatan dan menjadikan Indonesia serta negara-negara OKI sebagai stempel legitimasi moral atas tindakan yang tidak bermoral. "Dewan Perdamaian harus benar-benar hadir sesuai namanya, bukan sekadar slogan, apalagi menjadi alat legalisasi penggusuran perjuangan bangsa Palestina untuk merdeka,” kata HNW yang juga politikus PKS ini.

Di samping itu, ia menilai sikap negara-negara anggota Dewan Keamanan PBB yang menolak menjadi anggota Dewan Perdamaian besutan AS, seperti Inggris, Prancis, China, dan Rusia, patut menjadi pertimbangan. Presiden Rusia Vladimir Putin bahkan telah menegaskan hanya bersedia bergabung jika Palestina merdeka benar-benar terwujud dan hak kedaulatan rakyat Palestina dijamin.

Itu merupakan bukti dipraktikkannya politik luar negeri yang bebas dan aktif demi kepentingan nasional sesuai konstitusi.

“Dengan begitu, utang moral Indonesia kepada Palestina dapat terbayar lunas melalui terwujudnya negara Palestina merdeka," tutup Hidayat.(knu)

Baca juga:

Indonesia Gabung Board of Peace, Eks Wamenlu Ingatkan Risiko Dominasi AS



#Board Of Peace #Hidayat Nur Wahid #Amerika Serikat
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Dunia
Sekretaris Pers Gedung Putih Katie Zacharia Mengundurkan Diri, cuma Bertahan Kurang dari Lima Hari
Penampilan perdananya di hadapan media dan publik disorot tidak meyakinkan, menimbulkan kontroversi seputar keabsahan status advokatnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Sekretaris Pers Gedung Putih Katie Zacharia Mengundurkan Diri, cuma Bertahan Kurang dari Lima Hari
Dunia
Insiden Rollercoaster di Amerika Serikat, 1 Orang Tewas
Saksi mata memberi tahu media lokal bahwa mereka melihat seorang pria terlempar dari wahana tersebut.
Dwi Astarini - Selasa, 13 Oktober 2026
Insiden Rollercoaster di Amerika Serikat, 1 Orang Tewas
Dunia
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Isak tangis haru berbaur rasa trauma membuncah di San Diego Bay, California, saat kapal induk raksasa Angkatan Laut Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln, akhirnya resmi berlabuh
Wisnu Cipto - Sabtu, 10 Oktober 2026
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Dunia
Eksekusi Tembak Mati Tentara AS Pembunuh 13 Rekannya Bakal di Siarkan Langsung
Nidal Malik Hasan divonis bersalah karena telah membunuh 13 rekannya sesama tentara AS di sebuah pangkalan militer di Texas pada 2009.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Oktober 2026
Eksekusi Tembak Mati Tentara AS Pembunuh 13 Rekannya Bakal di Siarkan Langsung
Indonesia
PHK 6.000 Warga AS, Karyawan Asing di Microsoft Ditolak Jadi Residen
"Mereka juga telah melakukan PHK terhadap 6.000 pekerja Amerika dan menggantinya dengan 6.300 pekerja pemegang visa H-1B," kata Vance.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Oktober 2026
PHK 6.000 Warga AS, Karyawan Asing di Microsoft Ditolak Jadi Residen
Dunia
Jangan Liburan ke New York Dulu, Gubernur Terbitkan Dekrit Darurat Campak Hingga 4 November
Gubernur New York Kathy Hochul resmi menetapkan status darurat bencana akibat ledakan wabah campak hingga 4 November 2026. Simak peringatan penting ini!
Wisnu Cipto - Selasa, 06 Oktober 2026
Jangan Liburan ke New York Dulu, Gubernur Terbitkan Dekrit Darurat Campak Hingga 4 November
Dunia
Rektor Cornell University Tegaskan Kampus Harus Berbenah setelah Kasus Pemerkosaan
Rektor Cornell University menggambarkan dugaan yang disampaikan perempuan tersebut, yang diidentifikasi sebagai Jane Doe, sebagai hal yang ‘sangat meresahkan’.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Rektor Cornell University Tegaskan Kampus Harus Berbenah setelah Kasus Pemerkosaan
Dunia
Kasus Pemerkosaan Cornell University, Rektor Dukung Pemeriksaan Eksternal
Korban mengklaim ia dicekoki ketamin, dianiaya, dan diperkosa tujuh anggota fraternity Chi Phi.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Kasus Pemerkosaan Cornell University, Rektor Dukung Pemeriksaan Eksternal
Dunia
AS Siapkan Tambahan Pasukan dan Pesawat Militer ke Israel, Ada Apa?
Amerika Serikat (AS) dikabarkan tengah menyiapkan pengerahan tambahan pasukan dan pesawat militer ke Israel.
Yusuf Abdillah - Senin, 05 Oktober 2026
AS Siapkan Tambahan Pasukan dan Pesawat Militer ke Israel, Ada Apa?
ShowBiz
Dari Brooklyn ke Fort Dix, Sean 'Diddy' Combs Tetap Jadi 'Raja' Meski Terjerat Kasus Prostitusi
Dugaan kepemilikan zat terlarang dan obat resep ilegal kembali mencoreng reputasi Sean 'Diddy' Combs di penjara.
Wisnu Cipto - Minggu, 04 Oktober 2026
Dari Brooklyn ke Fort Dix, Sean 'Diddy' Combs Tetap Jadi 'Raja' Meski Terjerat Kasus Prostitusi
Bagikan