MPR Nilai 'Hilangnya' TAP MPRS di RUU HIP Pintu Masuk Masalah Ketatanegaraan Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid (Daru/PKS Foto)

Merahputih.com - Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (HNW) menilai publik sudah sangat kritis terhadap RUU HIP. Kritis publik bukan lagi hanya soal tidak dicantumkannya sejak awal TAP MPRS No. XXV/1966, juga “kecolongan” penyebutan trisila dan ekasila, tetapi masalah-masalah dalam RUU HIP yang tersebar di beberapa pasal, seperti yang ada di Pasal 4, 5, 6 dan 8 RUU HIP.

Baca Juga

PPP Minta DPR Akomodasi Pandangan Ormas Keagamaan dalam RUU HIP

HNW menjelaskan dengan mempertimbangkan kondisi sosial politik dan penolakan masyarakat, saat Baleg merevisi naskah akademik tersebut maka pengusul dari Baleg juga dapat mempertimbangkan ulang apakah RUU HIP memang perlu dipaksakan untuk dilanjutkan dibahas dan disahkan, atau malah dihentikan saja.

"Karena penjabaran dan haluan ideologi Pancasila sudah disepakati dan itu ada dalam Pembukaan UUD dan dalam Bab/pasal/ayat2 UUDNRI 1945. Ia mengingatkan ada problem ketatanegaraan apabila RUU HIP ini dipaksakan untuk dilanjutkan dan disahkan," ujarnya.

Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (Foto : www.mpr.go.id)

Pancasila, sebagaimana dikutip Antara, adalah norma dasar yang dimuat dalam Pembukaan UUD 1945, nilainya sebagai norma dasar memang bersifat umum tapi yang disepakati oleh para "Founding Fathers" sehingga jangan sampai Pancasila "downgrade" melalui UU kontroversial seperti RUU HIP.

Namun menurut dia, apabila mau dibuat penjabaran lagi maka seharusnya dilakukan di Batang Tubuh UUD 1945 melalui amandemen lagi terhadap UUD, bukan diatur dalam UU apalagi yang kontroversial seperti RUU HIP yang malah menambahkegaduhan publik.

Baca Juga

RUU HIP Dinilai Rendahkan Pancasila

"Saat Rakyat dan Pemerintah sangat direpotkan dengan bencana kesehatan nasional yaitu COVID-19 maka semestinya yang hadir adalah ketentuan UU yang kuatkan pengamalan Pancasila, untuk selamatkan bangsa dan negara, agar berkontribusi atasi COVID-19 dan dampak-dampaknya," katanya. (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Jerinx Segera Duduk di Kursi Pesakitan
Indonesia
Jerinx Segera Duduk di Kursi Pesakitan

Per hari ini Pengadilan Negeri Denpasar akan mengeluarkan penetapan penahanan sesuai dengan KUHAP

KPK: Kekayaan Cakada Petahana Naik Rp2-4 Miliar
Indonesia
KPK: Kekayaan Cakada Petahana Naik Rp2-4 Miliar

KPK mengungkapkan harta kekayaan cakada petahana pada Pilkada 2020 mngalami kenaikan senilai Rp2 miliar hingga Rp4miliar selama menjabat pada periode pertama.

Presiden Didesak Evaluasi Menteri Terkait Penanganan COVID-19
Indonesia
Presiden Didesak Evaluasi Menteri Terkait Penanganan COVID-19

Muhammadiyah menilai kerja dan kinerja pemerintah perlu ditingkatkan dan diperbaiki, terutama terkait dengan koordinasi antarinstansi dan komunikasi publik.

KPK Perpanjang Masa Penahanan Eks Direktur Teknik Garuda Indonesia
Indonesia
KPK Perpanjang Masa Penahanan Eks Direktur Teknik Garuda Indonesia

Sejak Agustus 2019, KPK melakukan penyidikan dengan menetapkan tiga orang tersangka

Proses Vaksinasi COVID-19 di Indonesia Masih Jauh dari Target
Indonesia
Proses Vaksinasi COVID-19 di Indonesia Masih Jauh dari Target

Jumlah warga yang sudah mendapat suntikan pertama vaksin COVID-19 bertambah 236.297 orang dari hari sebelumnya. Jumlah 4.705.248 ini berarti baru 11,66 persen dari target yakni 40.349.051.

Sepekan Tahapan Kampanye Pilkada di Jateng, Bawaslu Temukan Pelanggaran di 4 Daerah
Indonesia
Sepekan Tahapan Kampanye Pilkada di Jateng, Bawaslu Temukan Pelanggaran di 4 Daerah

"Tahapan kampanye sudah berlangsung sepekan. Ada empat daerah yang melakukan pelanggaran," ujar Wahyu

Setelah Dinyatakan Teroris, TNI-Polri Dikirim Lagi ke Ilaga Buru KKB
Indonesia
Setelah Dinyatakan Teroris, TNI-Polri Dikirim Lagi ke Ilaga Buru KKB

pengiriman pasukan TNI dan polisi ke Ilaga itu tidak lepas dari semakin masifnya kelompok bersenjata menebar teror dan kekerasan terhadap masyarakat maupun aparat keamanan.

Enggak Langsung ke Body, Mobil Via Vallen Dibakar dari Ban
Indonesia
Enggak Langsung ke Body, Mobil Via Vallen Dibakar dari Ban

Dari pantauan visual CCTV, awalnya Pije berdiri sendirian di sekitar mobil Alphard milik Via

Anies Buat Jalur Sepeda di Tol, Komunitas: Jangan Bikin Kebijakan Aneh-aneh
Indonesia
Anies Buat Jalur Sepeda di Tol, Komunitas: Jangan Bikin Kebijakan Aneh-aneh

"Jangan bikin kebijakan yang aneh-aneh deh, yang ada aja dioptimalkan," kata Toto

Waspada, Indonesia bakal Dilanda Cuaca Ekstrem Sepekan ke Depan
Indonesia
Waspada, Indonesia bakal Dilanda Cuaca Ekstrem Sepekan ke Depan

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi wilayah Indonesia bakal dilanda cuaca ekstrem sepekan ke depan. Untuk itu, masyarakat diminta waspada.