MPR Desak Pemerintah Perhatikan Nasib Nelayan dan Petani yang Makin Sulit Ilustrasi: Sejumlah nelayan melelang ikan hasil tangkapannya, di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pasie Nan Tigo, Padang, Sumatera Barat. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/ama.

MerahPutih.com - Ketua Majelis Permusyawarakatan Rakyat (MPR) Bambang Soesatyo menyebut, pandemi COVID-19 turut berdampak ke sektor pertanian dan perikanan sehingga berdampak pada nasib petani maupun nelayan.

Bamsoet mengatakan, pemerintah dapat memberikan bantuan kepada petani dan nelayan yang masih tetap harus produktif di tengah situasi saat ini.

Baca Juga:

Pemprov DKI Geram Kemenperin Terus Beri Izin Operasi Perusahaan yang Tak Dikecualikan

"Bisa melalui kelompok tani maupun nelayan agar bantuan tersebut tepat sasaran," kata Bamsoet dalam keteranganya, Selasa (28/4).

Ia meminta, Kementerian Kelautan dan Perikanan/KKP dapat mencari solusi dari menurunnya harga ikan yang cukup drastis. Misalnya dengan memberdayakan koperasi nelayan dan mengajak masyarakat menengah untuk dapat membeli ikan melalui belanja online.

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet). (ANTARA)
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet). (ANTARA)

"Karena sejumlah nelayan saat ini mengalami kesulitan karena harga ikan yang turun drastis dan kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pangan untuk kebutuhan hidup sehari-hari, khususnya yang tinggal di daerah kepulauan," ungkap Bamsoet.

Sementara, Kementerian Pertanian/Kementan bisa membantu kesejahteraan dan kebutuhan petani, agar kebutuhan pangan dalam negeri tetap terjaga meskipun sedang wabah corona.

Baca Juga:

Gara-Gara Ini Pasien COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran Menyusut

Bamsoet yakin, jika bantuan secara merata kepada seluruh nelayan dan petani, baik berupa bantuan tunai, sembako, relaksasi, maupun keringanan biaya listrik dan BBM, maka nasib para pekerja di dua sektor tersebut berjalan baik.

"Karena hingga saat ini banyak petani dan nelayan yang terkena dampak signifikan akibat mewabahnya virus corona," tutup politikus Golkar ini. (Knu)

Baca Juga:

MPR Soroti Kesemerawutan Pelaksanaan PSBB di Jabodetabek

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Mulai Hari Ini, KA Batara Kresna Kembali Beroperasi
Indonesia
Mulai Hari Ini, KA Batara Kresna Kembali Beroperasi

Sebelumnya, KA Batara Kresna berhenti beroperasi selama delapan bulan atau sejak Mei akibat pandemi COVID-19.

Buruh Akui Lebih Takut Sama RUU Cipta Kerja Dibanding Corona
Indonesia
Buruh Akui Lebih Takut Sama RUU Cipta Kerja Dibanding Corona

Sebab, lanjut dia, hal itu bakal menuai protes dan menyebabkan aksi unjuk rasa secara besar-besaran.

Jokowi Bakal Bubarkan Lembaga Negara Dinilai Bukan Rekayasa
Indonesia
Jokowi Bakal Bubarkan Lembaga Negara Dinilai Bukan Rekayasa

Rencana membubarkan lembaga dan komisi merupakan komitmen keseriusan Jokowi mengatasi persoalan-persoalan masyarakat selama masa pandemi.

Tempat Observasi Penyakit Menular di Pulau Galang Butuh Dana Rp400 Miliar
Indonesia
Tempat Observasi Penyakit Menular di Pulau Galang Butuh Dana Rp400 Miliar

Biaya pembuatan tempat observasi masih lebih baik ketimbang menyiapkan fasilitas di lebih dari 100 rumah sakit di penjuru tanah air.

[HOAKS atau FAKTA} Pesepeda di Jakarta Meninggal Dunia Kehabisan Nafas karena Pakai Masker
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA} Pesepeda di Jakarta Meninggal Dunia Kehabisan Nafas karena Pakai Masker

Video tersebut memperlihatkan seorang pesepeda yang tergeletak di trotoar.

Hakim Heran Pemeriksaan Etik Pinangki Tidak Detail
Indonesia
Hakim Heran Pemeriksaan Etik Pinangki Tidak Detail

Saat diperiksa Luphia, Pinangki mengaku bertemu dengan seseorang bernama Jochan, bukan Djoko Tjandra.

Hotel Isolasi COVID-19 Ilegal Disegel Pemkot Jakpus
Indonesia
Hotel Isolasi COVID-19 Ilegal Disegel Pemkot Jakpus

Pengelola Hotel OYO Town House 2 Gunung Sahari terbukti melanggar persyaratan administrasi

BREAKING NEWS: Pesawat Sriwijaya Air Hilang Kontak di Perairan Kepulauan Seribu
Indonesia
Komnas HAM Cari Informasi Soal Tewasnya Sejumlah Anggota FPI
Indonesia
Komnas HAM Cari Informasi Soal Tewasnya Sejumlah Anggota FPI

Komnas HAM angkat suara soal adanya peristiwa baku tembak antara polisi dengan anggota FPI hingga beberapa di antaranya ada yang tewas.

Polisi Selidiki Vidio Yang Diduga Hina Lambang Negara
Indonesia
Polisi Selidiki Vidio Yang Diduga Hina Lambang Negara

Banyak netizen yang melontarkan komentar negatif untuk perempuan yang memakai sweater berwarna biru tersebut.