MPR Desak Pemerintah Ambil Langkah Terkait RS Rujukan COVID-19 Penuh Wakil Ketua MPR RI Syarief Hasan. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/aww.)

MerahPutih.com - Pimpinan MPR meminta pemerintah mengambil langkah tegas dalam memotong rantai penyebaran COVID-19. Hal itu terkait jumlah kasus yang terus meningkat berimbas pada pelayanan rumah sakit (RS) rujukan yang tidak lagi mampu menampung pasien di beberapa daerah, khususnya Jabodetabek.

"Pandemi COVID-19 belum menunjukkan pelandaian kasus, data dari Satgas Penanganan COVID-19 menunjukkan terjadi kenaikan kasus positif harian tertinggi selama pandemi yang mencapai 9.321 kasus pada Kamis (7/1). Sehingga, total kasus menjadi 797.723 kasus dengan 23.520 diantaranya meninggal dunia," kata Wakil Ketua MPR Syarief Hasan dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (8/1). Data terakhir, per hari ini, penambahan kasus mencapai 10.617.

Hal itu, menurut dia, berakibat ketersediaan tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) ruang Intensive Care Unit (ICU) di RS Rujukan Jabodetabek terisi 100 persen.

Baca Juga:

Lahan Makam Penuh, DKI Pakai Sistem Tumpang

Pada akhirnya, kata Syarief, banyak pasien COVID-19 yang tidak mendapatkan kamar dan terpaksa duduk beberapa hari, bahkan ada beberapa kasus pasien gejala berat yang meninggal dunia karena terlambat tertolong disebabkan kapasitas RS Rujukan yang sudah penuh.

"Masalah ini harus diselesaikan dari hulu, masalah pelayanan RS Rujukan ini muncul karena penyebaran COVID-19 tidak bisa ditekan, sehingga RS Rujukan kewalahan menerima pasien. Pemerintah harus mengambil langkah tegas memutus penyebaran pandemi COVID-19 ini," ujarnya, seperti dikutip Antara.

Dia mendorong pemerintah memberikan perhatian terhadap infrastruktur RS Rujukan di Indonesia yang menjadi pusat penanganan COVID-19, sehingga perlu didukung dengan peningkatan infrastruktur dan fasilitas seperti tempat tidur di ruang ICU.

Ruangan isolasi khusus untuk wabah virus corona di RSUP Dr Wahidin Sudirohusodo, Makassar, Sabtu (2/1/2021) ANTARA/Abriawan Abhe
Ruangan isolasi khusus untuk wabah virus corona di RSUP Dr Wahidin Sudirohusodo, Makassar, Sabtu (2/1/2021) ANTARA/Abriawan Abhe

Menurut di, yang menjadi catatan, terbatasnya infrastruktur RS itu menyebabkan para tenaga medis mengalami stres dan kondisi yang sangat terganggu fisik dan mentalnya.

Dia juga mendorong pemerintah untuk memperbanyak fasilitas rumah isolasi mandiri mild moderate yang sesuai standar.

"Fasilitas isolasi mandiri untuk pasien bergejala ringan dapat mengurangi beban RS Rujukan, sehingga fokus pada penanganan pasien COVID-19 dengan gejala berat," katanya.

Politikus Partai Demokrat itu juga mendorong pemerintah mengoptimalkan data satu pintu untuk meminimalisasi penumpukan pada RS Rujukan tertentu.

Baca Juga:

Rumah Sakit Terancam Penuh akibat Peningkatan Tajam Pasien Corona

Menurut dia, salah satu masalah adalah data yang belum terintegrasi dengan baik. Ada RS Rujukan yang sudah penuh, namun selalu mendapat pasien rujukan, sehingga menyebabkan penumpukan pasien.

"Pandemi COVID-19 harus menjadi pembelajaran bagi pemerintah untuk lebih tegas. Pemerintah harus lebih tegas dalam melakukan pembatasan sosial dan penegakan protokoler kesehatan untuk memotong hulu masalah ini," katanya.

Syarief mendorong pemerintah segera melakukan finalisasi terkait vaksin COVID-19 dan harus segera menyelesaikan uji klinis, uji kelayakan, dan uji kehalalan vaksin, sehingga vaksinasi dapat segera dilakukan. (*)

Baca Juga:

Kasus COVID-19 Naik, Pembelajaran Tatap Muka di Kota Bogor Ditunda

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Dear Pak Anies, Segera Tarik Rem Darurat
Indonesia
Dear Pak Anies, Segera Tarik Rem Darurat

"Segera tarik rem darurat. Laksanakan PSBB ketat agar lonjakan kasus COVID-19 bisa diredam, jangan sampai menyesal belakangan," ujar Anthony

[HOAKS atau FAKTA]: Kebakaran Kilang Cilacap Menyebabkan Kelangkaan BBM
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Kebakaran Kilang Cilacap Menyebabkan Kelangkaan BBM

Beredar sebuah narasi melalui akun Twitter @S4H4B4T6 yang mengatakan bahwa terdapat kemungkinan terjadi kelangkaan minyak.

Mudahkan Urus Surat Pengantar RT, Bank DKI Hadirkan JakOne Erte
Indonesia
Mudahkan Urus Surat Pengantar RT, Bank DKI Hadirkan JakOne Erte

Bank DKI melakukan segala upaya untuk mempermudah urusan warga dengan menghadirkan aplikasi JakOne Erte.

Para Jenderal Diminta Enggak Usah Lobi Sana-sini, Jokowi Tahu Kapolri yang Bagus
Indonesia
Para Jenderal Diminta Enggak Usah Lobi Sana-sini, Jokowi Tahu Kapolri yang Bagus

Kapolri Jenderal Idham Azis akan pensiun akhir Januari 2021

Ketua MPR Apresiasi Capaian Polri di Bawah Kepemimpinan Listyo Sigit
Indonesia
Ketua MPR Apresiasi Capaian Polri di Bawah Kepemimpinan Listyo Sigit

Polri dinilai telah sukses meningkatkan pelayanan publik

Segudang Masalah Hiasi Peringatan Hari Anak Nasional
Indonesia
Segudang Masalah Hiasi Peringatan Hari Anak Nasional

Setiap tanggal 23 Juli diperingati sebagai Hari Anak Nasional. Namun, segundang masalah masih dihadapi oleh anak-anak di Indonesia.

Pendaftaran CPNS Solo Ditutup, Dokter Spesialis sampai Teknisi Komunikasi Minim Pelamar
Indonesia
Pendaftaran CPNS Solo Ditutup, Dokter Spesialis sampai Teknisi Komunikasi Minim Pelamar

Pendaftaran CPNS nasional termasuk Solo awalnya ditutup sampai 21 Juli. Kemudian diperpanjang sampai 26 Juli kemarin.

Di Tengah Pandemi, Diagnos Laboratorium Bukukan Laba 486 Persen
Indonesia
Di Tengah Pandemi, Diagnos Laboratorium Bukukan Laba 486 Persen

PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk (DGNS) berhasil membukukan laba bersih sebesar 468 persen atau Rp52 miliar sepanjang 2020.

7 Persen Warga Tetap Ingin Mudik, Zona Merah COVID-19 Harus Diantisipasi
Indonesia
7 Persen Warga Tetap Ingin Mudik, Zona Merah COVID-19 Harus Diantisipasi

Seluruh gubernur, maupun bupati/walikota segera melakukan pembentukan dan mengoptimalkan posko COVID-19 dalam mengantisipasi tradisi mudik.