Motif Pembentukan Gerakan KAMI Dipertanyakan Deklarasi KAMI di Tugu Proklamasi, Selasa (18/8). Foto: MP/Ponco

MerahPutih.com - Direktur Eksekutif Segitiga Institute, M. Sukron mempertanyakan motif gerakan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) yang telah dideklarasikan oleh sejumlah tokoh, seperti Din Syamsuddin dan kawan-kawan beberapa waktu lalu.

"Kalau KAMI itu murni gerakan moral, harusnya ketika deklarasi kemarin, jangan ada poster yang menyuarakan pemakzulan presiden. Apalagi, ada tokoh seperti Gatot Nurmantyo yang pada tahun 2019 gagal jadi calon presiden," ucap Sukron dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (27/8)

Baca Juga

Promo Gajian KA Logawa, Harga Tiket Mulai Rp120 Ribu

Terkait sindiran Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri terkait dengan banyak yang ingin jadi presiden, menurut Sukron, sangatlah kontekstual.

Berbagai kritik dan usulan yang disampaikan KAMI nyatanya berujung pada desakan agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) mundur.

"Jadi, sindiran yang disampaikan Bu Mega itu sangat mengena," ujarnya dilansir Antara

Deklarasi KAMI di Tugu Proklamasi, Selasa (18/8). Foto: MP/Ponco
Deklarasi KAMI di Tugu Proklamasi, Selasa (18/8). Foto: MP/Ponco

Sukron menilai apa yang dilakukan oleh KAMI saat ini akan mengingatkan publik atas salah satu tokoh yang membentuk Ormas Nasional Demokrat. Kala itu menggandeng sejumlah tokoh, termasuk Anies Baswedan yang saat ini ormas itu telah berubah menjadi partai.

"Jadi, perlu kita mencatat soal kemurnian gerakan ini. Kalau memang dia gerakan moral, dia tidak akan berubah menjadi partai seperti NasDem dulu," paparnya.

Untuk diketahui, presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri mengomentari deklarasi dan pernyataan sikap KAMI. Menurut dia, KAMI sepertinya refleksi banyaknya orang yang ingin menjadi presiden.

Komentar Megawati itu disampaikan dalam pidatonya di pembukaan Sekolah Calon Kepala Daerah (Cakada) Gelombang II Menuju Pilkada Serentak 2020 secara daring, Rabu (26/8).

"'Kan suka begitu sekarang. Saya suka ketawa. 'Kan banyak orang ini 'kan, kemarin-kemarin ada pemberitaan, ada orang yang bentuk KAMI," ujar Megawati.

Baca Juga

Live Musik di Restoran Diizinkan Tapi tidak Boleh Hadirkan Penyanyi Terkenal

Ia melanjutkan, "Wah, KAMI itu kayaknya banyak banget yang kepingin jadi presiden. Ya, daripada bikin seperti itu, kenapa, ya, dari dulu nggak cari partai?"

Megawati menegaskan bahwa aturan di Indonesia sesuai dengan tata kenegaraan pemerintahan. Untuk mengikuti pemilu maupun pilkada, lanjut dia, seseorang harus mendapatkan dukungan partai politik. (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
TNI-Polri akan Berikan Edukasi Warga soal Protokol Kesehatan di Tempat Wisata
Indonesia
TNI-Polri akan Berikan Edukasi Warga soal Protokol Kesehatan di Tempat Wisata

TNI-Polri bakal melakukan pengamanan dan pendisiplinan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan di tempat wisata tersebut.

Pimpinan KPK Angkat Bicara Soal Isu Liar Kebakaran Gedung Kejagung
Indonesia
Pimpinan KPK Angkat Bicara Soal Isu Liar Kebakaran Gedung Kejagung

Terlebih, saat ini pihak kepolisian bekerjasama dengan para petugas Damkar tengah mencari pemicu terjadinya kebakaran

Hamas-Israel Sepakat Hentikan Serangan di Perbatasan Gaza
Indonesia
Hamas-Israel Sepakat Hentikan Serangan di Perbatasan Gaza

Kelompok gerilyawan Palestina, Hamas dan Israel sepakat menghentikan eskalasi serangan di sepanjang perbatasan Israel-Gaza.

Tanggapan Menko Polhukam Terkait Protes Buruh soal Omnibus Law
Indonesia
Tanggapan Menko Polhukam Terkait Protes Buruh soal Omnibus Law

Omnibus law hanyalah metode untuk mensinkronkan aturan hukum yang menghambat penanganan masalah.

Warga Disarankan Gugat Pemprov DKI Terkait Banjir
Indonesia
Warga Disarankan Gugat Pemprov DKI Terkait Banjir

Anggota Tim Advokasi Banjir Jakarta 2020 Azas Tigor Nainggolan mengatakan, gugatan ini sebagai upaya hukum dari masyarakat agar ada efek jera atau pembelajaran bagi pemangku kebijakan terkait.

Sambut 10 November, Pemuka Agama Diminta Sampaikan Khotbah Bertema Pahlawan
Indonesia
Sambut 10 November, Pemuka Agama Diminta Sampaikan Khotbah Bertema Pahlawan

Anjuran ini berlaku bagi semua agama di Indonesia

Warga Cilincing Sempat Rusak Rumah Pompa Bulak Cabe, Ini Gara-garanya!
Indonesia
Warga Cilincing Sempat Rusak Rumah Pompa Bulak Cabe, Ini Gara-garanya!

“Namun air yang datang extreme jumlahnya, sehingga dibutuhkan waktu untuk mengeringkannya,” ujarnya.

[HOAKS atau FAKTA]: Donald Trump Dieksekusi Keluar dari Gedung Putih
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Donald Trump Dieksekusi Keluar dari Gedung Putih

Pria itu sebenarnya adalah Anthony Atamanuik yang membuat program “The President Show”.

BMKG Minta Masyarakat Pesisir Jabar-Yogyakarta Waspadai Banjir Pasang
Indonesia
BMKG Minta Masyarakat Pesisir Jabar-Yogyakarta Waspadai Banjir Pasang

Tinggi gelombang di perairan selatan Jabar-Yogyakarta maupun Samudra Hindia selatan Jabar-Yogyakarta diprakirakan mencapai 4-6 meter atau masuk kategori sangat tinggi.

Pulihkan Ekonomi, UMKM Sudah Nikmati Penjaminan Kredit
Indonesia
Pulihkan Ekonomi, UMKM Sudah Nikmati Penjaminan Kredit

Pemerintah sendiri mengalokasikan Rp695,20 triliun, sebanyak Rp123,46 triliun diantaranya untuk mendukung UMKM.