Motif Kopda M yang Diduga 4 Kali Mencoba Bunuh Istrinya Konferensi pers kasus penembakan istri anggota TNI di Semarang. (Foto: Antara)

MerahPutih.com - Polisi mengungkap Kopral Dua (Kopda) TNI M, suami Rina Wulandari, yang menjadi korban penembakan di depan rumah di Jalan Cemara III, Banyumanik, Kota Semarang, Jawa Tengah, Senin (18/7), merupakan otak dari pembunuhan istrinya sendiri.

Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol. Ahmad Luthfi menyatakan Kopda M, diduga sudah empat kali memerintahkan pembunuh bayaran untuk membunuh istrinya.

Baca Juga:

Kolonel Priyanto Terdakwa Pembunuhan Dua Remaja di Nagreg Jalani Sidang Vonis

"Sudah sekitar 1 bulan lalu suami korban memerintahkan dengan target menewaskan istrinya," katanya, dikutip dari Antara, Senin (25/7).

Dalam pengungkapan tindak pidana percobaan pembunuhan tersebut, polisi menangkap empat orang yang merupakan pelaku lapangan penembakan Rina Wulandari.

Upaya percobaan pembunuhan pertama, lanjut dia, dilakukan dengan cara meracuni korban. Ia menuturkan upaya percobaan lain dilakukan lewat upaya pencurian di rumah korban dengan target menghabisi nyawa korban.

"Ada pula upaya menewaskan korban dengan menggunakan santet," tambahnya.

Adapun motif suami korban melakukan upaya percobaan pembunuhan tersebut karena pelaku memiliki kekasih lain. Dari sejumlah saksi yang diperiksa penyidik, lanjut dia, terdapat seorang wanita berinisial W yang diduga sebagai kekasih Kopda M.

Saat ini, kata dia, Tim Gabungan TNI/ Polri masih memburu anggota Yonarhanud 15 tersebut. Kapolda mengimbau Kopda M untuk menyerahkan diri sebelum petugas gabungan melakukan tindakan tegas.

Dalam pengungkapan peristiwa percobaan pembunuhan Rina Wulandari, katanya, polisi telah menangkap empat pelaku yang diduga sebagai pembunuh bayaran dalam peristiwa itu.

Baca Juga:

Murderabilia, Ketika Barang Bukti Kasus Pembunuhan Jadi Koleksi

Selain itu, paparnya, satu pelaku merupakan penyedia senjata api beserta empat butir yang digunakan untuk eksekutor penembakan.

Rina Wulandari (34), istri seorang anggota TNI, ditembak orang tak dikenal di depan rumahnya, Jalan Cemara III, Banyumanik, Kota Semarang, Senin (18/7). Istri anggota Yonarhanud 15, Kopda M, tersebut ditembak dua kali di bagian perut.

Kasad, Jenderal TNI Dudung Abdurachman, mengapresiasi dan memberi penghargaan kepada Kapolrestabes Semarang Kombes Pol. Irwan Anwar dan Komandan Kodim (Dandim) 0733 Kota Semarang Letkol Honi Havana atas pengungkapan kasus penembakan istri anggota TNI di Semarang.

Secara keseluruhan, terdapat 50 anggota Polrestabes Semarang dan 24 anggota Kodam IV/ Diponegoro yang merupakan anggota tim gabungan pengungkapan perkara itu.

"Penghargaan untuk kepolisian secara khusus yang bereaksi cepat dengan Tim TNI AD," katanya. (*)

Baca Juga:

Polisi Hentikan Penyidikan Korban Begal Jadi Tersangka Pembunuhan

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Waspada, Penambahan Kasus COVID-19 Capai 850 Dalam 24 Jam
Indonesia
Waspada, Penambahan Kasus COVID-19 Capai 850 Dalam 24 Jam

Informasi kurang mengenakan kembali datang dari laporan harian penambahan kasus COVID-19.

Banjir 1,2 Meter Rendam Kebon Pala Jakarta Timur
Indonesia
Banjir 1,2 Meter Rendam Kebon Pala Jakarta Timur

BMKG memprakirakan bahwa sejumlah kota besar di Indonesia akan diguyur hujan dengan berbagai intensitas pada Senin.

24 Ribu Lebih Orang Tekan Petisi Batalkan Aturan JHT Baru Cair Usia 56 Tahun
Indonesia
24 Ribu Lebih Orang Tekan Petisi Batalkan Aturan JHT Baru Cair Usia 56 Tahun

"Mari kita suarakan bersama-sama untuk tolak dan #BatalkanPermenakerNomor 2/2022 tentang Tata Cara dan Persyaratan Pembayaran Manfaat Jaminan Hari Tua," tulis petisi itu, Jumat (11/2) malam.

Pemilu 2024 Jadi Perhatian Dewan Pers Periode 2022-2025
Indonesia
Pemilu 2024 Jadi Perhatian Dewan Pers Periode 2022-2025

Ketua Dewan Pers periode sebelumnya M Nuh telah menyampaikan tantangan pers ke depan, yakni maraknya hoaks, dan hal itu juga tetap menjadi salah satu perhatian dari Dewan Pers.

Sopir TransJakarta Tewas Ditusuk Orang tak Dikenal
Indonesia
Sopir TransJakarta Tewas Ditusuk Orang tak Dikenal

Kapolsek Ciracas Komisaris Jupriono mengatakan, peristiwa penusukan itu terjadi pada Selasa pukul 23.30 WIB.

Komnas HAM Temukan Perintah Sambo Hilangkan Jejak Digital Pembunuhan Brigadir J
Indonesia
Komnas HAM Temukan Perintah Sambo Hilangkan Jejak Digital Pembunuhan Brigadir J

Komnas HAM menemukan adanya perintah dari mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo untuk menghilangkan jejak digital

Biaya Logistik Jadi Penyebab Harga Minyak Goreng di Papua Rp 20 Ribu
Indonesia
Biaya Logistik Jadi Penyebab Harga Minyak Goreng di Papua Rp 20 Ribu

Kemendag mengakui masih ada sejumlah wilayah Indonesia yang menjual minyak goreng curah di atas harga eceran tertinggi (HET).

IDI Sebut Ganja untuk Medis Perlu Kajian Mendalam
Indonesia
IDI Sebut Ganja untuk Medis Perlu Kajian Mendalam

Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), M Adib Khumaidi mengatakan ganja untuk pengobatan medis perlu melalui tahapan kajian yang mendalam.

Diduga Sindir Puan, AHY: Demokrat Tidak Boleh Pura-pura Menangis
Indonesia
Diduga Sindir Puan, AHY: Demokrat Tidak Boleh Pura-pura Menangis

"Demokrat tidak boleh menangis. Demokrat tidak boleh pura-pura menangis. Yang menangis rakyat, ini bukan rekayasa. Ini kita temui setiap saat," ujar AHY

Kejagung Periksa Eks Menkominfo Rudiantara Terkait Kasus Satelit Kemhan
Indonesia
Kejagung Periksa Eks Menkominfo Rudiantara Terkait Kasus Satelit Kemhan

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Leonard Eben Ezer Simanjuntak menyatakan, pihaknya menggali keterangan mantan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara pada Jumat (11/2).