Motif Kivlan Zen Incar Nyawa Yunarto Wijaya Versi Ahli Intelijen TMayjen TNI (Purn) Kivlan Zen menyuruh sejumlah eksekutor untuk membunuh Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya, hal ini terungkap lewat pengakuan tersangka kepada penyidik (antaranews)

MerahPutih.com - Kelompok Mayjen (Purn) Kivlan Zen menargetkan pembunuhan 4 tokoh nasional dan satu pemimpin lembaga survei. Direktur Charta Politica Yunarto Wijaya yang ikut menjadi target pembunuhan menjadi unik karena bisa dibilang baru pertama kali terjadi di Indonesia.

Pengamat Intelijen Stanislaus Riyanta membedah pertimbangan Kivlan Zen kenapa mengincar nyawa Yunarto dan bukan penyelenggara survei lainnya. Menurut dia, keakuratan hasil survei yang dilansir Charta Politica menjadi alasannya, khususnya terkait hitung cepat hasil Pilpres 17 Mei lalu.

BACA JUGA: Hubungan Kivlan Zen dan 'Pembunuh Bayaran'

Stanislaus juga melihat hasil survei yang dirilis Charta Politica sukses membentuk opini publik. Terlebih, Yurnarto juga mumpuni dalam beragumen menjabarkan sekaligus membuktikan validitas hasil survei yang dipublikasikan.

"Prediksinya tepat sehingga dia dianggap sebagai pembuat framming. Cerdas ketika menjelaskan hasil survei, tak terbantahkan," kata Stanislaus kepada MerahPutih.com, semalam.

tani
Pengamat Intelijen dan Keamanan Stanislaus Riyanta. (FOTO: Kiriman Stanislaus Riyanta/Dok-Pribadi).

Lebih jauh, Stanislaus juga menunjukkan ada satu latar belakang Yunarto yang juga menjadi titik lemah sehingga menjadi incaran kelompok Kivlan Zen. "Dia adalah minoritas," tegas ahli Intelijen itu.

Berdasarkan catatannya, Stanislaus mengakui memang baru kali ini ada kasus rencana pembunuhan yang menargetkan pemilik lembaga survei karena tidak lepas dari fenomena hitung cepat saat Pilkada dan Pemilu. "Mereka (pelaku) menganggap quick count ini framming," tuturnya.

BACA JUGA: Tak Tahan Terus Diteror, Yunarto Wijaya Polisikan 5 Akun Medsos

Dia pun mengingatkan situasi ini juga menjadi lampu kuning bagi aparat keamanan untuk menjamin keselamatan pelaku survei yang basisnya sebetulnya bertujuan akademis. "Ini harus diungkap, kok masalah akademis diancam-ancam," tutup Stanislaus.

Perintah Kivlan Zen untuk menghabisi nyawa Yunarto diungkap Irfansyah yang berperan sebagai eksekutor dalam video jumpa pers yang dilansir di Kemenko Polhukam kemarin. Bahkan, Wadir Reskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Ade Ary menjelaskan pelaku dijanjikan uang Rp5 juta jika berhasil membunuh bos Charta Politica itu.

Yunarto
Caption

Sebaliknya, Yunarto sendiri melalui akun twitternya @yunartowijaya menyatakan tidak pernah dendam terhadap perencana maupun eksekutor yang akan menghabisi nyawanya. Ia bahkan sudah memaafkan para pelaku yang mengincar dirinya.

"Sama seperti yang pernah saya tulis, sudah tak ada dendam lagi dari saya dan keluarga baik buat yang jadi perencana ataupun eksekutor," kata Yunarto Wijaya seperti dikutip melalui akun Twitternya, Selasa (11/6).

BACA JUGA: Diperintah Kivlan Zen Habisi Nyawa Yunarto Wijaya, Pelaku Diimingi Uang Rp 5 Juta

Dengan terbongkarnya rencana pembunuhan terhadapnya, dia mengakui mendapatkan banyak pelajaran berharga mengenai kasih dan memaafkan orang yang memusuhinya.

"Dari situasi-situasi seperti ini saya belajar tentang apa itu kasih, termasuk ketika bisa maafkan yang memusuhi kita. Ayo terus mencintai Indonesia," tutup Yunarto Wijaya dalam kicauannya. (Knu)


Tags Artikel Ini

Wisnu Cipto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH