Moonton dan Garudaku Akademi Dorong Pertumbuhan Ekosistem Esports Indonesia

Andreas PranataltaAndreas Pranatalta - Selasa, 22 November 2022
Moonton dan Garudaku Akademi Dorong Pertumbuhan Ekosistem Esports Indonesia
Kerja sama antara Moonton Indonesia dan Garudaku Akademi. (Foto: PB ESI)

PERKEMBANGAN industri esports semakin pesat secara global, termasuk Indonesia. Menurut data Global Games Market Report 2021, Indonesia menempati posisi 17 pasar game terbesar dengan pertumbuhan yang sangat cepat.

Data ini kemudian diperkuat di Indonesia Esports Industry Outlook 2021. Menurut data dari Evos Esports, dari total 274,5 juta gamers di Asia Tenggara, Indonesia berkontribusi besar sekitar 43 persen terhadap total tersebut. Selain itu, Indonesia juga menyumbang pendapatan terbesar senilai USD 2,08 miliar atau sekira Rp 30 triliun.

Tingginya jumlah gamers dan jumlah pendapatan ini menjadi indikasi bahwa industri esports memiliki potensi yang cukup besar di Indonesia. Sayangnya, Kementerian Komunikasi dan Informatika menyatakan bahwa masih ada 108 juta orang yang belum tersentuh ponsel pintar, terutama di perdesaan.

Baca juga:

Terima Kunjungan Sekjen IESF, PBESI Paparkan Agenda Kejuaraan Dunia Esports 2022

Moonton dan Garudaku Akademi Dorong Pertumbuhan Ekosistem Esports Indonesia
Siap melahirkan talenta baru. (Foto: PB ESI)

Berangkat dari masalah ini, Moonton sebagai perusahaan yang ikut berkontribusi di industri game dan digital Indonesia, memiliki tanggung jawab untuk mengurangi kesenjangan akses digital di perdesaan. Maka Moonton Games berkolaborasi bersama Garudaku Akademi meluncurkan program Moonton Cares bertajuk "Membina Sang Legenda".

"Ada 210 siswa dari tujuh sekolah di Jawa Timur, yang tergabung dalam program kolaborasi Moonton Cares dan Garudaku Akademi. Kami akan memfasilitasi program pembinaan esports akademi yang di dalamnya mencakup berbagai program untuk pembekalan para siswa-siswa yang mempunyai minat terjun ke industri esports," kata Public Relations & Communications Manager of Moonton Indonesia, Azwin Nugraha, dalam siaran pers yang diterima Merahputih.com.

"Bukan cuma sebagai atlet esports, peluang lainnya adalah wasit, caster, manager, bahkan influencer atau content creator. Malang menjadi langkah pertama kami dalam mendorong pertumbuhan esports di Indonesia," sambungnya.

Dalam penandatanganan nota kerjasama antara Moonton dan Garudaku Akademi, juga diungkapkan bahwa Moonton akan membukakan akses digital dengan memberikan donasi ponsel pintar ke sekolah-sekolah.

Baca juga:

PBESI Ingin Esports Bantu Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Moonton dan Garudaku Akademi Dorong Pertumbuhan Ekosistem Esports Indonesia
Industri esports berkembang pesat. (Foto: Unsplash/Sean Do)

"Harapannya, agar siswa juga dapat langsung mempraktikan penggunaan telepon pintar dan bukan cuma belajar soal teori sehingga bisa langsung diimplementasikan di dunia nyata, khususnya pendidikan," tambah Azwin.

Seperti diketahui, Akademi Garudaku adalah akademi esports yang berdiri di bawah naungan Pengurus Besar Esports Indonesia untuk menjaring talenta esports dari dunia pendidikan.

Akademi Garudaku merupakan program strategis yang akan menjawab berbagai tantangan terkait pembangunan ekosistem esports berprestasi, berkarakter, dan berintegritas.

"Akademi Esports Garudaku melibatkan para akademisi dan praktisi di bidang esports, psikologi, public speaking, personal branding, kesehatan dan nutrisi, kebugaran fisik, serta hukum sebagai pengajar dan penyusun silabus serta materi pembelajaran dan pelatihan,” kata Kepala Progam Akademi Esports Garudaku, Robertus Aditya Pratomo Putro.

Sejak 2018, Moonton Games telah melahirkan ratusan atlet esports yang telah berkompetisi di level profesional Mobile Legends: Bang Bang Professional League (MPL) Indonesia dan juga Mobile Legends: Bang Bang Development League Indonesia. (and)

Baca juga:

PBESI Siapkan Bonus Rp 7 Miliar untuk Peraih Emas di SEA Games Vietnam

#Esports
Bagikan
Ditulis Oleh

Andreas Pranatalta

Stop rushing things and take a moment to appreciate how far you've come.
Bagikan