Monumen 3.000 Surat Pendengar Indonesia Tahun 60-an, Bukti Eksistensi Radio China Kantor China Radio Internasional (CRI) di Beijing. Foto:Reuters/Antara

MerahPutih.com - Kantor China Radio Internasional (CRI) di Beijing menjadikan tiga ribu surat pendengar dari Indonesia tahun 1960-an sebagai monumen berbentuk bola.

"Ini sengaja kami jadikan sebuah monumen, untuk membuktikan pendengar kami dari Indonesia cukup banyak pada waktu itu, meski tahun 1960-an hubungan Indonesia dan China kurang begitu baik," kata Perwakilan CRI Divisi Bahasa Indonesia Zhu Funing, di Beijing, Jumat (4/5).

Zhu menjelaskan 3.000 surat yang dijadikan monumen itu dikirimkan para pendengar Indonesia hanya dalam sebulan kala itu. Atas dasar itu, lanjut dia, radio China mulai memiliki program siaran khusus berbahasa Indonesia mulai 1 April 1970 untuk mengakomodasi pendengar setia dari Nusantara.

studio radio
Ilustrasi studio kantor berita radio. Foto: youtube

Buka Biro di Indonesia

CRI juga telah membuka kantor biro di Jakarta yang mulai beroperasi 1 Januari lalu. Hingga saat ini stasiun radio milik pemerintah China yang mempekerjakan 2.000 orang itu bersiaran bahasa Indonesia sebanyak tiga kali dalam sehari.

Seksi bahasa Indonesia di stasiun radio yang berdiri pada 3 Desember 1941 tersebut diawaki 18 staf, dua di antaranya berstatus warga negara Indonesia.

studio radio
Ilustrasi studio kantor berita radio. Foto: youtube

Kerja Sama Media

Direktur CRI Wilayah Asia Tenggara An Xiaoyu mengaku bangga dengan jumlah pendengar setia dari Indonesia yang begitu banyak hingga saat ini. Dia berharap hubungan masyarakat Tiongkok dan Indonesia bisa terus terjalin dengan baik dan harmonis melalui kerja sama media.

"Keberadaan CRI yang merupakan bagian dari pemerintah China bertujuan mengenalkan Tiongkok kepada Indonesia, dan dengan siaran berbahasa Indonesia kami juga ingin mengenalkan Indonesia kepada masyarakat Tiongkok," tutur bos Radio China itu.

CRI sudah tidak asing lagi dengan sejumlah pejabat dan tokoh di Indonesia. Bahkan, sejumlah reporternya pernah mewawancarai Wakil Presiden Muhammad Hatta, Presiden Megawati Soekarnoputri, dan Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam berbagai kesempatan saat mereka masih menjabat.

Di Indonesia, CRI yang menjadi bagian dari China International Broadcasting Network (CIBN) juga telah bekerja sama dengan beberapa media nasional seperti Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara, Tempo, Jawa Pos, dan Radio Elshinta. (*)


Tags Artikel Ini

Wisnu Cipto