Kesehatan

Moms, Waspadai Gagal Jantung setelah Melahirkan

Dwi AstariniDwi Astarini - Selasa, 05 September 2023
Moms, Waspadai Gagal Jantung setelah Melahirkan

Komplikasi gagal jantung berisiko menyerang ibu hamil dan pascapersalinan. (Foto: Pixabay_Greyerbaby)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PERJUANGAN seorang ibu tak berhenti pada proses persalinan. Masih ada tantangan berikutnya, yaitu proses menyusui dan merawat bayi newborn. Namun, bagi beberapa ibu, tantangan itu makin berat akibat mengalami komplikasi pascapersalinan. Kasus yang sering terjadi ialah pendarahan baik itu pada persalinan pervaginam atau operasi caesar. Ada juga kasus yang masih jarang terdengar, tapi presentasinya cukup tinggi untuk ibu melahirkan mengalami komplikasi ini, yaitu gagal jantung pascapersalinan.

Menurut Clevelandclinic, sebenarnya komplikasi pascapersalinan bukan hal yang mengherankan bagi dunia medis. Meski demikian, kondisi ini tetap masuk kategori kasus tak umum. Apalagi komplikasi pascapersalinan sama berbahayanya dengan proses persalinan itu sendiri. Salah satu komplikasi pascapersalinan yang gejalanya termasuk ringan sehingga sering diabaikan yakni gagal jantung pascapersalinan atau kardiomiopati (PPMC). Jika kamu mengalami gejala berikut, segera periksa agar terhindar dari komplikasi yang lebih parah.

BACA JUGA:

Sembuh Cepat Pasca Persalinan Pervaginam dengan DIY Padsicle

1. Kesulitan bernapas

gagal jantung
Gagal jantung akibat komplikasi masa kehamilan dan pasca persalinan seringkali diabaikan. (Foto: Pixabay_Myriams-Fotos)

Apakah setelah melahirkan kamu mengalami kesulitan bernapas? Karena normalnya lebih cepat merasa lelah pasca persalinan wajar-wajar saja tetapi kalau rasa lelah tersebut dibarengi dengan sesak napas artinya kamu mengalami komplikasi. Gagal jantung pasca persalinan tentu saja menyebabkan penumpukkan cairan di area alveolus yang seharusnya membawa cadangan oksigen dari jantung. Karena kekurangan oksigen, komplikasi ini menyebabkan penderita mengalami gejala sesak napas hampir sepanjang waktu.

2. Kaki membengkak

Komplikasi gagal jantung pasca persalinan tak hanya menghambat distribusi oksigen yang dipompa oleh jantung. Hampir seluruh saluran pembuluh darah tersumbat sehingga banyak cairan yang terjebak di beberapa area dan menyebabkan bengkak di bagian tangan dan kaki. Pada ibu hamil, gejala bengkak di area tangan dan kaki bisa disebabkan oleh dua hal yaitu preeklamsia dan gagal jantung.

BACA JUGA:

Burger 'Perangsang Persalinan' Jadi Incaran Para Bumil

3. Buang air kecil berlebihan

Masalah pada kandung kemih pada ibu hamil dan pasca persalinan memang merupakan hal yang biasa. Bagaimana tidak? Kandung kemih tertindih janin yang berkembang selama sembilan bulan 10 hari sehingga otot-otot yang merangsang untuk mengeluarkan air seni sementara waktu tidak bekerja seperti semestinya. Biasanya setelah melahirkan, kandung kemih butuh beberapa waktu untuk bisa kembali ke kondisi semula. Tetapi jika selama berbulan-bulan bahkan tahunan setelah melahirkan kamu masih mengalami masalah kandung kemih, bisa jadi itu pertanda adanya komplikasi gagal jantung.

4. Bahu selalu pegal tanpa sebab

kehamilan
Rutin periksa kehamilan untuk mendeteksi dini jika ada komplikasi. (Foto: Pixabay_Pexels)

Ibu akan merasakan kelelahan karena kehabisan energi pasca persalinan ditambah harus langsung mengurus bayi baru lahir 24/7. Tapi tenang saja bund, seiring berjalannya waktu kekuatan tubuh akan berangsur kembali karena tubuh semakin pulih. Sayangnya beberapa komplikasi pasca persalinan seperti gagal jantung memiliki gejala kelelahan berlebihan terutama area bahu yang selalu pegal sepanjang waktu.(Mar)

BACA JUGA:

Pil untuk Depresi Pascapersalinan Dapatkan Izin Edar di AS

#Kesehatan #Kesehatan Ibu Hamil
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
ShowBiz
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Tanpa ragu, Jisoo mengambil sekotak susu kedelai.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Indonesia
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Pada rentang waktu yang sama, katanya, gagal ginjal menduduki urutan kedua, dengan total biaya sebesar Rp 83,8 triliun yang dikeluarkan untuk membayar pelayanan kesehatan 81,2 juta kasus.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Indonesia
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Sekolah diminta tidak menjalankan aktivitas luar ruangan seolah kualitas udara dalam kondisi normal.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Bagikan