Momentum Hari Lahir Pancasila, Jokowi Minta Waspadai Ideologi Transnasional Radikal Presiden Jokowi memimpin upacara peringatan Hari Lahir Pancasila, 1 Mei 2021, dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat. (Foto: MP/YouTube Sekretariat Presiden)

MerahPutih.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memimpin upacara peringatan Hari Lahir Pancasila, 1 Mei 2021, dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat.

Kegiatan ini digelar secara daring dan luring dari berbagai lokasi, antara lain Istana Kepresidenan Bogor dan Gedung Pancasila, Jakarta Pusat.

Dalam upacara turut hadir pula Wakil Presiden Ma'ruf Amin, Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri, Wakil Presiden RI ke-6 Try Sutrisno, Ketua MPR Bambang Soesatyo, Ketua DPR Puan Maharani, Ketua DPD La Nyalla Mattalitti, Ketua MA Muhammad Syarifuddin, Ketua MK Anwar Usman, Ketua KY Mukti Fajar, dan Ketua BPK Agung Firman Sampurna secara daring.

Baca Juga:

Jokowi Jadi Inspektur Upacara Peringatan Virtual Hari Lahir Pancasila

Dalam acara peringatan Hari Lahir Pancasila ini, Ketua MPR Bambang Soesatyo bertugas membacakan naskah Pancasila. Sementara itu, Ketua DPR Puan Maharani membacakan naskah Pembukaan UUD 1945.

Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi meminta kepada semua pihak untuk waspada terkait meningkatnya rivalitas. Termasuk rivalitas antarpandangan, rivalitas antarnilai-nilai, dan rivalitas antarideologi.

"Ideologi transnasional cenderung semakin meningkat, memasuki berbagai semua lini kehidupan masyarakat, dengan berbagai cara dan berbagai strategi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi juga memengaruhi lanskap kontestasi ideologi," pesan Jokowi saat memimpin upacara peringatan Hari Lahir Pancasila 2021 di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (1/6).

Presiden Jokowi. (Foto: Antara/Biro Pers Setpres)
Presiden Jokowi. (Foto: Antara/Biro Pers Setpres)

Jokowi melanjutkan, ideologi transnasional radikal kini semakin menggila sampai ke pelosok-pelosok negeri, seiring dengan kemajuan teknologi yang semakin canggih.

"Ketika konektivitas 5G melanda dunia, interaksi dunia juga akan semakin mudah dan cepat. Kemudahan ini bisa digunakan ideologi-ideologi transnasional radikal untuk merambah ke seluruh pelosok Indonesia, ke seluruh kalangan, dan ke seluruh usia, tidak mengenal lokasi dan waktu," papar dia.

Baca Juga:

Komnas HAM Minta Stigma Tidak Pancasilais Terhadap 75 Pegawai KPK Disetop

Menurutnya, kecepatan ekspansi ideologi transnasional radikal bisa melampaui standar normal ketika memanfaatkan disrupsi teknologi.

"Walaupun Pancasila telah menyatu dalam kehidupan kita sepanjang Republik Indonesia ini berdiri, tantangan yang dihadapi Pancasila tidaklah semakin ringan. Globalisasi dan interaksi antarbelahan dunia tidak serta-merta meningkatkan kesamaan pandangan dan kebersamaan," tuturnya.

Momentum peringatan Hari Lahir Pancasila ini dapat dimanfaatkan bangsa Indonesia untuk mengokohkan nilai-nilai Pancasila. (Asp)

Baca Juga:

PKS Nilai Pancasila Disalahgunakan untuk Pecah Belah Persatuan Bangsa

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Survei Edelman Tegaskan Jika Lingkungan Kerja Berubah
Indonesia
Survei Edelman Tegaskan Jika Lingkungan Kerja Berubah

Dengan bisnis mulai melakukan perencanaan pemulihan ekonomi, bekerja kembali di kantor terus menjadi kekhawatiran bagi 50 persen pekerja.

Calon Kapolri Pastikan Polisi Tak Akan Dijadikan Alat Penguasa
Indonesia
Calon Kapolri Pastikan Polisi Tak Akan Dijadikan Alat Penguasa

Calon tunggal Kapolri Komjen Listyo Sigit Prabowo memastikan jajaran kepolisian tidak boleh menjadi alat kekuasaan.

Dasar dan Alasan PPATK Blokir Aktivitas Rekening Bank FPI
Indonesia
Dasar dan Alasan PPATK Blokir Aktivitas Rekening Bank FPI

Tindakan yang dilakukan oleh PPATK dimaksud merupakan tindakan yang diberikan oleh Undang-Undang untuk mencegah adanya upaya pemindahan atau penggunaan dana dari rekening.

Jokowi Tunjuk Airlangga Pimpin Sherpa Track G20
Indonesia
Jokowi Tunjuk Airlangga Pimpin Sherpa Track G20

Sherpa Track G20 membahas isu ekonomi non-keuangan seperti energi, pembangunan, pariwisata, ekonomi digital, pendidikan, tenaga kerja, pertanian, perdagangan, investasi, industri, kesehatan, anti korupsi, lingkungan, dan perubahan iklim.

Digusur Ahok, Kampung Akuarium Dibangun Kembali Anies
Indonesia
Digusur Ahok, Kampung Akuarium Dibangun Kembali Anies

Rencana penataan tersebut menggunakan pendekatan community action plan (CAP) atau perencanaan pastisipatif masyarakat.

Sespri Edhy Prabowo Rekayasa Posisi Komisaris Perusahaan Penampung Suap Benur
Indonesia
Sespri Edhy Prabowo Rekayasa Posisi Komisaris Perusahaan Penampung Suap Benur

Sekretaris Pribadi (Sespri) mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo, Amiril Mukminin, merekayasa posisi Komisaris PT Aero Citra Kargo (ACK).

DPR Minta Rencana Pemerintah Revisi UU ITE Tak Sekadar Harapan Palsu
Indonesia
DPR Minta Rencana Pemerintah Revisi UU ITE Tak Sekadar Harapan Palsu

Revisi UU ITE dinilai tepat karena yang terjadi selama ini dianggap memicu kegaduhan dan membuat citra pemerintah negatif.

Mantan Presiden India Meninggal Karna COVID-19
Indonesia
Mantan Presiden India Meninggal Karna COVID-19

India yang merupakan negara terpadat kedua di dunia, mencatat lonjakan kasus harian COVID-19 tertinggi secara global.

Hadiri KLB, Ketua DPD dan DPC di Kepulauan Riau Dipecat AHY
Indonesia
Hadiri KLB, Ketua DPD dan DPC di Kepulauan Riau Dipecat AHY

Partai Demokrat tidak akan mengambil kebijakan berujung pemberhentian, apabila kader partai bekerja dengan baik.

Listyo Sigit 'Langkahi' Dua Angkatannya, Kompolnas: Semua Pasti Menerima
Indonesia
Listyo Sigit 'Langkahi' Dua Angkatannya, Kompolnas: Semua Pasti Menerima

Presiden Jokowi telah mempertimbangkan dengan matang hal tersebut