Momen Maaf-Maafan Halabihalal Video Conference Berubah Pamer Keterampilan Anak Mamah muda cenderung "gatel" pamer keahlian anaknya (Sumber: Pexels/Andrea piacquadio)

"ASSALAMUALAIKUM Yangti (Eyang Putri)! Minal aidin wal faizin. Maaf belum bisa ke Semarang," sahut suara di ujung kiri bawah sambungan video call whatsapp. "Wa'alaikumsalam! Ya ampun Rashya udah gede banget sekarang. Udah bisa apa, sayang?" balas Yangti lewat layar ponselnya.

Baca Juga:

Alasan Minta Maaf Paling Basi Ketika Lupa Hari Ulang Tahun Pasangan

Yangti sama sekali belum pernah bertemu cucunya secara langsung terkejut melihat Rashya, cucunya, semakin besar dan menggemaskan.

"Iya nih Yangti, Rashya udah pinter duduk sendiri," timpal ibunya sambil mendudukan putranya di hadapan lyara ponsel ,meski badannya terlihat belum stabil saat duduk.

"Eh? Emang gapapa? Emang tulangnya udah kuat? Kan Rashya masih empat bulan," ujar sang Nenek khawatir.

"Udah kok. Ayo kasih liat Uti, Rashya," bujuk ibunya sambil mendorong pelan tubuh anaknya supaya bisa duduk tegak.

Tidak lama kemudian panggilan video tersambung ke pihak lain melakukan video conference. "Minal aidin wal faizin Bude! Tante! Maaf lahir batin," tutur ibunda Rashya sesaat setelah video conference terhubung. Kini ada empat orang bergabung dalam video conference tersebut, meliputi Yangti, Ibu Rashya, Bude dan Tante Rashya.

maaf
Ngaku deh! Kamu pasti merasa keren kan kalo ada yang memuji kelebihan anakmu? (Sumber: Pexels/Katie E)

"Eh ada Rashyaaa.. Minal aidin wal faizin juga yaa!!!" ucap sang Bude dengan nada riang.

"Minal aidin juga kakak Rashya. Raka itu kakak Rashya. Halo kakakkk..." timpal sang Tante nan sedang menggendong sepupu Rashya, Raka berusia selisih empat bulan lebih tua.

"Maaf lahir batin. Ih kakak Raka udah pinter banget berdirinya," jelas Ibu Rashya.

"Iya nih! Anaknya aktif banget! Rashya udah bisa apa, sayang?"

"Rashya udah bisa duduk sendiri nih Tante," jawab Ibu Rashya sambil memaksa putranya duduk walaupun bayinya oleng.

Baca Juga:

Modus-Modus Orang Minta Maaf Palingan di Ujung Ada 'Maunya'

"Ih pinter yaaa.. Kalau kakak Raka biarpun masih umur delapan bulan udah bisa nendang-nendang bola nih," jawab Ibu Raka tidak mau kalah.

"Kalau Kakak Arsen umur setahun udah bisa berhitung lohh.. Pake Bahasa Inggris lagi!" tiba-tiba Budenya nyahut enggak mau kalah. Begitu terus sampe Lebaran Haji!

Malamnya, Rashya terus menangis. Ternyata ada anggota tubuhnya terkilir karena dipaksa duduk ibunya saat video conference halalbihalal.

Halalbihalal di masa pandemi melalui sambungan video conference semula jadi ajang silaturahmi berubah lomba pamer keterampilan anak. Kalimat sakti dan paling ditunggu saat lebaran atau halalbihalal "maaf lahir batin" bergeser menjadi "anaknya udah bisa apa?".

maaf
Silaturahmi lewat video call jadi ajang untuk pamer keluarga (Sumber: Pexels/odua)

Peristiwa di atas meski lewat video conference sudah begitu heboh, bagaimana kalau lebaran secara langsung atau tatap muka seperti pada masa sebelum pandemi? Wah bisa lebih ekstrem! Anaknya digeletakin di tengah-tengah dikelilingi saudaranya berebutan pengin gendong ditanggap seolah sedang ada pertunjukan.

Pamer keahlian anak meski belum tentu nyaman bagi anak memang acap terjadi di momen pertemuan keluarga tak sebatas lebaran dan halalbihalal. Tujuan mereka pamer untuk memvalidasi diri agar terlihat menjadi orang tua hebat karena putra putrinya sudah memiliki keterampilan.

Duna parenting, menurut lansiran Harvard pada 2021, seperti olahraga kompetitif. Prestasi si anak membuat orang tua merasa dan terlihat sukses sehingga membuat mereka percaya diri melakukan pekerjaan dengan baik. Alhasil, aksi saling pamer akan kontan terjadi di interaksi sesama pemilik anak di ruang terbuka dalam kesempatan apa pun.

Perilaku kerap membanggakan keterampilan anak, menurut psikolog sosial, Susan Newman PhD, sejatinya tidak memahami seberapa menyinggung hal tersebut bagi oramg lain. "Sejujurnya, beberapa orang menyombongkan diri tidak menyadari dampaknya terhadap orang lain," ujar Newman.

maaf
Meminta maaf tak perlu disambi dengan pamer keterampilan anak. (foto pixabay nasierjamal)

Jika ada keinginan sharing tentang anak pas kumpul keluarga, pastikan kamu membatasi cerita tentang pencapaian anak sebab belum tentu hal tersebut nayaman untuk anak dan bisa diterima orang lain. "Jangan terlalu menyiarkan ke semua orang tentang betapa menakjubkannya anakmu," tutur Newman.

Ada beberapa hal buruk mungkin mengintaimu jika terlalu asyik membanggakan anak di depan orang-orang. Dampak buruk pada orang lain bisa saja menimbulkan kecemburuan sosial, terutama pada pemilik anak tidak begitu cemerlang, atau bahkan belum memiliki anak. Sementara dampak buruk mungkin membekas di anak jika terlalu dibanggakan, si anak bisa saja tumbuh menjadi pribadi sombong, tidak mau kalah atau egois. Di sisi lain, si kecil berpotensi secara mental tumbuh menjadi anak tertekan dan tidak percaya diri saat harus bergaul di masyarakat.

Lantas, gimana caranya mengendalikan diri agar tidak terlalu gembar gembor pada perkembangan anak? Pertama, pikirkan tentang bagaimana perasaan pendengar sehubungan dengan keterampilan anak. "Cobalah lebih berempati jika perkembangan anak dari lawan bicaramu tidak sehebat anakmu," saran Newman.

Selain itu, kamu juga bisa sedikit menceritakan perjuangan atau kesulitan si kecil untuk mencapai tujuannya. Misalnya, sebelum ia mahir berjalan atau merangkak, berkali-kali terjatuh dari kasurnya. Bisa pula ceritakan si kecil pernah kesulitan saat tidak bisa melafalkan bahasa Inggris dengan sempurna. Jadikan perjuangan, jatuh-bangun, perkembangan anak menjadi cerita utama, bukan justru pencapaiannya.

Lagipula, anak adalah anak, mereka masih perlu bermain, berkembang, dan bersenang-senang. Biarkanlah anak menikmati perkembangannya. Jangan sampai setelah halabihalal maaf-maafan virtual, malah berakhir bunda harus 'meminta maaf' kepada si buah hati, akibat efek negatif karena memaksanya 'pamer kehebatan'. (Avia)

Baca juga:

Minta Maaf Laiknya Tom and Jerry Demi Show Off di Depan Orang Tua

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Bintang Korea Selatan yang Dibebaskan dari Wajib Militer
ShowBiz
Bintang Korea Selatan yang Dibebaskan dari Wajib Militer

Karena alasan dan kondisi tertentu, ada beberapa bintang Korea Selatan yang dibebaskan dari wajib militer.

Karya Desainer Indonesia Menangi Kostum Nasional Terbaik di Mrs World 2022
Fashion
Karya Desainer Indonesia Menangi Kostum Nasional Terbaik di Mrs World 2022

Kostum karya anak bangsa ini sukses mendapat gelar Best National Costume di kontes kecantikan dunia.

Vaksinasi Tahunan untuk Anjing Peliharaanmu
Fun
Vaksinasi Tahunan untuk Anjing Peliharaanmu

Vaksinasi tahunan sangat penting untuk meningkatkan kekebalan tubuh

Kaum Rebahan Berisiko Menjadi Skinny Fat
Fun
Kaum Rebahan Berisiko Menjadi Skinny Fat

Bisa mengarah pada gangguan kesehatan yang serius

Mulailah Ciptakan Positive Support System untuk Diri Sendiri
Fun
Mulailah Ciptakan Positive Support System untuk Diri Sendiri

Sejatinya manusia membutuhkan orang lain.

Wakili Surabaya, Kong Esports dan Graviz Antares Siap Bertanding di ‘Battle of Gods’
Fun
Proses Adaptasi Webtoon Menjadi Drama dan Film
ShowBiz
Proses Adaptasi Webtoon Menjadi Drama dan Film

Kisah yang diangakt dari Webtoon selalu menarik perhatian para penonton.

Mariposa, Ambisi Berlebih Orang Tua Kepada Putranya
Hiburan & Gaya Hidup
Mariposa, Ambisi Berlebih Orang Tua Kepada Putranya

Iqbal diberi peringatan keras untuk tidak pacaran.

Destinasi Wisata ‘Mini Ranch’ di Kalimantan Timur Siap Dibangun
Travel
Destinasi Wisata ‘Mini Ranch’ di Kalimantan Timur Siap Dibangun

Siap menjadi wisata sekaligus tempat edukasi.

Berteman dengan Mantan, Perlukah?
Hiburan & Gaya Hidup
Berteman dengan Mantan, Perlukah?

Tergantung untuk kepentingan apa.