Momen Ketika Prabowo Sangat Percaya Quick Count tapi Kini Meminta Mereka ke Antartika Prabowo setelah mengumumkan kemenangannya di Pilpres 2019 di kediamannya Jalan Kertanegara, Jakarta. (MP/Ponco)

MerahPutih.com - Kubu pemenangan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno terus mempertanyakan hasil hitung cepat atau quick count pilpres 2019 yang dilakukan sejumlah lembaga survei. Gara-garanya hasil dari hitung cepat lembaga survei tersebut menyebut pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin unggul dari Prabowo-Sandiaga.

Presentasenya sekitar 55 persen dibanding 45 persen. Prabowo pun dalam sejumlah konferensi pers menyebut bahwa hasil hitung cepat itu merupakan sebuah kebohongan.

Dia mengklaim berdasarkan hitung cepat internal Badan Pemenangan Nasional (BPN), dirinya dan Sandi unggul dari pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin hingga 62 persen.

Bahkan yang sangat fenomenal adalah ketika Prabowo meminta agar lembaga survei yang mengunggulkan Jokowi-Ma’ruf Amin pindah ke benua lain. "Hei tukang bohong, rakyat tidak percaya sama kalian. Mungkin kalian harus pindah ke negara lain. Mungkin kau bisa pindah ke Antartika," ujar Prabowo dengan nada tinggi di kediamannya, Jalan Kertanegara IV, Jakarta Selatan, Jumat, (19/4).

Prabowo menang
Ekspresi Sandiaga Uno yang murung saat dampingi Prabowo dalam deklarasi kemenangan. (MP/Ponco Sulaksono)

Jika diingat, sikap Prabowo itu sangat berbeda ketika Pilkada DKI Jakarta 2017. Saat itu berdasarkan hitung cepat tak lama setelah pemilihan, pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno yang didukungnya unggul dari lawannya. Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat.

Ketika itu lembaga survei memang ramai-ramai menyebut bahwa hasil hitung cepat mereka memenangkan Anies-Sandi. Misalnya Litbang Kompas (Ahok-Djarot 42 persen; Anies-Sandi 58 persen), PolMark Indonesia (Ahok-Djarot 42,44 persen; Anies-Sandi 57,56 persen), SMRC (Basuki-Djarot 41,94 persen; Anies-Sandi 58,06 persen) dan LSI Denny JA (Ahok-Djarot 42,33 persen; Anies-Sandi 57,67 persen).

Tak lama setelah mengumuman hitung cepat itu, Prabowo pun langsung mengumumkan kemenangan Anies-Sandi. “Saya baru terima berita dari 90 persen hasil hitung cepat yang masuk, pasangan calon Anies-Sandi unggul,” kata Prabowo di kediamannya di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu 19 April 2017 seperti dilansir Rappler.

Sementara itu, Ketua Umum relawan Arus Bawah Jokowi (ABJ) Michael Umbas menduga, sikap kubu Prabowo yang kini tak percaya dengan lembaga survei dan menyebutnya bohong adalah untuk membingungkan rakyat.

Umbas juga mempersilakan publik mengecek di google dan database jejak digital bahwa sejak pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), hasil quick count sudah bisa diterima publik dan elite politik.

“Di Pilkada DKI yang memenangkan Anies–Sandi, malah Prabowo sendiri yang mengumumkan hasil kemenangan dengan acuan quick count. Sekarang mau gertak dengan acuan real count. Langkah denial the truth ini akan makin membuat Prabowo terperosok,” tutur Umbas.

Kata dia, momen Prabowo mengumumkan kemenangan Anies–Sandi berdasar hasil hitung cepat masih ada jejak digitalnya. (*)



Thomas Kukuh

LAINNYA DARI MERAH PUTIH