Mohamed Salah, Trio Firmansah dan Presentase Peluang Roma di Leg Kedua Mohamed Salah yang tidak merayakan gol ke gawang AS Roma. Foto: @LFC

MerahPutih.com - "Mo Salah, Mo Salah, Mo Salah". Kalimat itu menggema di seantero Anfield ketika sang pujaan hati mencetak dua gol ke gawang AS Roma.

Pada laga leg pertama semifinal Liga Champions yang berlangsung pada Rabu (25/4) dini hari WIB, Liverpool dengan tanpa ampun melibas I Lupi dengan skor telak 5-2.

Pertandingan kali ini benar-benar menjadi petarungan David melawan Goliath, di mana The Reds mendominasi jalannya laga selama 90 menit. Mereka tidak memberikan kesempatan Roma untuk mengembangkan permainan.

Liverpool. Foto: @LFC

Trio Salah, Roberto Firmino, dan Sadio Mane menjadi momok menakutkan bagi lini pertahanan Roma yang digalang Kostas Manolos dan kawan-kawan.

Liverpool sudah unggul 2-0 menjelang turun minum lewat Salah. Pada babak kedua, pasukan Jurgen Klopp semakin menggila dengan memberondong gawang Alisson Becker melalui dua gol Firmino dan Mane.

"Gol pertamanya sangat jenius, dia sering mencetak gol seperti itu. Gol keduanya juga sangat hebat," kata Juergen Klopp seperti dilansir BBC.

Roma yang sudah patah arang melihat kedigdayaan Liverpool mampu memperkecil kedudukan lewat Edin Dzeko dan Diego Perotti. Dua gol ini menjadi modal berharga bagi Serigala Ibu kota yang akan menjamu Liverpool di Olimpico pekan depan.

Perayaan gol pemain Liverpool. Foto: @LFC

Kekalahan 5-2 dari Liverpool membuat jalan Roma ke final sangat berat. Anak asuh pelatih Eusebio Di Francesco wajib menang minimal tiga gol tanpa balas. Namun, ibarat pepatah banyak jalan menuju Roma, mereka bisa membalikkan keadaan seperti saat menyingkirkan Barcelona.

Memang di sepak bola tidak ada yang mustahil dan semua bisa terjadi andai Tuhan mengizinkan.

Peluang Roma

Menurut catatan Gracenote yang dinukil MerahPutih.com, hanya ada empat tim yang gagal lolos setelah mencetak lima gol di kandang sekaligus pada laga pertama, di sepanjang sejarah semua kompetisi antar klub Eropa.

Untuk tuan rumah leg pertama yang lolos mencapai 151 tim dari 155 laga dengan situasi serupa. Artinya, peluang Roma untuk bisa lolos ke final sangat kecil, yaitu 7,4 persen saja.

Apalagi, dalam sejarah pertemuan AS Roma tidak pernah sekalipun menang dalam tiga pertemuan kontra Liverpool.

Namun, Roma bukan tidak memiliki peluang. I Giallorossi punya dua statistik yang bisa membuat Roma di atas angin.

Liverpool v AS Roma. Foto: @OfficialASRoma

Pertama, Roma selalu menang setelah tertinggal di leg pertama. Pada babak 16 besar, mereka kalah 0-1 dari Shakhtar Donetsk dan membalas 2-1 pada leg II di kandang.

Di perempat final, Roma kembali menang 3-0 atas Barcelona pada leg kedua setelah di pertemuan pertama kalah 1-4. (*)



Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH