Moeldoko: Selama Dikelola Keluarga Soeharto TMII Nggak Pernah Untung Pekerja memasang plang bertuliskan TMII dalam penguasaan dan pengelolaan Kemensetneg di depan gerbang TMII, Jakarta, Rabu (7/4). ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/aww

MerahPutih.com - Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Moeldoko menyebut, dalam pengelolaan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) perlu adanya perbaikan. Karena TMII mengalami kerugian dan tidak memberikan kontribusi kepada negara.

Oleh karena itu, diterbitkan Keputusan Presiden Nomor 19/2021 di mana pengelolaan diambil alih Kementerian Sekretariat Negara. Dengan Keppres tersebut maka Keppres 51/1977 tidak berlaku lagi.

Baca Juga

Keluarga Jokowi Dipastikan Tidak Bikin Yayasan Buat Kelola TMII

"Saya tegaskan, TMII ke depan akan dikelola sebagai kawasan pelestarian dan pengembangan budaya bangsa," ujar Moeldoko kepada wartawan, Jumat (9/4).

Menurut dia, TMII selalu merugi sehingga Yayasan Harapan Kita menombok sekitar Rp40-50 miliar.

"Saya sampaikan sampai dengan saat ini kondisi TMII dalam pengelolaannya mengalami kerugian dari waktu ke waktu," ujar mantan Panglima TNI ini.

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko (tengah), di Jakarta, Jumat (KSP).

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko (tengah), di Jakarta, Jumat (9/4). (KSP)

Menurut Moeldoko, Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) telah melihat lebih dalam pengelolaan TMII sejak 2016.

Kemudian, negara melalui Kemensetneg juga telah melakukan audit atas pengelolaan obyek tersebut hingga akhirnya memutuskan pengambilalihan.

Untuk itulah Mensesneg Pratikno mulai tahun 2016 telah melakukan pendampingan dan melihat lebih dalam tentang tata kelola TMII.

"Terakhir ini beliau meminta Fakultas Hukum UGM berikutnya dari BPKP untuk melakukan assesment terhadap pengelolaan TMII," papar Moeldoko.

Pasca diambilalih oleh negara dari Yayasan Harapan Kita, TMII akan dikelola secara profesional oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bidang pariwisata.

Sebagaimana diketahui, pengelolaan TMII resmi berpindah ke negara usai dipegang Yayasan Harapan Kita selama 44 tahun. Yayasan tersebut didirikan mendiang istri Presiden ke-2 RI Soeharto, Tien Soeharto.

Dasar hukum pengambilalihan TMII yakni Perpres 19 Tahun 2021. Isi beleid itu menganulir isi Keppres Nomor 51 Tahun 1977 yang menjadi dasar hukum Yayasan Harapan Kita mengelola TMII selama ini. (Knu)

Baca Juga

Pengambilalihan TMII, Pemerintah Dinilai Perlu Lakukan Langkah Tegas

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Besok MK Gelar Sidang Pengujian UU 2/2020 Tentang Keuangan COVID-19
Indonesia
Besok MK Gelar Sidang Pengujian UU 2/2020 Tentang Keuangan COVID-19

Pengujian kali ini berbeda karena tidak hanya uji materi

Ini Harapan Wagub DKI untuk Operasi Ketupat 2021
Indonesia
Ini Harapan Wagub DKI untuk Operasi Ketupat 2021

Pemprov DKI Jakarta mendukung Polda Metro Jaya menggelar Operasi Ketupat 2021.

Budi Gunadi Sadikin Minta Gerakan Bersama dalam Tangani Pandemi COVID-19
Indonesia
Budi Gunadi Sadikin Minta Gerakan Bersama dalam Tangani Pandemi COVID-19

Budi Gunadi Sadikin ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi Menteri Kesehatan (Menkes) menggantikan Terawan Agus Putranto.

Cegah Penyebaran Corona, Polisi Lakukan Tes COVID-19 ke Warga Menteng
Indonesia
Cegah Penyebaran Corona, Polisi Lakukan Tes COVID-19 ke Warga Menteng

Polisi menggelar program pencegehan COVID-19 di wilayah Polres Metro Jakarta Pusat.

Saat Pandemi Corona, Fungsi Intelijen Rawan Terjadi Kecolongan
Indonesia
Saat Pandemi Corona, Fungsi Intelijen Rawan Terjadi Kecolongan

Pemerintah patut satu suara dalam menyampaikan kebijakan agar tak dipelintir dan dibiaskan menjadi mosi tidak percaya.

Kontroversi Vaksin Nusantara Diminta Diselesaikan Secara Keilmuan
Indonesia
Kontroversi Vaksin Nusantara Diminta Diselesaikan Secara Keilmuan

Bahkan seolah lebih kepada nuansa politis dalam membangun opini di ruang publik

Usut Kasus Bansos, KPK Periksa Operator Legislator PDIP Ihsan Yunus
Indonesia
Polisi Masih Cari Unsur Pidana Pelanggaran Protokol Kesehatan Rizieq Shihab
Indonesia
Polisi Masih Cari Unsur Pidana Pelanggaran Protokol Kesehatan Rizieq Shihab

"Masih penyelidikan ya," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus

Polisi Virtual Tegur 200 Akun Media Sosial karena Sebar Konten SARA
Indonesia
Polisi Virtual Tegur 200 Akun Media Sosial karena Sebar Konten SARA

Polisi virtual Mabes Polri mengirimkan surat teguran kepada 200 akun media sosial sejak 23 Februari sampai 12 April 2021.

Belum Ada Tanda-tanda COVID-19 Mereda di Brazil
Dunia
Belum Ada Tanda-tanda COVID-19 Mereda di Brazil

Virus corona telah menewaskan lebih dari 120.000 orang di Brazil.