Moeldoko Sebut PPKM Level 3 Batal Karena Pertumbuhan Kasus COVID-19 Rendah Kepala Staf Presiden Moeldoko saat berkunjung di kampus UNS Surakarta, Selasa (7/12). (MP/Ismail)

MerahPutih.com - Pemerintah batal menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 di seluruh wilayah Indonesia pada musim libur Natal dan tahun baru (Nataru) 2021.

Pembatalan tersebut merupakan keinginan langsung presiden Jokowi. Namun, kebijakan yang lebih seimbang dengan tidak menyamaratakan aturan di seluruh wilayah akan tetap diterapkan.

Kepala Staf Presiden Moeldoko mengatakan meski PPKM Level 3 batal diterapkan, ada sejumlah pembatasan yang juga diterapkan. Pembatasan itu diantaranya adalah diterapkannya tes PCR maupun antigen bagi yang berpergian.

Baca Juga:

PPKM Level 3 Batal Saat Nataru, Karantina Dari Luar Negeri Tetap 10 Hari

"Banyak pembatasan-pembatasan tetap diberlakukan pada Nataru. Diantaranya kegiatan dibatasi hanya 50 orang," kata Moeldoko, Selasa (7/12).

Tidak hanya itu saja, kata dia, untuk hiburan yang ada penontonnya tidak boleh. Demikian halnya event olahraga yang ada penontonnya juga dilarang.

"Sepak bola (Liga) itu tidak boleh karena kompetisi. Sementara berhenti dulu sampai selesai Nataru," kata dia.

Menurut dia, dalam hal ini Presiden Jokowi sendiri yang memberikan kelonggaran Nataru. Namun pada sisi lain memberikan penekanan atas penegakan protokol kesehatan.

Baca Juga:

Anies Terapkan PPKM Level 3 di Jakarta Selama Libur Nataru, Sederet Kegiatan Diperketat

Terkait perayaan Hari Natal, Moeldoko mengaku sudah melakukan pengecekan di sejumlah gereja. Penerapan protokol kesehatan sudah dilakukan dengan baik.

"Termasuk pengaturan tempat duduk di gereja, sesuai jarak yang ditentukan, hand sanitizer dan lainnya sehingga ibadat Natal diharapkan bisa berjalan baik," papar dia.

Moeldoko tidak mempermasalahkan semua kegiatan termasuk rapat koordinasi (Rakor) atau workshop yang dilakukan instansi ke luar kota, asalkan semua dijalankan dengan penerapan prosedur protokol kesehatan yang baik.

“Nggak ada masalah sepanjang protokol kesehatan itu harus menjadi ukuran untuk dilaksanakan,” ucap dia.

Baca Juga:

Pemerintah Batalkan PPKM Level 3 Nataru, Gibran: Saya Tidak Mau Menyulitkan Warga

Ia menambahkan untuk daerah daerah yang berpotensi mengundang kerumunan seperti tempat wisata, pengunjung diharuskan menggunakan aplikasi PeduliLindungi. Karena aplikasi tersebut akan memonitor apakah pengunjung sudah melakukan vaksinasi atau belum.

"Jadi penerapan PPKM level 3 batal dilakukan karena pertumbuhan COVID-19 di Indonesia sangat rendah, yakni hanya 0,97. Mortality atau tingkat kematian pasien juga sangat rendah," pungkasnya. (Ismail/Jawa Tengah)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kepala BNPT Sebut Tantangan Perangi Radikalisme Semakin Berat
Indonesia
Kepala BNPT Sebut Tantangan Perangi Radikalisme Semakin Berat

Kepala BNPT Boy Rafli Amar mengatakan tantangan memerangi radikalisme dan terorisme kian hari makin berat.

KRL Jabodetabek Anulir Aturan Semua Kursi Penumpang Boleh Diisi
Indonesia
KRL Jabodetabek Anulir Aturan Semua Kursi Penumpang Boleh Diisi

KAI Commuter tak mau mengambil risiko jadi kluster penyebaran COVID-19

Menag Ajak Warga Takbiran Virtual Bareng Jokowi-Ma'ruf Amin
Indonesia
Menag Ajak Warga Takbiran Virtual Bareng Jokowi-Ma'ruf Amin

Mari gemakan takbir, agungkan Asma Allah Yang Mahabesar dan Mahakuasa

Jakarta Jadi Daerah Tercepat Lakukan Vaksinasi
Indonesia
Jakarta Jadi Daerah Tercepat Lakukan Vaksinasi

Pemerintah menargetkan 208 juta warga negara Indonesia untuk vaksinasi COVID-19 guna membentuk kekebalan komunal.

229 Bus TransJakarta Dinonaktifkan, Kesehatan Fisik dan Mental Pengemudi Diperiksa
Indonesia
229 Bus TransJakarta Dinonaktifkan, Kesehatan Fisik dan Mental Pengemudi Diperiksa

TransJakarta akan memutuskan apakah unit dan pramudi dapat dioperasikan kembali

'Black Box' Rimbun Air Ditemukan, Segera Dibawa ke Timika
Indonesia
'Black Box' Rimbun Air Ditemukan, Segera Dibawa ke Timika

Selanjutnya kotak hitam itu akan diamankan sementara di Kantor Basarnas Timika

Dinas Kebudayaan Sikapi Temuan Rel Trem Zaman Belanda di Proyek MRT
Indonesia
Dinas Kebudayaan Sikapi Temuan Rel Trem Zaman Belanda di Proyek MRT

Penemuan rel trem peninggalan zaman Belanda dalam proyek pembangunan MRT Jakarta fase 2A Glodok-Kota bakal ditindak lanjuti. Sebab, benda bersejarah tersebut dapat bermanfaat di masa mendatang.

Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Deli Serdang
Indonesia
Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Deli Serdang

Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri kembali menangkap satu orang terduga teroris berinisial BA.

Ganjar: Soal Capres Urusan Megawati
Indonesia
Ganjar: Soal Capres Urusan Megawati

Ganjar menegaskan soal Capres 2024 sudah ditentukan PDIP, dalam hal ini Ibu Megawati Soekarnoputri.

GoTo Resmi Melantai di Bursa, Harga Sempat Naik 18 Persen
Indonesia
GoTo Resmi Melantai di Bursa, Harga Sempat Naik 18 Persen

beberapa saat setelah bel pembukaan pasar berbunyi, harga saham GOTO sempat menyentuh Rp 416/unit atau naik 23,08 persen. Jelang pukul 12.00 saham GoTo tercatat Rp 388.