Moeldoko Ingatkan Purnawirawan soal Sapta Marga, Sindir Gatot? Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko (Foto: ANTARA)

MerahPutih.com - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko meminta purnawirawan ikut menjaga kondisi dan ketentraman. Menurut Moeldoko, setiap prajurit aktif terikat dengan Sapta Marga dan sumpah. Sumpah tersebut terasa begitu kuat.

"Tapi begitu seseorang pensiun, maka otoritas atas pilihan-pilihan itu melekat pada masing-masing orang. Kalau kepentingan tertentu itu sudah mewarnai kehidupan yang bersangkutan, maka saya jadi tidak yakin kadar Sapta Marga-nya masih melekat seratus persen karena dipengaruhi kepentingan-kepentingan," kata Moeldoko kepada wartawan yang dikutip, Jumat (2/10).

Mantan Panglima TNI itu tidak menyebut secara jelas tentang apa dan siapa yang dimaksudnya. Moeldoko menuturkan, sebagai seorang purnawirawan, dirinya selalu saling mengingatkan agar mantan prajurit selalu berpegang teguh pada prinsip.

Baca Juga

Ambisi Politik Gatot Cs, Jualan Politik "Komunis" Jelang 2024 hingga Picu Keributan di TMP

Namun, ketika itu berkaitan dengan urusan politik, ia pun tidak bisa melarang. Pasalnya kata dia, otoritas kembali pada diri masing-masing.

"Kami, sesama purnawirawan, selalu mengingatkan. Imbauan bahwa mantan prajurit ya harus selalu ingat dan tidak bisa lepas begitu saja. Tapi sekali lagi, kalau itu berkaitan dengan kepentingan, tidak ada otoritas kita untuk bisa melarang. Masing masing sudah punya otoritas atas dirinya," katanya.

Ia lalu berbicara tentang pensiunan prajurit yang berubah karena urusan politik. Menurut Moeldoko, setiap prajurit aktif terikat dengan Saptamarga dan sumpah. Sumpah tersebut terasa begitu kuat.

"Tergantung dari orang yang bersangkutan. Seseorang bisa berbeda kalau sudah bicara politik, bicara kekuasaan, bicara achievement, karena ada ambisi," kata Moeldoko.

Beberapa waktu lalu, acara tabur bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, sempat diwarnai kericuhan. Acara yang diselenggarakan oleh massa Purnawirawan Pengawal Kedaulatan Negara (PPKN).

Kapolres Jakarta Selatan, Kombes Budi Sartono menjelaskan, bahwa kericuhan terjadi sesaat setelah massa purnawirawan melakukan tabur bunga di TMP Kalibata.

"Tadi ada acara tabur bunga dari purnawirawan dan pada saat sudah selesai dan mau pulang ada kelompok yang datang orasi," kata Kombes Budi Sartono kepada wartawan, Rabu (30/9).

Baca Juga

Pangdam Jaya: Tabur Bunga Gatot Nurmantyo Cs Disusupi Deklarasi KAMI

Budi membantah adanya bentrokan dalam kejadian itu. Menurut Budi, massa berhasil ditangani oleh petugas TNI-Polri yang mengamankan kegiatan tersebut. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pejabat Tertular COVID-19, Pemkot Yogyakarta Tutup Pelayanan Kantor Dinkes
Indonesia
Pejabat Tertular COVID-19, Pemkot Yogyakarta Tutup Pelayanan Kantor Dinkes

Pemerintah Kota Yogyakarta menutup dan menghentikan sementara pelayanan publik di Kantor Dinas Sosial Kota Yogyakarta.

Rekan Pasien Meninggal Akibat Corona di RSUD dr Moewardi Dinyatakan Positif Covid-19
Indonesia
Rekan Pasien Meninggal Akibat Corona di RSUD dr Moewardi Dinyatakan Positif Covid-19

Pasien positif corona tersebut masih dirawat intensif di RS Moewardi

KPK Tetap Kasasi Putusan PT DKI Meski Romahurmuziy Sudah Bebas dari Bui
Indonesia
KPK Tetap Kasasi Putusan PT DKI Meski Romahurmuziy Sudah Bebas dari Bui

KPK telah mengajukan upaya hukum Kasasi ke Mahkamah Agung sejak 27 April 2020 lalu

  Kerajaan King of The King di Tangerang Terancam Dijerat Pidana Penyiaran Berita Bohong
Indonesia
Kerajaan King of The King di Tangerang Terancam Dijerat Pidana Penyiaran Berita Bohong

Yusri menambahkan, sejauh ini polisi juga sudah memeriksa beberapa perwakilan kelompok yang membuat geger warga Tangerang itu.

 PKS: Kebijakan PSBB di Jabodetabek Belum Efektif Membendung Penyebaran COVID-19
Indonesia
PKS: Kebijakan PSBB di Jabodetabek Belum Efektif Membendung Penyebaran COVID-19

Sukamta meminta, pemerintah mulai memikirkan opsi selain PSBB demi menekan penularan virus yang berasal dari Wuhan, Tiongkok tersebut.

Kasus Positif Corona Melonjak, Pemda DIY Diminta Aktifkan Shelter Khusus OTG
Indonesia
Kasus Positif Corona Melonjak, Pemda DIY Diminta Aktifkan Shelter Khusus OTG

"Jangan sampai pasien dengan gejala sakit sedang apalagi berat tidak bisa mendapatkan perawatan di rumah sakit secara memadai sehingga rawan menjadi lebih parah," kata dia.

Kasus Narkoba Paling Dominan, Kejari Solo Musnahkan Barang Bukti Ganja dan Sabu
Indonesia
Kasus Narkoba Paling Dominan, Kejari Solo Musnahkan Barang Bukti Ganja dan Sabu

"Pemusnahan ini kami lakukan untuk pengamanan dan pencegahan penyalahgunaan barang bukti yang ada di kantor Kejari Solo," tutur dia

Konsep Kartu Prakerja Seperti Bagi-bagi Uang ke Perusahaan Digital
Indonesia
Konsep Kartu Prakerja Seperti Bagi-bagi Uang ke Perusahaan Digital

Dana pelatihan bisa langsung diberikan kepada rakyat

Cuaca Hari Ini: Jakarta Hujan pada Senin Siang
Indonesia
Cuaca Hari Ini: Jakarta Hujan pada Senin Siang

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika memperkirakan sebagian wilayah Jakarta akan diguyur hujan yang disertai petir pada Senin.

Lebih dari 80 Ribu Personil Polri Diturunkan Kawal Distribusi Vaksin COVID-19
Indonesia
Lebih dari 80 Ribu Personil Polri Diturunkan Kawal Distribusi Vaksin COVID-19

Ini merupakan salah satu peran Polri untuk mensukseskan upaya pemerintah