Moeldoko Buka-Bukaan Persiapan Jokowi-Ma'ruf Amin Jelang Debat Kepala KSP Jenderal TNI (Purn) Moeldoko. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

MerahPutih.com - Debat capres-cawapres hanya tinggal seminggu lagi. Topik yang akan dibahas pada debat pertama adalah Hak Asasi Manusia (HAM), Hukum, Korupsi, dan Terorisme.

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Moeldoko, buka-bukaan persiapan paslon nomor urut 01 itu menjelang acara debat yang digelar pada 17 Januari 2019.

"Pak Jokowi sehari-hari sudah menginternalisasi atas program apa yang dikerjakan. Jadi tidak perlu menyiapkan diri, sudah dikerjakan, tidak perlu lagi apa yang disiapkan," kata Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (17/1)

Kepala Kantor Staf Kepresidenan Moeldoko. ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang

Kepala Staf Presiden ini juga mengatakan bahwa terkait program yang akan dipaparkan, Jokowi juga sudah memiliki gambaran untuk melakukan loncatan yang besar ke depan.

"Apa yang dikerjakan ke depan, sudah ada bayangan. Kalau sekarang membangun landasan yang kuat untuk sebuah lancatan ke depan, sudah punya, apa yang disiapkan," kata Moeldoko.

Terkait dengan masalah HAM dan kasus penyerangan penyidik KPK Novel Bawesdan yang belum tuntas, Moeldoko menyatakan bahwa pihaknya telah memetakan kasus apa saja yang telah terjadi selama masa kepemimpinan Jokowi.

"Pasti sudah kita mitigasi, kita inventarisasi dari berbagai langkah-langkah yang telah dilakukan empat tahun ini terhadap korupsi seperti apa, pelanggaran HAM seperti apa, apa yang terjadi di kepemimpinan beliau tentang pelanggaran HAM," ujarnya seperti dilansir Antara.

Ia menjelaskan pelanggaran HAM berat terjadi apabila pemerintah melakukan penyalahgunaan kekuasaan dan hal itu tak pernah terjadi di masa pemerintahan Jokowi.

"Pelanggaran HAM berat itu terjadi apabila ada 'abuse of power', terus ada 'genoside' tersistem. Nggak ada itu terjadi," jelasnya.

Moeldoko menjelaskan kasus pelanggaran HAM yang tengah ditangani oleh Kejaksaan yang hingga saat ini belum selesai karena kasus pelanggaran HAM masa lalu dan pihak penegak hukum masih kesulitan dalam mengumpulkan bukti maupun saksi.

Pasangan capres-cawapres Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin (ANTARA FOTO)

"Hal inilah yang menjadi penghambat para instrumen keamanan atau instrumen hukum untuk melakukan langkah berikutnya," ucapnya.

Sedangkan terkait kasus Novel, lanjut Moeldoko, tak ada kaitannya dengan kebijakan negara, karena kasus tersebut merupakan tindakan kriminal murni.

"Dalam konteks ini, konteks kriminal murni. Hanya, persoalannya siapa pelakunya, itu yang jadi persoalan, yang belum ditemukan," tambah Moeldoko. (*)



Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH