Modus Operandi Peredaran Narkoba di Masa Pandemi Bergeser ke Apartemen dan Rumah Tinggal Ilustrasi narkoba jenis sabu-sabu (Ist)

MerahPutih.com - Sepanjang tahun 2020, Polres Metro Jakarta Barat mampu mengungkap kasus narkoba sebanyak 557. Pengungkapan kasus ini terjadi penurunan dibanding tahun 2019 sebanyak 984 kasus.

Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Ronaldo Maradona Siregar menerangkan, pada 2020 ini banyak terjadi perubahan modus operandi dalam peredaran narkoba di wilayah Jakarta.

Baca Juga

Polisi Bongkar Penyelundupan 10 Kilogram Sabu Dalam Tangki Bensin

Mengingat, Pandemi COVID-19 membuat bandar harus memutar otak agar barang haram seperti ganja, sabu, ekstasi dan sejenisnya bisa disebar luaskan.

"Jadi menurut hasil pengungkapan kami, penggunaan narkoba tidak lagi di tempat hiburan tapi banyak di apartemen, hotel, dan rumah," kata Ronaldo dalam keteranganya, Jumat (1/1).

Sementara itu, Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Audie S. Latuheru melanjutkan, pengungkapan narkoba sebanyak itu ada peran aktif masyarakat yang resah dengan peredaran maupun penggunaan narkoba.

Sehingga, laporan dari masyarakat yang masuk ke pihaknya langsung ditindak lanjuti. Tempat hiburan ditutup, mereka pindah tempat.

"Makanya yang paling membantu tugas kita dalam mengungkap kasus narkoba adalah masyarakat," kata Audie.

Barang bukti 50 kg paket sabu-sabu asal Aceh yang dikemas dalam kemasan teh cina. (ANTARA/ HO-Polri)
Barang bukti 50 kg paket sabu-sabu asal Aceh yang dikemas dalam kemasan teh cina. (ANTARA/ HO-Polri)

Dari ratusan pengungkapan narkoba di wilayah hukumnya, ada sebanyak 735 orang ditangkap dan diproses secara hukum. Sebanyak 689 di antaranya adalah pengedar, 6 produsen narkoba, dan 40 pengguna narkoba.

Sedangkan barang bukti yang kami sita itu sebanyak 52 kg sabu, 664,5 kg ganja, 12.317 butir pil ekstasi, 11 kg tembakau gorila, dan 5.431 butir narkotika golongan IV.

"Daya rusak dari semua barang bukti yang diamankan adalah 2.732.673 jiwa," jelas Audie.

Jika dirata-rata, setiap hari Satres Narkoba Polres Metro Jakarta Barat mampu menangkap dua sampai tiga orang pelaku penyalahgunaan narkoba.

Sebagai informasi, pada tahun 2019 Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Barat menangkap 1.254 orang tersangka dengan jumlah kasus 984.

Dari 1.254 orang yang ditangkap oleh Polres Metro Jakarta Barat, terdiri dari 1.209 laki-laki, 43 orang perempuan, 2 orang anak-anak dan sebagian besar dari mereka yang ditangkap adalah pengedar.

Narkoba yang diamankan terdiri dari 8 jenis diantaranya adalah sabu sebanyak 226 kilogram, pil ekstasi 75.150 butir, ganja 74 kilogram, gol IV 56.028 butir, gorilla 66 gram, kokain 14 gram, pentilo 140 gram, dan pil happy five sebanyak 121.388 butir.

Sementara itu, sepanjang tahun 2020 ini, Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat mengungkap 142 kasus.

Audie mengatakan, 142 kasus itu di antaranya kasus senjata tajam sebanyak 9, kasus perjudian ada 15, senjata api 7 kasus, pengeroyokan 13 kasus.

Kemudian ada 9 kasus persetubuhan terhadap anak, 15 kasus penggelapan, 11 kasus penipuan, 19 kasus pencurian dengan pemberatan, 1 kasus KDRT, 2 kasus ancaman kekerasan 2 kasus, penganiayaan atau 351 KUHP 4 kasus.

"Pencurian biasa 3, penadah 2 kasus, curas 11 kasus, penipuan online 2 kasus, 1 kasus Undang-undang ITE, 6 kasus pencabulan, 1 merampas kemerdekaan, 7 pornografi, uang palsu 1 kasus, pembunuhan 1 kasus, sengaja membakar 2 ksus," tutur Audie.

Dari 142 kasus ini, pihaknya mengamankan tersangka sebanyak 254 orang. Kemudian, tersangka sebanyak itu terdiri dari laki-laki 235 dan perempuan 16 tersangka. Lalu, 254 yang diamankan itu, WNI 250 orang dan WNA 4 orang.

"Adapun barang bukti yang berhasil diamankan ada senpi 4 buah, peluru 287 butir, sajam, komputer, motor, mobil dan lain-lain,” terang dia. (Knu)

Baca Juga

Peredaran Narkoba 50 Kilogram Digagalkan Polisi, 4 Orang Jadi Tersangka

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Sejarah Baru, DPR Rapat di Kantor KPK
Indonesia
Sejarah Baru, DPR Rapat di Kantor KPK

Ali enggan membeberkan secara detail alasan RDP digelar di Gedung KPK

Beberapa Warga Sakit, Polisi Kembali Adakan Tes COVID-19 di Petamburan
Indonesia
Beberapa Warga Sakit, Polisi Kembali Adakan Tes COVID-19 di Petamburan

Kepolisian Polda Metro Jaya akan melakukan tes COVID-19 pada Jumat (27/11) besok kepada warga Petamburan.

Gereja Katedral Belum Adakan Misa, Ini Alasannya
Indonesia
Gereja Katedral Belum Adakan Misa, Ini Alasannya

Sementara itu untuk misa harian akan diadakan secara online pada Senin-Jumat pada pukul 18.00 WIB.

MPR Ingatkan Pilkada Harus Kedepankan Nilai-Nilai Persatuan
Indonesia
MPR Ingatkan Pilkada Harus Kedepankan Nilai-Nilai Persatuan

Para kontestan Pilkada 2020 dan penyelenggara pemilu harus mengedepankan nilai-nilai persatuan dan kesatuan bangsa dalam pelaksanaan pilkada tanggal 9 Desember.

35 Persen Warga Belum Terlayani, Ini Lima Inisiatif yang Digalakkan PAM Jaya
Indonesia
35 Persen Warga Belum Terlayani, Ini Lima Inisiatif yang Digalakkan PAM Jaya

Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PAM Jaya saat ini baru mencukupi 65 persen penyaluran air bersih bagi warga ibu kota.

Lebih Tua Dibandingkan Gibran, Teguh Mengaku Siap Diperintah
Indonesia
Lebih Tua Dibandingkan Gibran, Teguh Mengaku Siap Diperintah

Wakil Wali Kota Solo terpilih Teguh Prakosa menegaskan pihaknya siap membantu Wali Kota Solo terpilih Gibran Rakabuming Raka dalam menjalankan roda pemerintahan selama periode 2014-2019.

Artis GA Jadi Tersangka Kasus Video Porno
Indonesia
Artis GA Jadi Tersangka Kasus Video Porno

"Hasil gelar perkara kemarin menaikan status saksi GA sebagai tersangka," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus

Langgar PSBB, Sebanyak 210 Perusahaan Disegel Pemprov DKI
Indonesia
Langgar PSBB, Sebanyak 210 Perusahaan Disegel Pemprov DKI

Penyegelan ini dilakukan karena perusahaan tersebut memaksa beroperasi di kantor.

Melonjak Drastis, Pasien Positif Corona di DIY Berjumlah 18 Orang
Indonesia
Melonjak Drastis, Pasien Positif Corona di DIY Berjumlah 18 Orang

Lonjakan terjadi karena akumulasi uji laboatorium sebelumnya yang belum keluar.

Djoko Tjandra Berikan 20 Ribu Dollar AS Demi Muluskan Surat Jalan dan Hapus Red Notice
Indonesia
Djoko Tjandra Berikan 20 Ribu Dollar AS Demi Muluskan Surat Jalan dan Hapus Red Notice

Uang itu diduga berhubungan dengan mantan Kadiv Hubinter Polri Irjen Napoleon Bonaparte yang kini jadi tersangka. Hal itu diketahui dari gelar perkara hari ini.