Mochtar Kusumaatmadja Menambah 3 juta Kilometer Luas Wilayah Indonesia Diplomasi yang dilakukan Mochtar Kusumaatmadja menjadikan Indonesia memiliki tambahan wilayah. (Foto: Pexels/ahmad syahrir)

MOCHTAR Kusumatmadja adalah sosok penting dalam menambah luas wilayah Indonesia. Namanya diusulkan menjadi pahlawan nasional. Bagaimana peran Mochtar Kusumaatmadja dalam konteks sejarah Indonesia?

Sejarah menceritakan bahwa Mochtar telah berjuang selama 25 tahun melalui jalan diplomasi untuk menegakkan kedaulatan Indonesia melalu konsep Negara Kepulauan (Archipelagic State) yang pada 1957 telah mendapat legalitas di Deklarasi Djuanda.

Baca Juga:

Bioteknologi, Jawaban untuk Pengelolaan Keanekaragaman Hayati Laut Indonesia

indonesia
Batas negara Indonesia. (Foto: Kominfo)

Konsep yang dicetuskan Mochtar berusaha mendobrak peraturan ordonansi Belanda 1939 yang mengatur Batas Laut Internasional. Peraturan itu dianggap sebagai penghambat perwujudan Indonesia sebagai Negara Kepulauan.

Melalui konsep Negara Kepulauan, Mochtar berprinsip bahwa wilayah lautan menjadi alat pemersatu bangsa, bukan malah sebaliknya sebagai pemisah. Inilah yang kemudian diperjuangkan Indonesia dalam beberapa kali konvensi hukum laut internasional, dimana Mochtar Kusumaatmadja terlibat aktif sebagai delegasi.

Kontribusi Mochtar sudah terlihat sejak menjadi Wakil Delegasi Indonesia di Konvensi Hukum Laut ke-I pada 1958 di Jenewa, Swiss. Pada momen inilah dunia pertama kali mendengar konsep Negara Kepulauan yang kemudian mendapat penolakan dari negara maritim besar seperti Inggris dan Amerika Serikat.

Amerika Serikat bahkan mengirim pesan diplomasi kepada Menteri Luar Negeri Indonesia pada masa itu, yang berisi protes terhadap perluasan daerah perairan Indonesia sampai 12 mil, limit yang memang ditetapkan dalam Deklarasi Djuanda. Menyusul protes Australia, Belanda, Prancis, dan Selandia Baru.

Langkah Indonesia di dunia internasional pun terhambat. Dalam Konvensi Hukum Laut ke-II pada 1960 di Jenewa, Swiss, konsep Negara Kepulauan kembali ditentang banyak negara. Namun spirit Deklarasi Djuanda di dalam negeri tak surut. Bahkan Pemerintah Indonesia saat itu mengeluarkan Undang-undang Nomor 4/ PP Tahun 1960 tentang Perairan Indonesia.

Pada 1969, Indonesia memperkenalkan konsep Landas Kontinental yang masih bernapaskan konsep Negara Kepulauan. Kali ini konsep yang ditawarkan Indonesia tidak mendapat tentangan seperti sebelumnya. Pada 17 Februari 1969, Landas Kontinental ini langsung ditindaklanjuti dengan pembentukan Tim Teknis Landas Kontinen yang diketuainya.

Tim ini melakukan diplomasi mencapai kesepakatan garis batas wilayah, baik itu garis batas kontinen maupun garis batas wilayah laut lainnya. Dalam kepemimpinan Mochtar, Tim Teknis berhasil menemukan kesepakatan dengan berbagai negara tetangga.

Memasuki 1970-an, kesadaran arti penting Konferensi Hukum Laut muncul dari negara-negara baru merdeka. Muncul desakan agar diadakan Konferensi Hukum Laut PBB KE-III pada 1973. Tahun yang sama Wawasan Nusantara ditetapkan sebagai pokok pelaksanaan GBHN dengan ketetapan MPR Nomor 4 tahun 1973.

Pada Konferensi Hukum Laut ke-III Mochtar menjadi Wakil Ketua Delegasi Indonesia. Pada 1982 Mochtar dipercaya menjadi Ketua Delegasi pada Konvensi Hukum Laut ke-III di Montego Bay, Jamaika. Akhirnya pada 10 Desember 1982, Konsepsi Negara Kepulauan disetujui dunia internasional.

Mochtar berhasil menyelesaikan tugas diplomasinya selama 25 tahun. Baru pada 16 November 1994, Konvensi 1982 mulai berlaku secara efektif. Berkat perjuangan tanpa lelah, wilayah perairan Indonesia secara resmi bertambah 3 juta kilometer persegi. Maka, total wilayah kedaulatan RI menjadi 8 juta kilometer persegi.

Perjuangan Mochtar Kusumaatmadja dari 1957-1982 akan selalu tercatat dalam sejarah Indonesia. Kelihaian dan kesabarannya berunding dengan negara lain terutama dalam penetapan batas laut teritorial, batas darat, dan batas kontinen menjadi kontribusi nyata Mochtar Kusumaatmadja.

Baca Juga:

Tren Obati Jerawat dengan Air Garam Laut, Begini Tanggapan Dermatologi

Dosen Unpad

mochtar
Mochtar Kusumaatmadja mengabdi selama 41 tahun di Universitas Padjajaran. (Foto: Unpad)

Mochtar Kusumaatmadja adalah asli orang Sunda, Ayah dan ibunya adalah orang Sunda secara genetiologis. Jika diperhatikan jejak-jejak selanjutnya, Mochtar Kusumaatmadja adalah Sunda secara sosial budaya. Kurang lebih 41 tahun mengabdi sebagai dosen Universitas Padjadjaran (Unpad) atau sejak tahun 1958, hingga 1 Maret 1999.

Setelah berhenti dari dosen, Mochtar menjadi dosen purnabakti Unpad selama kurang lebih 22 Tahun atau sejak 1 Maret 1999 hingga wafat tanggal 6 Juni 2021.

Sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian yang luar biasa dari Mochtar Kusumaatmadja pada tanggal 2 Januari 2009, Rektor Unpad Ganjar Kurnia meresmikan Gedung Perpustakaan Hukum dengan nama Mochtar Kusumaatmadja.

Sebagai akademisi, kontribusi Prof Mochtar juga dibuktikan dengan ratusan karya ilmiah yang dibuat baik dalam kesempatan dalam pertemuan-pertemuan baik pertemuan nasional dan internasional yang nanti akan disampaikan dalam proses pengusulan Pahlawan Nasional.

Prof Mochtar Kusumaatmadja juga dikenal sebagai budayawan, pencinta, praktisi dan pemikir kebudayaan daerah dan nasional. Mochtar juga penggagas diplomasi melalui kebudayaan yang luar biasanya melakukan internasionalisasi kebudayaan daerah melalui Pameran Kebudayaan Indonesia Amerika Serikat (KIAS).

Setiap bertemu dengan orang Jawa Barat Prof Mochtar selalu menggunakan bahasa Sunda dan berbicara dengan sangat halus. Mochtar sangat mencintai kebudayaan daerah dan kebudayaan Sunda serta konsisten menggunakan bahasa Sunda sebagai salah salah satu bahasa komunikasi.

Istimewa, karena selain menjaga bahasa ibunya, Prof Mochtar juga seorang multilingual karena fasih berbahasa Inggris, Prancis, Belanda, dan Jerman.

Baca Juga:

Robot Otonom Ini Siap Pungut Sampah Plastik di Dasar Laut

Pahlawan nasional

bandung
Jalan layang nasional Pasupati, di Kota Bandung, menjadi Jalan Mochtar Kusumaatmadja. (Foto: Unsplash/Hani Fildzah)

Pemda Provinsi Jawa Barat tengah memproses pengusulan Prof. Dr. Mochtar Kusumatmadja agar dapat ditetapkan sebagai salah satu pahlawan nasional pada 2022. Upaya untuk meyakinkan Pemerintah Pusat terus dilakukan, salah satunya dengan menamai jalan layang nasional Pasupati, di Kota Bandung, menjadi Jalan Mochtar Kusumaatmadja.

Selain menghadirkan sosok Mochtar dalam berbagai artefak penting di Indonesia, tokoh Jabar ini yang telah diakui dunia internasional dan hingga kini jejak perjuangannya tercatat apik dalam sejarah bangsa Indonesia. Pengusulan Prof Dr Mochtar Kusumaatmadja sebagai pahlawan nasional semakin mengerucut dengan persetujuan dari Pemerintah Pusat namanya disematkan pada jalan layang nasional Pasupati di Kota Bandung.

Pemda Provinsi Jabar mendukung civitas akademika Universitas Padjadjaran sebagai inisiator mengusung penggagas Wawasan Nusantara sebagai pahlawan nasional. Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) Jawa Barat terus mengumpulkan berkas yang persyaratan lainnya guna menguatkan pengajuan sebelum dikirimkan ke Kementerian Sosial RI pada Maret 2022 mendatang. Prof. Mochtar Kusumaatmadja dengan peran berharganya, memperluas wilayah Indonesia tanpa senjata dan darah.

Guru Besar Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Unpad yang juga anggota Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) Jawa Barat Prof. Dr. Reiza D. Dienaputra mengatakan, masih ada beberapa dokumen yang harus dilengkapi termasuk melaporkan adanya bangunan monumental yang dinamakan Mochtar Kusumaatmadja.

Saat ini baru Universitas Padjadjaran yang menamakan perpustakaan mereka dengan Perpustakaan Mochtar Kusumaatmdja.

“Kemarin ada pengusulan nama jalan di Kota Bandung, Kota Tasikmalaya dan Kota Bogor yang juga akan dinamai Jalan Mochtar Kusumaatmadja,” ucapnya.

Di Kota Bandung sendiri, upaya TP2GD dan inisiasi Gubernur Ridwan Kamil telah membuahkan hasil dengan persetujuan Pemerintah Pusat untuk Jalan Layang Nasional Pasopati menjadi Jalan Mochtar Kusumaatmadja. Semula di Bandung dipilih Jalan Merdeka, namun karena banyaknya administrasi kependudukan yang terkait maka diputuskan Jalan Layang Nasional Pasupati karena administrasi kependudukan tidak sekompleks di Jalan Merdeka.

“Gubernur sendiri menghubungi Menteri (PUPR) langsung dan sekarang sudah disetujui. Dalam waktu dekat pekan ini akan diresmikan,”ucapnya.

Selain itu, untuk status jalan di Kota Tasikmalaya dan Kota Bogor masih berproses. Hal itu tergantung dengan akselerasi pemerintah dan DPRD setempat. Menurut Reiza, dengan penambahan bangunan monumental yang dinamai Mochtar Kusumaatmadja akan semakin menguatkan kelaikan Mochtar sebagai Pahlawan Nasional dari Jawa Barat.

Persyaratan lainnya, kata Reiza, pihaknya saat ini tengah menuntaskan biografi Mochtar Kusumaatmadja sekaligus melakukan konsenyering melalui wawancara dengan mantan Menteri Luar Negeri Hasan Wirayuda dan mantan Rektor Unpad Ganjar Kurnia Rabu ini.

“Mudah-mudahan Maret pekan kedua sudah bisa disampaikan ke Kemensos RI,”ucapnya. (Imanha/Jawa Barat)

Baca Juga:

Jokowi: Indonesia Bangga Jadi Garda Terdepan Perlindungan Laut

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
iPhone 13 Dikabarkan Rilis Pertengahan September
Hiburan & Gaya Hidup
iPhone 13 Dikabarkan Rilis Pertengahan September

Diluncurkan tepat pada penyelenggaraan acara Apple.

Rekomendasi Produk dan Tips Memilih Mesin Jahit Untuk Pemula
Fun
Rekomendasi Produk dan Tips Memilih Mesin Jahit Untuk Pemula

Ada juga rekomendasi mesin jahit untuk quilting

Toyota GR Supra GT4 50 Edition, Cuma Ada Enam Unit di Dunia
Fun
Toyota GR Supra GT4 50 Edition, Cuma Ada Enam Unit di Dunia

Toyota rilis GR Supra GT4 50 Edition yang lebih bengis dari GT4 biasa.

Film 'Naga Naga Naga' Jadi Momen Reuni Para Pemain
ShowBiz
Film 'Naga Naga Naga' Jadi Momen Reuni Para Pemain

Film Naga Naga Naga rilis pada 16 Juni 2022.

Pemain Frogger Kalahkan Rekor Dunia
Fun
Pemain Frogger Kalahkan Rekor Dunia

Salah satu organisasi yang terlibat dalam proses mencatat rekor Smith adalah Twin Galaxies Submission and Adjudication Process (TGSAP).

Fakta Jual Beli Rumah di Masa Pandemi
Fun
Fakta Jual Beli Rumah di Masa Pandemi

Rumah tapak masih jadi primadona pilihan masyarakat saat membeli properti.

Waspadai Masalah Kesehatan Setelah Lebaran
Fun
Waspadai Masalah Kesehatan Setelah Lebaran

Jaga makan saat Lebaran agar tidak menimbulkan masalah kesehatan.

Jason Momoa dan Dave Bautista akan Buat Film Tentang Polisi
ShowBiz
Jason Momoa dan Dave Bautista akan Buat Film Tentang Polisi

Berawal dari ide penggemar Dave di Twitter.

Pepaya, Buah Tropis yang Kaya Manfaat
Fun
Pepaya, Buah Tropis yang Kaya Manfaat

Inilah beberapa manfaat yang bisa kamu peroleh dari mengkonsumsi pepaya.

Samsung akan Pangkas Produksi Ponsel karena Masalah Ini
Fun
Samsung akan Pangkas Produksi Ponsel karena Masalah Ini

Samsung dikabarkan akan memangkas jumlah produksi ponselnya selama 2022