Mobil Dishub Angkut Pasien COVID-19, Ini Klarifikasi Wagub DKI Petugas Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur menjemput pasien COVID-19 menggunakan kendaraan dinas operasional, Jakarta, Selasa (29/6). ANTARA/HO-Sudin Perhubungan Jakarta Timur

MerahPutih.com - Pemprov DKI Jakarta menyangkal jika mobil mini bus milik Dinas Perhubungan (Dishub) dijadikan sebagai transportasi untuk membawa warga terpapar virus COVID-19.

Wakil Gubernur DKI, Ahmad Riza Patria mengklarifikasi, sejauh ini tidak menggunakan mobil dinas Dishub untuk mengangkut pasien corona.

Baca Juga

Kasus COVID-19 DKI Capai 7.680 Orang, 12 Persen Sasar Anak-anak

Riza tegaskan, bahwasanya pasien COVID-19 tanpa gejala diangkut oleh Dishub memakai bus-bus sekolah dari lokasi penjemputan ke lokasi rujukan COVID-19 tidak gejala.

"Jadi selain ambulance kita juga menggunakan mobil bus sekolah untuk membawa mengantar pasien yang OTG atau gejala ringan," papar dia.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Balai Kota Jakarta. (ANTARA/Livia Kristianti)
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Balai Kota Jakarta. (ANTARA/Livia Kristianti)

Sedangkan, ucap politikus senior Gerindra ini, untuk mobil ambulans diperuntukan dalam mengangkut pasien yang mempunyai gejala yang cukup serius.

Karena di dalam ambulance tersebut tersedia alat medis untuk menangani pasien di jalan menuju rumah sakit.

"Ambulance yang ada di Jakarta dipergunakan untuk pasien sedang dan berat ya," papar Riza.

Seperti diketahui, beredar di media sosial terlihat mobil dinas Dishub digunakan untuk angkut pasien.

Mobil Dishub yang dipakai mini bus berukiran besar di samping dan di belakang mobil terdapat tulisan dishub, serta terpasang sirine.

Saat penjemputan pasien, ada salah satu orang yang turun dengan mengenakan alat pelindung diri (APD) lengkap. (Asp)

Baca Juga

Kasus COVID-19 Melejit, PTM di DKI Jakarta Dibatalkan

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Naik Kereta di 11 Stasiun KRL ini Wajib Punya Aplikasi PeduliLindungi
Indonesia
Naik Kereta di 11 Stasiun KRL ini Wajib Punya Aplikasi PeduliLindungi

Terintegrasinya aplikasi PeduliLindungi dengan sistem boarding KAI bertujuan untuk mempermudah pelanggan

Komnas HAM Rampungkan Investigasi Penembakan Laskar FPI dalam Sebulan
Indonesia
Komnas HAM Rampungkan Investigasi Penembakan Laskar FPI dalam Sebulan

Komnas HAM bakal merampungkan investigasi tewasnya enam anggota laskar FPI dalam waktu sebulan.

Bertahan di Masa PPKM Darurat dengan Berjualan Online
Indonesia
Bertahan di Masa PPKM Darurat dengan Berjualan Online

Bagi sebagian masyarakat, Kebijakan Pemberlakuan Pembatasan (PPKM) Darurat membuat mereka harus memutar otak untuk bisa bertahan hidup.

Anies tak Menduga Pengunjung Pasar Tanah Abang Naik 2 Kali Lipat
Indonesia
Anies tak Menduga Pengunjung Pasar Tanah Abang Naik 2 Kali Lipat

"Hari Jumat dan hari2 biasanya itu paling sekitar 35 ribu. Kemarin itu 87 ribu orang yang datang. Jadi, memang hari kemarin terjadi lonjakan yang tidak terduga," urai Anies.

Ahok Temui Gibran di Solo, Bahas Politik?
Indonesia
Ahok Temui Gibran di Solo, Bahas Politik?

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengaku sedang ada kunjungan kerja ke Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah pada Kamis (8/4). Ia pun memutuskan menginap di Solo sebelum berangkat ke Cepu.

Orang Kuat dan Dana Yang Besar Disiapkan Buat Mengudeta AHY
Indonesia
Orang Kuat dan Dana Yang Besar Disiapkan Buat Mengudeta AHY

Menurut kesaksian sejumlah kader yang merasa dijebak juga telah dibagikan dana awal sekitar 25 persen dan sisanya akan dibagikan jika kongres luar biasa (KLB) selesai.

RSDC Wisma Atlet Terkendala Ketersediaan Tabung Oksigen
Indonesia
RSDC Wisma Atlet Terkendala Ketersediaan Tabung Oksigen

Untuk angka hunian per Senin (19/7) sebanyak 73,42 persen dan tingkat kesembuhan mencapai 92,51 persen

Pasien Sembuh Lampaui Jumlah Penambahan Kasus COVID-19
Indonesia
Pasien Sembuh Lampaui Jumlah Penambahan Kasus COVID-19

Pandemi COVID-19 nyaris berjalan setahun di Indonesia sepertinya belum mampu dikendalikan pemerintah.

Hasil Korupsi Asabri Diduga Digunakan Pelaku untuk Beli Lahan Tambang hingga Kapal
Indonesia
Hasil Korupsi Asabri Diduga Digunakan Pelaku untuk Beli Lahan Tambang hingga Kapal

"Penyitaan dilakukan untuk mengembalikan kerugian negara akibat kasus korupsi di PT Asabri. Total kerugian negara atas rasuah itu mencapai Rp23,7 triliun," kata Leonard Even Ezer Simajuntak

Kasus COVID-19 Tembus 1 Juta, DPR Sebut Kondisi Indonesia Kritis
Indonesia
Kasus COVID-19 Tembus 1 Juta, DPR Sebut Kondisi Indonesia Kritis

Kasus COVID-19 di Indonesia tembus 1 juta pada Selasa (26/1). Peningkatan ini mendapatkan perhatian serius dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).