MK Larang Mantan Koruptor Nyaleg selama 5 Tahun setelah Keluar Penjara Tangkapan layar Ketua MK Anwar Usman saat membacakan amar putusan perkara Nomor 64/PUU-XX/2022 di Jakarta, Rabu. (ANTARA/Muhammad Zulfikar).

MerahPutih.com - Mahkamah Konstitusi (MK) melarang mantan koruptor untuk mencalonkan diri sebagai anggota legislatif selama lima tahun sejak dibebaskan atau keluar dari penjara.

Pernyataan itu disampaikan Ketua MK Anwar Usman saat membacakan amar putusan Perkara Nomor 87/PUU-XX/2022. MK mengabulkan sebagian permohonan uji materi Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum (Pemilu) yang diajukan oleh karyawan swasta Leonardo Siahaan.

Baca Juga

Meski Pernah Nyaleg, Edy Mulyadi Disebut Bukan Kader PKS

"Mengabulkan permohonan pemohon untuk sebagian," ucap Anwar Usman di Jakarta, Rabu (30/11).

Menurut Anwar, norma Pasal 240 ayat (1) huruf g Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu yang mengatur hal tersebut bertentangan dengan Undang-Undang Dasar 1945 dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat secara bersyarat.

Adapun Pasal 240 ayat (1) huruf g UU Pemilu itu menyebutkan, bakal calon anggota DPR, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota adalah warga negara Indonesia dan harus memenuhi beberapa persyaratan.

Di antaranya, tidak pernah dipidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara 5 (lima) tahun atau lebih, kecuali secara terbuka dan jujur mengemukakan kepada publik bahwa yang bersangkutan mantan terpidana.

Dengan diterimanya sebagian permohonan pemohon, MK mewajibkan negara untuk mengubah ketentuan tersebut menjadi sebagai berikut. Bakal calon anggota DPR, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota adalah warga negara Indonesia dan harus memenuhi beberapa persyaratan.

Baca Juga

Wapres Ingatkan Pemilu 2024 Tidak Koyak Persatuan

Satu, tidak pernah sebagai terpidana berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara 5 (lima) tahun atau lebih, kecuali terhadap terpidana yang melakukan tindak pidana kealpaan dan tindak pidana politik dalam pengertian suatu perbuatan yang dinyatakan sebagai tindak pidana dalam hukum positif hanya karena pelakunya mempunyai pandangan politik yang berbeda dengan rezim yang sedang berkuasa.

Dua, bagi mantan terpidana, telah melewati jangka waktu 5 (lima) tahun setelah mantan terpidana selesai menjalani pidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap dan secara jujur atau terbuka mengumumkan mengenai latar belakang jati dirinya sebagai mantan terpidana. Lalu yang ketiga, mereka bukan sebagai pelaku kejahatan yang berulang-ulang.

Menurut MK, masa tunggu lima tahun setelah terpidana menjalankan masa pidana adalah waktu yang cukup untuk melakukan introspeksi diri dan beradaptasi dengan masyarakat lingkungannya bagi calon kepala daerah, termasuk calon anggota DPR, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota.

Meskipun begitu, MK tetap memperbolehkan mantan koruptor mencalonkan diri sebagai anggota legislatif selama mereka telah melewati jangka waktu lima tahun setelah masa hukuman.

Berikutnya, mereka juga harus jujur atau terbuka mengumumkan kepada publik mengenai latar belakang jati dirinya. Ketentuan tersebut ditujukan agar mantan narapidana korupsi atau koruptor tidak kehilangan hak politik sebagai warga negara Indonesia. (Knu)

Baca Juga

DKPP Terima 33 Pengaduan Dugaan Pelanggaran Etik Terkait Rekrutmen Penyelenggara Pemilu

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Tak Tahu Anggaran Pakaian Dinas Rp 1,7 M, DPRD DKI: Tiba-tiba Didatangi Tukang Ukur
Indonesia
Tak Tahu Anggaran Pakaian Dinas Rp 1,7 M, DPRD DKI: Tiba-tiba Didatangi Tukang Ukur

Pengadaan anggaran pakaian dinas dan atribut DPRD DKI Jakarta yang mencapai Rp 1.746.645.560 atau Rp 1,7 miliar kini ramai diperbincangkan di masyarakat.

Kurikulum Pendidikan Diharapkan Jadi Pendorong dalam Keterampilan Digital
Indonesia
Kurikulum Pendidikan Diharapkan Jadi Pendorong dalam Keterampilan Digital

Peningkatan kompetensi digital manjadi sebuah keharusan untuk dapat meningkatkan daya saing industri nasional.

Raja Jogja Ungkap Alasan Enggan Melepas Sultan Ground untuk Pembangunan Jalan Tol
Indonesia
Raja Jogja Ungkap Alasan Enggan Melepas Sultan Ground untuk Pembangunan Jalan Tol

Sultan HB X mengajukan opsi sewa tanah untuk Sultan Ground yang terdampak pembangunan jalan tol tersebut.

Xi Jinping Ucapkan Selamat pada Raja Charles III
Indonesia
Xi Jinping Ucapkan Selamat pada Raja Charles III

Charles III secara resmi diproklamasikan sebagai raja Inggris pada upacara agung pada Sabtu (10/9).

Ini Komentar Sekjen PDIP Soal Foto Akrab Anies dan Puan
Indonesia
Ini Komentar Sekjen PDIP Soal Foto Akrab Anies dan Puan

Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, berpendapat foto bersama Puan dan Anies, saat menyaksikan balapan mobil balap listrik kelas dunia itu hal yang lumrah.

KNKT Turun Tangan Investigasi Kecelakaan Maut Cibubur
Indonesia
KNKT Turun Tangan Investigasi Kecelakaan Maut Cibubur

Kecelakaan maut terjadi di Jalan Raya Alternatif Transyogi Cibubur, Kelurahan Jatirangga, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi, Senin (18/7).

Rumah Jaksa KPK Dibobol Maling, Laptop dan Berkas Raib
Indonesia
Rumah Jaksa KPK Dibobol Maling, Laptop dan Berkas Raib

Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri membenarkan adanya peristiwa tersebut. Kejadian itu terjadi pada Sabtu (24/12) sekitar pukul 15.00 WIB.

43 Parpol Miliki Akun Sipol, Siap Bertarung di Pemilu 2024
Indonesia
43 Parpol Miliki Akun Sipol, Siap Bertarung di Pemilu 2024

Sejumlah partai politik (parpol) mulai bersisp menyongsong Pemilu 2024.

Megawati Ucapkan Selamat kepada PM Baru Malaysia Anwar Ibrahim
Indonesia
Megawati Ucapkan Selamat kepada PM Baru Malaysia Anwar Ibrahim

Megawati Soekarnoputri mengucapkan selamat kepada Dato Anwar Ibrahim yang ditetapkan sebagai Perdana Menteri Malaysia.

Pencarian Putra Ridwan Kamil, Mabes Polri Kirim Data ke Interpol Swiss
Indonesia
Pencarian Putra Ridwan Kamil, Mabes Polri Kirim Data ke Interpol Swiss

Polri kini menjalin komunikasi dengan kepolisian Swiss terkait perkembangan pencarian remaja yang yang akrab dipanggil Eril ini.