MK Diyakini Tolak Permohonan Sengketa Pilkada Surabaya di Putusan Sela Mahkamah Konstitusi. (Foto: Antara).

MerahPutih.com - Mahkamah Konstitusi (MK) diyakini menggugurkan gugatan Pilkada Surabaya dilayangkan Paslon Machfud Arifin dan Mujiaman (Maju) yang kini memasuki sidang perdana di MK.

"Perkaranya memang diterima dan diregister. Tapi ujungnya selalu putusannya tidak dapat diterima atau di-NO karena Pemohon dianggap tidak memiliki legal standing atau kedudukan hukum karena selisih perolehan suara melewati ambang batas," kata Tim Kuasa Hukum Pasangan Cawali dan Cawawali Surabaya Eri Cahyadi dan Armuji (Erji), Arif Budi Santoso.

Baca Juga:

Sah! Eri-Armuji Ditetapkan sebagai Pemenang Pilkada Surabaya 2020

Ia menegaskan, pihaknya telah siap 100 persen menghadapi sengketa di MK, walaupun Eri-Armuji akan menjadi pihak terkait dalam gugatan tersebut.

"Kami akan menyampaikan keterangan-keterangan yang bakal mematahkan tudingan tidak berdasar paslon Machfud-Mujiaman," ujar Arif dikutip Antara.

Arif mengaku telah mencermati seluruh isi pokok permohonan yang dilayangkan Machfud-Mujiaman. Ia yakini, MK tetap akan teguh pada UU 10/2016 tentang Pilkada yang di dalamnya mengatur soal selisih ambang batas hasil Pilkada yang bisa digugat di MK.

Pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya. (Foto: MP/Budi)
Pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya. (Foto: MP/Budi)

Dalam konteks daerah dengan populasi seperti Surabaya, ambang batas selisih suara yang bisa diajukan gugatan maksimal 0,5 persen. Sedangkan, Eri-Armuji menang dengan selisih 13,8 persen.

Sesuai hasil rekapitulasi KPU, Eri-Armuji meraup 597.540 suara, sedangkan Machfud-Mujiaman 451.794 suara, dengan total suara sah 1.049.334. Terdapat selisih lebih dari 145.000 suara.

"Kami yakin, MK teguh pada UU Pilkada, sehingga pada sidang putusan sela nantinya, gugatan Machfud-Mujiaman akan ditolak karena melebihi ambang batas selisih suara yang bisa disengketakan," ujar Arif. (*)

Baca Juga:

Taring Risma di Pilkada Surabaya

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
ADB Kucurkan Dana USD500 Juta Buat Kelompok Marjinal Indonesia
Indonesia
ADB Kucurkan Dana USD500 Juta Buat Kelompok Marjinal Indonesia

Pinjaman ini juga diharapkan menghasilkan kebijakan dan teknologi yang mendorong inovasi serta menambah inklusi keuangan.

Langkah Jokowi Libatkan TNI dan Polri Disiplinkan Warga Ibarat Pisau Bermata Dua
Indonesia
Langkah Jokowi Libatkan TNI dan Polri Disiplinkan Warga Ibarat Pisau Bermata Dua

Masyarakat saat ini sudah banyak yang tak percaya pada pemerintah dan aparat

Gojek Menonaktifkan Akun Mitranya yang Diduga Terinfeksi Virus Corona
Indonesia
Gojek Menonaktifkan Akun Mitranya yang Diduga Terinfeksi Virus Corona

mitra pengemudi tersebut saat ini masih dalam proses karantina dan menunggu hasil tes dari rumah sakit rujukan pemerintah.

HAOX atau FAKTA : Pria Asal Yaman Ditangkap Gegara Lecehkan Kambing
Indonesia
HAOX atau FAKTA : Pria Asal Yaman Ditangkap Gegara Lecehkan Kambing

Hasil penelusuran Tim Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo), diketahui bahwa gambar tersebut merupakan hasil suntingan.

Anies Ingin Banjir di DKI Surut 6 Jam, Dinas SDA: Daerah Cekung Mungkin Lebih
Indonesia
Polda Metro Tunggu Keputusan Anies soal Ganjil Genap untuk Motor
Indonesia
Polda Metro Tunggu Keputusan Anies soal Ganjil Genap untuk Motor

Setelah ada keputusan dari Gubernur dan petunjuk teknis dari Dishubtrans DKI Jakarta, pihaknya akan melakukan sosialisasi aturan itu.

Cegah Resesi, Ekonomi Masyarakat Harus Dibuka Bertahap
Indonesia
Cegah Resesi, Ekonomi Masyarakat Harus Dibuka Bertahap

"Ketika mencoba meningkatkan permintaan, harus ada kemampuan pasar, kemampuan masyarakat, untuk benar-benar menyerap produk yang ada di pasar," kata Nurhaida.

Jangan Bicara dan Makan Minum di Transportasi Umum, Ini Bahayanya
Indonesia
Jangan Bicara dan Makan Minum di Transportasi Umum, Ini Bahayanya

Yurianto menyebut apabila etika itu diabaikan, maka berpotensi memicu meluasnya penyebaran virus corona di dalam transportasi umum.

Sekitar 25 Juta Orang Indonesia Mengidap Penyakit Autoimun
Indonesia
Sekitar 25 Juta Orang Indonesia Mengidap Penyakit Autoimun

Penyakit Autoimun menduduki peringkat ketiga penyakit mematikan di dunia. Bahkan, di Indonesia penderita Autoimun antara 5 sampai 10 persen.

Beri Bantuan Alat Tes COVID-19, Korsel Anggap Indonesia Teman Sejati dan Teman Sehati
Indonesia
Beri Bantuan Alat Tes COVID-19, Korsel Anggap Indonesia Teman Sejati dan Teman Sehati

Korsel membantu alat tes berupa Kit PCR untuk Indonesia