MK Bantah Ada Hakimnya Diancam Saat Tangani Sengketa Pilpres Juru bicara Mahkamah Konstitusi Fajar Laksono. (ANTARA / Maria Rosari

Merahputih.com - Mahkamah Konstitusi membantah adanya salah satu hakimnya yang diancam. Jubir MK, Fajar Laksono mengatakan, pemberitaan yang beredar tak bisa dibuktikan kebenarannya.

"Intinya, sejauh ini tidak benar berita yang beredar perihal adanya ancaman-ancaman, terlebih lagi ditujukan kepada hakim konstitusi," kata Fajar dalam keterangannya kepada wartawan di Jakarta, Minggu (16/6).

BACA JUGA: Perludem: Materi Sengketa PHPU di MK Banyak yang Keluar Konteks

Merespon pemberitaan soal adanya ancaman terhadap Hakim Konstitusi, MK sudah berkomunikasi dengan lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

"Sesudah sidang pemeriksaan pendahuluan Jumat kemarin (14/6) LPSK merespon dinamika di dalam persidangan soal perlunya perlindungan saksi dan ahli yg akan dihadirkan oleh Pemohon dalam persidangan di MK dengan menerbitkan pers rilis," jelas Fajar.

Jubir MK Fajar Laksono
Jubir MK Fajar Laksono

Di dalam pers rilis, LPSK menyebutkan beberapa hal termasuk subyek hukum yang menjadi perlindungan LPSK, tanpa menyebut soal adanya ancaman terhadap Hakim Konstitusi.

Hanya pada saat doorstop dengan Ketua LPSK, ada wartawan yang bertanya dan menyinggung soal seandainya ada ancaman terhadap Hakim Konstitusi, bagaimana sikap LPSK.

"Menjawab pertanyaan itu, Ketua LPSK merespon, sekiranya betul ada ancaman demikian, LPSK tentu akan segera menindaklanjuti dan berkoordinasi dengan MK," terang dia.

BACA JUGA: BPN Prabowo-Sandi Minta Saksinya Dilindungi LPSK

Ketua LPSK Hasto Atmojo menerima informasi ada hakim MK yang diancam. LPSK akan segera berkoordinasi dengan MK untuk merespons hal tersebut.

"Ini masih rumor, cuma karena menyangkut hakim kan ada 2 katanya ditelepon orang, diancam. Jadi kami khawatir saja. Jadi kami merasa perlu buru-buru berkomunikasi dengan MK," kata Ketua LPSK Hasto Atmojo. (Knu)


Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH