Pesona Indonesia
Misteri Situs Megalitikum dan Keindahan Alam di Desa Doda Situs megalitikum di Desa Doda menyimpan misteri.(foto: Instagram @getih_garut)

TAMAN Nasional Lore Lindu di Sulawesi Tengah tak hanya menawarkan keanekaragaman flora dan fauna yang mengagumkan, tapi juga misteri. Di kawasan yang menjadi pelindung kekayaan hayati Pulau Sulawesi ini, terdapat situs prasejarah yang misterius. Situs megalitikum di Desa Doda salah satunya.

Desa Doda merupakan sebuah desa kecil yang terletak di lembah daratan Kabupaten Lore Utara, Sulawesi Tengah. Dikelilingi pegunungan hijau Lore, Desa Doda dihiasi lanskap nan indah. Rumput hijau dan padang ilalang menghampar sepanjang mata memandang.

BACA JUGA:

Pasir Putih nan Lembut dan Perahu Pinisi di Tanjung Bira

Di beberapa titik di desa ini, tersimpan misteri dalam bentuk batu-batu besar yang konon berasal dari zaman megalitikum. Ada dua situs prasejarah di Desa Doda, yakni Pokeka dan situs Tadulako. Keduanya terletak di lembah Besoa, Lore Tengah, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah.

desa doda
Rumah tambi, rumah tradisional suku Kaili. (foto: Instagram @santihana)

Untuk mengunjungi situs cagar budaya ini, kamu bisa berkendara dari Kota Palu sejauh kurang lebih 157 km. Waktu tempuh bisa mencapai 3 jam. Tenang, kamu tak akan bosan. Pemandangan indah hamparan perkebunan cokelat akan menemani sepanjang perjalanan.

Di jalan masuk menuju situ Pokekea, terdapat Tambi, yakni rumah tradisional suku Kaili, yang sengaja dibuat untuk istirahat para wisatawan. Ada berbagai jenis batu megalitik di situ ini. Situs Pokekea dipenuhi batu-batu besar berbentuk tong. Semuanya tersebar di padang rumput. Beberapa batu-batu besar itu dihiasi relief daun. Masyarakat setempat menyebut tong batu itu dengan nama kalamba, sedangkan tutupnya disebut tuatena.

desa dado
Batu megalit berbentuk tong dengan relief daun. (foto: Instagram @ito_magido2)

Kalamba berbentuk silinder dengan bagian dalamnya dilubangi menyerupai bentuk tong besar dengan ukuran tinggi bervariasi 1,5-2,7 meter, dengan diameter 1-1,8 meter. Tidak ada yang tahu fungsi batu tersebut secara pasti. Meskipun demikian, masyarakat setempat percaya bahwa batu tersebut merupakan batu tempat mandi raja. Cerita lain menyebut batu tersebut merupakan tempat minum raja.

Menurut data dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sulawesi Tengah, di situs megalith Pokekea terdapat 8 buah Kalamba, 4 buah arca megalith, 14 buah batu dokon, 18 buah batu kerakel, 5 buah dolmen, 5 buah altar batu, 2 buah batu tetralit, 1 buah batu bergores, dan 2 buah palung batu. Semuanya tersebar dalam satu komplek.

Selain batu-batu besar, di Pokekea ada juga patung batu ada yang mirip manusia. Patung manusia itu memiliki ukiran wajah yang khas. Ukiran wajah serupa tidak hanya ada di Pokekea, tetapi juga di berbagai situs megalitikum yang tersebar di sekitar Taman Nasional Lore Lindu. Masyarakat menyebut patung mirip manusia ini dengan sebutan patung suami-istri. Alasannya, tentu saja karena patungan itu berpasangan dan mirip pasangan suami-istri.

desa dode
Batu megalit berukuran besar tersebar di dua situs. (foto: Instagram @sobarjackson)

Jangan hanya berhenti di Pokekea. Berjalan sedikit lagi ke situs Tadulako. Dalam bahasa bahasa Lore, kata 'tadulako' berarti 'raja'. Batu-batu megalitik tersebar di atas tanah situs Tadulako. Namun, satu patung yang unik, yakni batu manusia setinggi 2 meter.

desa doda
Selain situs Pokekea, telusuri juga situa Tadulako. (foto: Instagram @idruswahyuni)

Arca megalith di Tadulako berbentuk bulat lonjong terbuat dari batu granit dengan tinggi sekitar 196 sentimeter dan lebar 60 sentimeter. Dahulu kala, arca megalith dianggap sebagai sebuah perwujudan terhadap pemujaan arwah nenek moyang yang dimuliakan masyarakat setempat. Arca Tadulako sendiri ditempatkan agak tinggi dan menghadap ke arah utara, karena diartikan sebagai tempat datangnya arwah nenek moyang. Sampai saat ini belum ada kepastian dari para arkeolog yang menyebutkan kapan awal mula dibuatnya arca ini. Berdasar penelitian arkeologi, bebatuan megalith yang ada di Sulawesi Tengah diperkirakan berasal dari tahun 3.000 SM, dan yang termuda dibuat pada sekitar tahun 1300 SM.

Meskipun amat menarik, kedua situs megalitik di Desa Doda ini belum dipelihara dan dikelola dengan baik sebagai destinasi wisata. Tidak ada papan keterangan tentang bebatuan megalit yang ada di sana. Yang tersedia hanya papan penunjuk nama situs.

desa dode-@oytes_noid
Desa Doda punya situs megalitikum yang misterius. (foto: Instagram @oytes_noid)

Namun, hal itu bukan berarti Desa Doda enggak layak dikunjungi ya. Misteri batu megalit dan keindahan alamnya pasti akan membuatmu terkagum.(dwi)

BACA JUGA:

Langkah Serius Menghindari si Pencuri Waktu Bernama 'Netflix'

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kue Ku, Si Camilan Merah Pembawa Panjang Umur
Kuliner
Kue Ku, Si Camilan Merah Pembawa Panjang Umur

Seperti kura-kura yang hidup mencapai 80 hingga 100 tahun.

Kue Delapan Jam, Hidangan Khas Lebaran ala Palembang
Kuliner
Kue Delapan Jam, Hidangan Khas Lebaran ala Palembang

Kue yang satu ini dibuat tanpa tepung sama sekali.

Tiga Rumus Pariwisata Aman di Masa AKB Versi Ridwan Kamil
Travel
Menu Olahan Daging Inspirasi Masak di Hari Raya Idul Adha
Kuliner
Menu Olahan Daging Inspirasi Masak di Hari Raya Idul Adha

Nah, kamu mungkin bisa masak sendiri di rumah beberapa masakan olahan daging di bawah ini.

Malam Imlek, Umat Konghucu Berdoa di Klenteng Tien Kok Sie Pasar Gede Solo
Tradisi
Malam Imlek, Umat Konghucu Berdoa di Klenteng Tien Kok Sie Pasar Gede Solo

Umat Tri Dharma datang di Klenteng Tien Kok Sie untuk memanjatkan doa di malam Imlek

6 Fase Pandemi COVID-19 yang Dilewati Sebelum Kembali Traveling
Travel
6 Fase Pandemi COVID-19 yang Dilewati Sebelum Kembali Traveling

Berikut ini enam fase menuju 'aman' di dunia wisata.

Obat Mabuk, Andalan untuk Pelesiran di Negeri Aing
Travel
Obat Mabuk, Andalan untuk Pelesiran di Negeri Aing

Obat mabuk amat membantu pelancong yang suka mual di perjalanan.

Alasan Perempuan Harus Coba Melakukan Solo Travelling
Travel
Alasan Perempuan Harus Coba Melakukan Solo Travelling

Berikut adalah beberapa alasan yang mampu membuat kamu memiliki keberanian untuk melakukan solo traveling.

Jajanan Manis Zaman Old ini Survive hingga Sekarang
Kuliner
Jajanan Manis Zaman Old ini Survive hingga Sekarang

Kamu pasti pernah mencicip (atau bahkan menggilai) jajanan manis.