Misteri Brankas Milik Pengusaha Benhil yang Dibunuh Ilustrasi. (pixabay.com)

MerahPutih.com - Polisi masih mencari brankas milik pasutri warga Bendungan Hilir (Benhil), Jakarta yang menjadi korban pembunuhan, Husni Zakaria (58) dan Zakiah Masrur (53). Polisi menduga brankas milik pasutri yang juga pengusaha itu diambil dan dibuang para pelaku di kawasan Purbalingga, Jawa Tengah.

"Brankas di buang di deket sungai di Purbalingga sana, sehingga selamam (Rabu, 13/9) hingga hari ini (Kamis, 14/9) penyidik masih menelusuri," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Kamis (14/9).

Penyidik hingga kini juga masih mendalami pembeli sejumlah emas yang juga ikut diambil oleh para pelaku. Penjualan emas itu dilakukan menggunakan broker.

"Jadi pelakunya putus, masih kita cari. Penjualan perhiasan emas diduga dari korban," ucap Argo.

Sementara itu, penyidik sudah menahan mobil Toyota Altis nopol B 2161 SBE warna silver milik korban yang diambil dan hendak dijual oleh para pelaku.

Argo mengatakan, otak pelaku pembunuhan berencana ini adalah mantan sopir korban karena sakit hati diberhentikan dari pekerjaannya. Sementara, para pelaku lainnya diketahui merupakan karyawan yang bekerja di toko milik korban. “Saat dihentikan tak dapat pesangon, lalu driver ini membujuk karyawan lain yang tidak dapat pesangon untuk melakukan perampokan. Driver ini asalnya dari Purbalingga," kata Argo.

Sebelumnya, pasangan suami istri warga Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat, ditemukan tewas mengambang di Sungai Klawing, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, pada Senin (11/9) lalu. Korban diduga bernama Husni Zarkasih (58 tahun) dan Zakiyah Masrur (53 tahun) dibunuh perampok.

Lalu tim gabungan Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya dan Polda Jawa Tengah meringkus tiga orang pelaku. Mereka adalah AZ, EK dan SU. (ayp)



Thomas Kukuh

LAINNYA DARI MERAH PUTIH