Misoginis, Perilaku Seseorang yang Esktrem Tidak Menyukai Perempuan

P Suryo RP Suryo R - Senin, 20 November 2023
Misoginis, Perilaku Seseorang yang Esktrem Tidak Menyukai Perempuan
Diskriminasi seksual, fitnah perempuan, kekerasan terhadap perempuan, dan objektifikasi seksual perempuan. (Pexels/Ketut Subiyanto)

SIKAP ekstrem ketidaksetujuan terhadap perempuan, menjadi sorotan serius dalam diskusi mengenai kesetaraan gender.

Dalam beberapa waktu terakhir, muncul kekhawatiran terkait meningkatnya insiden pelaku misoginis yang mencerminkan ketidakadilan dan diskriminasi terhadap perempuan. Seperti komentar merendahkan hingga tindakan yang melecehkan.

Baca Juga:

Tips Menjaga Kesehatan Mental untuk Kualitas Hidup Lebih Baik

pria
Mencerminkan ketidakadilan dan diskriminasi terhadap perempuan. (freepik/jcomp)

Seperti dituliskan dari laman Alodokter, Misoginis merupakan istilah untuk orang yang memiliki kebencian atau secara ekstrem tidak suka pada perempuan. Perilakunya sendiri kerap disebut misogini, hampir sebagian besar pelaku ini adalah pria, tetapi tidak menutup kemungkinan perempuan memiliki perilaku ini.

Sementara Wikipedia menuliskan misoginis dapat terlihat dalam berbagai cara. Seperti diskriminasi seksual, fitnah perempuan, kekerasan terhadap perempuan, dan objektifikasi seksual perempuan.

Laman Wikipedia juga memuat bahwa menurut Oxford English Dictionary kata bahasa Inggris adalah misogyny yang diciptakan pada pertengahan abad ke-17 dari bahasa Yunani misos kebencian' + gun? 'wanita.

Dikenal sekarang yang berasal dari kata miso yang artinya benci dan gyne yang berarti perempuan. Dapat diartikan bahwa misoginis merupakan rasa benci terhadap perempuan.

Perilaku ini sering dikaitkan dengan hak istimewa pria, adat patriarki, dan diskriminasi gender. Pada kasus tertentu, misoginis bisa meningkatkan risiko terjadinya kekerasan dan pelecehan seksual terhadap perempuan.

Perilaku ini sering kali disamakan dengan ginofobia, padahal keduanya meruapakan kondisi yang berbeda. Jika ginofobia adalah rasa takut yang berlebihan terhadap perempuan, sehingga penderitanya akan merasa cemas ketika berdekatan dan berhadapan dengan perempuan.

Baca Juga:

Hati-hati Sindrom Mythomania, Kebohongan Berlebih

perempuan
Sebelumnya pernah mengalami perlakuan buruk dari perempuan saat masih anak-anak. (Pexels/Timur Weber)

Ada banyak kemungkinan yang membuat seseorang memiliki pandangan buruk terhadap perempuan, sehingga berbentuk sikap misoginis. Berikut beberapa hal yang membuat seseorang memiliki sifat tidak terpuji ini.

Trauma masa kecil


Sikap ini bisa terbentuk sejak kecil. Penderitanya dapat menjadi misoginis apabila sebelumnya pernah mengalami perlakuan buruk dari perempuan saat masih anak-anak. Sebagai contoh pernah mengalami kekerasan oleh ibu atau pengasuhnya.

Pola asuh yang salah


Perilaku misogini juga kerap dikaitkan dengan pola didik yang salah. Sebagai contoh seorang anak laki-laki yang mendapat didikan keras sementara saudara perempuannya mendapat perlakuan lembut nan istimewa dari orang tuanya.

Pola pikir toxic masculinity


Kondisi ini sering disebut sebagai salah satu penyebab pria menjadi misoginis. Anggapan pria tidak boleh menangis, selalu lebih kuat dari perempuan, dan perempuan menjadi objek seksual hal itu bentuk dari toxic masculinity.

Terbentuknya pola pikir tersebut, membuat sebagian pria menjadi tidak menerima jika ada perempuan yang lebih sukses dari dirinya, sehingga muncul rasa benci terhadap perempuan.

Kamu harus tahu bahwa pelakunya ada di sekeliling. Meskipun tidak semua pria menunjukkan bahwa dirinya seorang misoginis, namun ada pria yang terlihat sopan tetapi memiliki perilaku ini. Beberapa ciri pria misoginis, adalah memperlakukan perempuan secara berbeda, merasa tidak ingin disaingi oleh perempuan, berperilaku egois, dan selalu menyalahkan perempuan. (zvw)

Baca Juga:

Pernah Kesepian di Tengah Keramaian? Ini Cara Mengatasinya!

#Kesehatan #Kesehatan Mental
Bagikan
Ditulis Oleh

P Suryo R

Stay stoned on your love
Bagikan