K-Pop
Miskonsepsi Umum yang Sering Dialami Para Fan K-Pop Baru Kesalahpahaman yang sering dialami oleh fan baru ketika terjun ke dunia K-Pop. (Foto: HYBE Labels)

KETIKA memutuskan terjun ke dalam dunia K-Pop, ada begitu banyak hal yang perlu dipelajari. Mulai dari lagu, nama anggota, urusan album, acara musik, dan sebagainya. Begitu berbeda dari industri musik Hollywood sampai-sampai membuat para newbie kebingungan. Tak jarang kesalahpahaman terjadi. Apakah kamu pernah mengalaminya?

Baca juga:

Mengenal Era Awal Munculnya K-Pop

1. Grup memiliki lebih dari satu nama

Miskonsepsi Umum yang Sering Dialami Para Fan K-Pop Baru
Girls' Generation dan SNSD merupakan penyebutan untuk satu grup yang sama. (Foto: SM Entertainment)

Memang aneh, namun tahukah kamu kalau ternyata ada beberapa grup idola yang memiliki lebih dari satu nama berbeda? Penggemar baru kemungkinan tak tahu kalau DBSK, Tohoshinki, dan TVXQ sebenarnya adalah satu grup yang sama. Begitu pula dengan Girls' Generation dan SNSD serta WJSN dan Cosmic Girls.

Sepertinya hal ini dilakukan untuk mempermudah serta memikat penggemar luar negeri dengan nama yang lebih mudah diucapkan. Akan tetapi jangan salah, bukan berarti nama yang mirip berarti berhubungan.

Misalnya saja MAMAMOO dan SONAMOO yang ternyata sering dikira sebagai grup saudara oleh sejumlah fan baru. Padahal MAMAMOO merujuk pada suara yang dikeluarkan bayi, sedangkan SONAMOO memiliki arti pohon pinus dalam bahasa Korea.

2. Salah memahami arti 'comeback'

Setelah menjadi fan suatu grup, kamu pasti akan sering mendengar istilah comeback. Sayangnya, sebutan ini memiliki makna yang sangat berbeda dengan apa yang kamu pikirkan selama ini.

Di musik Barat, kata comeback biasanya digunakan ketika penyanyi telah pergi untuk waktu yang lama kemudian kembali meluncurkan proyek baru.

Sementara di K-Pop setiap rilis lagu baru disebut sebagai comeback. Jadi jangan menganggap artis yang 'comeback' baru saja kembali dari vakum ya.

3. Tidak mengetahui kalau nama 'Big 3' diambil dari para pendirinya

Miskonsepsi Umum yang Sering Dialami Para Fan K-Pop Baru
Tiga agensi besar di Korea Selatan dinamai dari tiga pendirinya. (Foto: Soompi)

Sebelum Big Hit Entertainment dan BTS mengguncang dunia, industri musik Korea Selatan mengenai Big 3 alias tiga agensi terbesar dan paling populer. Nah, penggemar baru sepertinya tidak sadar kalau SM Entertainment, YG Entertainment, dan JYP Entertainment dinamakan dari tiga pendirinya, yaitu Lee Soo-man, Yang Hyun-suk, dan Park Jin-young.

Selain itu, sebelum menduduki kursi pendiri, ketiganya juga seorang idola lho. Soo-man debut sebagai penyanyi pada tahun 1972 serta merilis lagu-lagu seperti Happiness dan One Piece of Dream.

Begitu pula dengan Jin-young yang debut dengan lagu Don't Leave Me pada 1994. Sedangkan Hyun-suk tergabung dalam Seo Taiji & Boys, salah satu boydband terbesar tahun 90-an.

Baca juga:

Dapat Cuan dari Koleksi Photocard K-Pop

4. Percaya bahwa 'fan chants' diciptakan oleh fan

Dalam fandom Korea Selatan, penggemar biasanya memiliki light stick untuk menyemangatu idolnya ketika tampil. Tak hanya itu, mereka juga menyoraki artisnya dengan sejumlah seruan.

Biasanya meneriakkan nama-nama personel atau menyanyikan beberapa bagian lagu. Hal itulah yang disebut sebagai fan chant.

Lucunya, banyak orang berpendapat bahwa seruan ini diciptakan sendiri oleh fan. Akan tetapi sebenarnya yel-yel ini dibuat langsung oleh perusahaan. Misalnya saja TWICE yang merilis panduan bagi fan supaya bisa mempelajarinya.

5. Salah menyebutkan nama grup

<iframe width="853" height="480" src="https://www.youtube.com/embed/o2PHqq19ufM" title="YouTube video player" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
Beberapa grup memiliki ejaan dan pengucapan yang berbeda. (Foto: Banana Culture)

Kadang nama sebuah grup tidak selalu diucapkan seperti ejaannya. Jadi kesalahan semacam ini seringkali terjadi. Mungkin kamu menyangka EXID dibaca seperti exit dalam bahasa Inggris.

Namun, yang benar diucapkannya seperti akronim jadi dibaca satu persatu yaitu E-X-I-D. Sementara untuk CNU bukan dibaca akronim, melaikan diucapkan sebagai shinwoo. Ada pula TXT yang sebenarnya dibaca sebagai Tomorrow by Together. (sam)

Baca juga:

Deretan Hadiah Terbaik untuk Idola K-Pop dari Penggemar

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
JVSAN dan Reikko Padukan Genre Berbeda di Single ‘4:55PM’
ShowBiz
JVSAN dan Reikko Padukan Genre Berbeda di Single ‘4:55PM’

JVSAN dan Reikko menggabungkan folk acoustic dan chill ambience.

Open Relationships, Kunci untuk Lebih Bahagia?
Hiburan & Gaya Hidup
Open Relationships, Kunci untuk Lebih Bahagia?

Kita berharap begitu banyak sehingga kita akhirnya 'mencekik' pernikahan.

Demi Selamatkan Planet, Robert Downey Jr. Rilis Perusahaan Investasi
ShowBiz
Demi Selamatkan Planet, Robert Downey Jr. Rilis Perusahaan Investasi

Misinya berinvestasi sekaligus mengatasi masalah lingkungan.

Pandemi Menyadarkan Kita untuk Memulai Hidup Bersih
Fun
Pandemi Menyadarkan Kita untuk Memulai Hidup Bersih

Pola hidup bersih sebenarnya sudah diajarkan sejak dulu.

Agen 007 Akan Kembali Beraksi dalam Video Game
Fun
Agen 007 Akan Kembali Beraksi dalam Video Game

Game James Bond tengah digarap oleh developer seri Hitman.

Jangan Sampai Terjebak dalam Obsessive Love Disorder
Fun
Jangan Sampai Terjebak dalam Obsessive Love Disorder

Mencintai seseorang sewajarnya saja.

Penyaringan Nanoteknologi, Inovasi yang Atasi Kekurangan Air Bersih
Fun
Penyaringan Nanoteknologi, Inovasi yang Atasi Kekurangan Air Bersih

Banyak lokasi di Indonesia juga masih membutuhkan air bersih

Mengenal Keunikan Piramida Energi Bosnia
Hiburan & Gaya Hidup
Mengenal Keunikan Piramida Energi Bosnia

Piramida Energi Bosnia merupakan sebuah tempat wisata yang memiliki berbagai keunikan dan mitos

Reaksi Berlebihan, tak sekadar Kelakuan Lebay
Hiburan & Gaya Hidup
Reaksi Berlebihan, tak sekadar Kelakuan Lebay

Bisa jadi tanda seseorang sedang berjuang melawan rasa trauma.

Jatuh Bangun Paul van Doren demi Vans
ShowBiz
Jatuh Bangun Paul van Doren demi Vans

Berawal dari pabrik kecil yang hanya mampu menjual 12 pasang sepatu.