Misbakhun Bantah Kebijakan Presiden Jokowi Tidak Berpihak Kepada Umat Islam M Misbakhun dalma sebuah diskusi di Warung Daun, Jakarta (Foto: antaranews)

MerahPutih.Com - Kritik kubu opisisi yang menyatakan kebijakan Presiden Jokowi dianggap tidak berpihak pada umat Islam langsung dibantah politikus Golkar Mukhamad Misbakhun. Menurut Misbkhun, selama berkuasa, Presiden Jokowi justru memiliki banyak program yang berpihak kepada umat Islam yang merupakan mayoritas penduduk Indonesia.

"Program Presiden Jokowi, di antaranya adalah sertifikasi tanah, pemberdayaan ekonomi umat Islam, dan bahkan pengembangan wirausaha di pondok pesantren," kata Mukhammad Misbakhun pada di hadapan konstituennya, di Kecamatan Bangil, Pasuruan, Jawa Timur, seperti dikutip melalui siaran persnya yang diterima di Jakarta, Minggu (10/6).

Menurut Misbakhun, Presiden Joko Wdodo adalah sosok muslim yang memiliki visi Islam moderat, sehingga banyak program kerjanya adalah pro-rakyat dan berpihak kepada umat Islam.

Politikus Golkar M Misbakhun
Anggota Komisi XI DPR M Misbakhun (Foto: fraksigolkar.or.id)

Misbakhun saat menghadiri peringatan Nuzulul Quran dan Haul Pendiri Pondok Pesantren Cangaan di Bangil, Pasuruan, menjelaskan, bahwa Presiden Joko Widodo dekat dengan para kyai dan pengasuh pondok pesantren.

Karena itu, kata Misbakhun sebagaimana dilansir Antara, Partai Golkar telah jauh-jauh hari memutuskan untuk mendukung Presiden Joko Widodo sebagai calon presiden pada Pemilu Presiden (Pilpres) 2019 dan salah satu pertimbangannya karena kedekatannya dengan umat Islam.

Pada kesempatan tersebut, anggota DPR RI dari daerah pemilihan Jawa Timur II (Pasuruan dan Probolinggo) ini mengajak para kyai dan santri untuk turut menangkal fitnah dan informasi hoaks yang sering dialamatkan kepada Presiden Joko Widodo.

Misbakhun mengajak konstituennya agar tetap mendukung Presiden Jokowi
Anggota DPR M Misbakhun (Foto: fraksigolkar.or.id)

Misbakhun juga berpesan kepada warga Nahdatul Ulama (NU) untuk terus menjaga keutuhan NKRI di tengah rongrongan gerakan radikalisme yang mengatasnamakan Islam untuk merusak NKRI. "Kaum nahdiyin punya kontribusi besar dalam mendirikan negara Republik Indonesia.

Pada peristiwa 10 November 1945 di Surabaya, yakni pertempuran mempertahankan kemerdekaan, hampir semuanya adalah pejuang dari kalangan nahdiyin," ujar Misbakhun.

Pada kesempatan tersebut, Misbakhun juga menyinggung soal malam nuzulul Quran yakni peristiwa diturunkan Alquran pada malam ganjil hari ke-21 hingga ke-29 pada bulan Ramadhan.

Menurut dia, semangat nuzulul Quran untuk umat rahmatan lil alamin harus dimaknai dengan menjaga konsensus negara Pancasila, karena merupakan konsensus bangsa yang di dalamnya ada peran para ulama dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.(*)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Sekber Relawan Jokowi NTB Deklarasikan Dwi Tunggal Jokowi-TGB untuk Pilpres 2019



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH