Miris! Cara Penggemar Fanatik Bertahan Hidup Usai Kematian Idola Kpop Nasib penggemar usai idolanya meninggal (Sumber: Berbagai Sumber)

PUBLIK dunia begitu concern dengan kematian tragis sejumlah pesohor Kpop seperti Jonghyun, Sulli, dan Goo Hara. Masyarakat dunia menaruh simpati mendalam karena kematian para idola berbakat tersebut disebabkan oleh depresi akan tekanan industri hiburan. Fakta bahwa Sulli dan Goo Hara bersahabat serta kematiannya hanya berselang enam minggu membuat dunia semakin miris dan kasihan pada mereka. Jika publik saja begitu peduli dengan nasib para idola yang sudah pergi, lantas bagaimana dengan nasib para penggemar yang ditinggalkan?

Bagi para Kpopers, idola mereka adalah dunianya. Bagaimana jika 'dunianya' tersebut pergi untuk selamanya? Menurut sejumlah Psikolog, kepergian idola memberi dampak nyata bagi psikologis para penggemar. Rasa kepemilikan membuat penggemar begitu berduka dan hampa saat idola mereka pergi, apalagi jika kepergiannya karena bunuh diri.

Baca Juga:

Miliki Wajah Cantik Alami, Selebriti dengan Predikat 'Face Genius' di Korea Selatan

Jonghyun
Jonghyun (Sumber: Kpopping)

Menurut Profesor Psikologi di Ewha Woman's University, Lee Seung-yeon superstar Korea tersebut memiliki dampak yang begitu besar dalam hidup penggemar. "Sebagian besar penggemar ada di usia remaja. Mereka masih ditahap pencarian jati diri dan belum sepenuhnya mengembangkan identitas mereka sendiri. Keberadaan idola sangat penting bagi perkembangan diri mereka," urai Lee. Dalam fase kekaguman yang fanatik, penggemar seolah menjadi bagian dari diri mereka. Ketika penggemar pergi untuk selamanya, para penggemar merasa kehilangan separuh dirinya. Akibatnya, mereka merasa hidupnya hampa dan mengarah kepada depresi.

Jonghyun dan Sulli
Jonghyun dan Sulli semasa hidup (Sumber: Dokumen Pribadi Jonghyun)

Seorang siswa di San Diego, Amerika Serikat bernama Claire Chou adalah salah satu penggemar Jonghyun yang begitu kehilangan. Ketika Jonghyun masih hidup, remaja berusia 16 tahun tersebut mencurahkan hidupnya untuk sang idola. Bahkan usai kematian idolanya tersebut, ia masih menjalani sebuah fansite untuk mengenang Jonghyun.

"Aku percaya Jonghyun masih ada di sini, namun dalam dimensi yang berbeda," jelas Chou. "Lewat foto, video dan lagu aku bisa mengingat talenta dan sinarnya yang bergemerlap," lanjutnya.

Baca Juga:

Ariana Grande dan Kembaran 'Anehnya'

Goo Hara dan Suli
Goo Hara dan Sulli semasa hidup (Sumber: Dokumen Pribadi Goo Hara)

Jika Chou bisa berdamai dengan kematian idolanya, masih banyak penggemar yang berjuang melewati masa sulit karena berita tragis idolanya. Salah satunya adalah Alex Wong. Insinyur asal Singapura berusia 30 tahun tersebut masih berduka karena kepergian Goo Hara. Ia telah menjadi penggemar Goo Hara sejak tahun 2012. "Saya terkejut dan tak percaya ketika seorang teman menunjukkan artikel kematian Goo Hara. Kupikir itu adalah artikel percobaan bunuh diri sebelumnya," kenangnya.

Awalnya, Wong tidak percaya pada kabar tersebut karena begitu banyak rumor yang membelit Goo Hara sejak ia dirawat di rumah sakit pasca percobaan bunuh diri di Mei 2019. "Saya menghabiskan beberapa waktu terakhir untuk menyaksikan kembali klip acara televisi yang menampilkan Goo Hara dan streaming lagu KARA secara online. Saya juga menerima dan mengirim pesan dukungan ke sesama penggemar agar kuat menghadapi situasi ini," tuturnya.

Goo Hara
Goo Hara (Sumber: InStyle)


Berbeda dengan kedua penggemar tersebut yang berusaha tegar meski terpuruk, tak demikian dengan Lee Young-hee. Berdomisili di Korea Selatan membuat siswa asal Daegu tersebut terus mendengar publik dan media membicarakan kematian idolanya, Sulli. "Setiap kali mendengar namanya disebut aku selalu menangis," ucapnya getir. Kehilangan yang dialami olehnya lebih serius, ia bahkan harus menemui bantuan profesional untuk konseling. "Bahkan setelah sebulan berlalu, aku masih tidak tahu apakah aku baik-baik saja karena aku rindu melihatnya di panggung atau penampilan publik lainnya," bebernya.

Sulli
Sulli
Sulli (Sumber: CNA)

Untuk menyikapi hal tersebut, peran serta orang tua dan masyarakat penting bagi perkembangan penggemar. Selain perlu mengawal para penggemar usia remaja, masyarakat juga perlu membangun bersosial media sosial yang sehat dan menghindari komentar kejam agar tak ada lagi idola yang pergi secara tragis. (avia)

Baca Juga:

Jadi yang Pertama, Taylor Swift Terima Woman of the Decade

Kredit : iftinavia


Iftinavia Pradinantia

LAINNYA DARI MERAH PUTIH