Minyak Zaitun Memang Sehat, Tapi... Minyak zaitun mudah rusak jika terkena panas. (foto: pexels)

GORENGAN memang tidak dianjurkan. Makanan yang digoreng umumnya mengandung minyak yang berlebih sehingga tidak baik untuk kesehatan. Oleh karena itu, tidak sedikit yang berusaha membuat gorengan menjadi lebih sehat. Salah satunya dengan mengganti minyak untuk menggoreng dengan minyak zaitun.

Apa benar-benar sehat?

Minyak zaitun atau olive oil dihasilkan dengan cara memeras zaitun untuk mengeluarkan minyak dari biji zaitun. Secara umum ada dua jenis minyak zaitu, yakni mentah (unrefined) dan yang melewati pemurnian (refined).

Jenis minyak zaitun murni (unrefined) tidak mengalami pemanasan atau menggunakan bahan kimia. Biasanya jenis ini dilabeli virgin atau extra virgin. Extra virgin olive oil memiliki kualitas terbaik, karena memiliki rasa lebih kaya. Selain itu, extra virgin olive oil diyakini lebih baik untuk tubuh.

Meskipun demikian, minyak zaitun murni sebaiknya tak dipanaskan berlebihan ketika diolah, karena mineral, enzim, vitamin, fenol yang terkandung masih dalam jumlah besar.

Minyak zaitun jenis virgin maupun extra virgin biasanya digunakan sebagai dressing salad atau untuk perawatan tubuh, seperti kulit dan rambut.

Sementara itu, minyak zaitun yang telah mengalami pemurnian (refined) biasanya berlabel pure atau light olive oil. Minyak zaitun jenis refined tak gampang terpengaruh jika terpapar suhu tinggi. Oleh karena itu, jenis ini baik untuk bahan memasak, seperti membuat kue, memanggang, menggoreng, dan menumis.

Jadi amankah menggunakan minyak zaitun untuk menggoreng?

Menggoreng makanan melibatkan pemanasan minyak dalam jumlah besar dan suhu tinggi. Kunci untuk makanan yang digoreng sehat ialah terletak pada suhu minyak. Minyak nabati, terutama yang murni, akan memburuk ketika dipanaskan. Semua minyak pada akhirnya akan mengalami perubahan struktur kimia bila terkena suhu tinggi.

Titik asap, suatu keadaan saat minyak akan panas, tapi belum akan berasap, menjadi tolok ukurnya. Saat berubah menjadi asap, minyak akan kehilangan sebagian besar antioksidan dan melepaskan zat kimia beracun.

Hasilnya, minyak berubah menjadikan radikal bebas karsinogenik, yaitu sel penyebab kanker. Titik asap minyak zaitun ialah 163 derajat celsius-190 derajat cesius, sedangkan panas yang tepat untuk menggoreng ialah 177 derajat celsius-190 derajat celsius. Itu berarti menggoreng dengan minyak zaitun akan menyentuh titik asapnya.

Minyak zaitun juga tidka disarankan untuk membakar daging karena rata-rata titik asapnya pembakaran ialah 232 derajat celsius. Sementara itu, sayuran terbakar dengan minyak pada titik asap 204 derajat celsius.

Dalam hal minyak zaitun, pemanasan berlebih akan mengubah struktur kimianya. Perubahan struktur kimia itulah yang membuat minyak zaitun tidak baik untuk menggoreng makanan.

Sebagai alternatif, beralihlah kepada minyak sayur atau minyak sawit untuk menggoreng demi meminimalisasi kemungkinan tubuh Anda mengembangkan sel karsinogenik.(*)



Dwi Astarini

LAINNYA DARI MERAH PUTIH