Lingkungan
Minyak Sawit Sintestis Solusi Alternatif Penyelamat Hutan Minyak sawit sintetis punya potensi selamatkan lingkungan. (Foto: 123RF/Tsikhan Kuprevich)

JIKA kamu khawatir dengan penggundulan hutan dan berkurangnya keanekaragaman hayati akibat hutan sawit, mengganti minyak goreng biasa dengan canola oil tidaklah cukup.

Produk kecantikan yang kamu gunakan sehari-hari banyak yang dibuat dengan minyak sawit. Industri kecantikan pun bertanggung jawab atas berkurangnya habitat spesies yang sudah terancam punah seperti orangutan, gajah kerdil, dan badak Sumatera.

Baca juga:

Mulai Beralih Pada Sabun Organik yang Ramah Lingkungan

Namun, sekarang industri bioteknplogi mengatakan telah menemukan solusi, yaitu alternatif minyak sawit sintetis yang tidak melibatkan pembakaran atau pembukaan hutan.

Dikatakan bahwa penemuan ini pada akhirnya dapat menggantikan minyak sawit alami dalam segala hal mulai dari sampo, sabun, deterjen dan lipstik, hingga produk makanan seperti roti dalam kemasan, biskuit, margarin, es krim dan coklat.

"Selama 30 tahun terakhir, 50% pertumbuhan perkebunan kelapa sawit disebabkan oleh deforestasi hutan tropis dan lahan gambut. Itu benar-benar inti dari masalah yang kami coba selesaikan," kata Shara Ticku, pendiri C16 Biosciences, salah satu perusahaan bioteknologi yang merintis alternatif sintetis seperti diberitakan BBC (16/12).

Minyak Sawit Sintestis Solusi Alternatif Penyelamat Hutan
Minyak sawit sintetis mengurangi deforestasi demi kebun kelapa sawit. (Foto: 123RF/Tuammee)

Penelitian ini masih dalam tahap pra-komersial, tetapi potensinya sangat diminati. Awal tahun ini, C16 Biosciences, perusahaan rintisan berusia tiga tahun yang berbasis di New York, menerima investasi 20 juta USD (Rp283,18 miliar) dari Breakthrough Energy Ventures, dana yang didukung oleh Bill Gates dan orang-orang seperti Jeff Bezos dari Amazon, Michael Bloomberg dan Richard Branson dari Virgin.

C16 Biosciences bukan satu-satunya organisasi yang mencari alternatif sintetis. Para peneliti sedang mengerjakan sesuatu yang serupa di Universitas Bath Inggris dan di Kiverdi yang berbasis di California. "Rekayasa GM (modifikasi genetik) telah membuka kemajuan baru," kata Chris Chuck, profesor teknik bioproses di Bath.

Minyak Sawit Sintestis Solusi Alternatif Penyelamat Hutan
Proses produksi minyak sawit sintetis cukup rumit. (Foto: 123RF/Roman Zaiets)

Kesamaan yang dimiliki proyek-proyek ini adalah mereka menggunakan proses fermentasi, menggunakan tong besar dalam prosedur yang mirip dengan pembuatan bir.

Pada C16 Biosciences, hal ini melibatkan penggunaan mikroba hasil rekayasa genetika untuk mengubah limbah makanan dan produk sampingan industri menjadi produk yang secara kimiawi sangat mirip dengan minyak sawit alami.

"Itu adalah ragi, kita memberinya gula, lalu ragi tumbuh dan mereka mampu menghasilkan minyak dalam jumlah besar di dalam selnya, dan kita harus memeras minyak itu atau mengekstraknya," kata Ticku.

Saat ini, fokus dari C16 Biosciences adalah membuat prototipe, dan mendapat tannggapan balik dari perusahaan yang mungkin memilih untuk menggunakannya dalam produk mereka. Grosir makanan internasional yang berbasis di Jerman, Metro Group sudah menunjukkan minatnya.

Baca juga:

Catat! Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Merusak Lingkungan

Tetapi tantangannya sangat besar. Agar berhasil secara komersial dan dalam skala besar, alternatif sintetis harus mampu meniru keserbagunaan minyak sawit alami, menjadikannya pengganti yang cocok dalam segala hal mulai dari makanan hingga produk rumah tangga.

Minyak sawit alami memiliki tekstur yang halus dan lembut, serta tidak berbau, menjadikannya bahan yang berguna dalam banyak resep.

Produk ini semi-padat pada suhu kamar, sehingga dapat menjaga emulsi dan memiliki efek pengawet alami yang memperpanjang umur simpan produk makanan.

Tim Prof Chuck menghitung, minyak sawit sintetis dua hingga tiga kali lebih mahal daripada versi aslinya, dan itu dalam kasus terbaik, skenario paling hemat biaya. "Dalam penggunaan di mana harga adalah penting dan merupakan pendorong utama, misalnya dalam biofuel dan makanan, itu berarti alternatif sintetis akan mengalami kesulitan," jelasnya.

Itu berarti risiko alternatif sintetis menjadi produk khusus. World Wide Fund for Nature (WWF) mengatakan bahwa secara global, 70% dari 75 juta ton minyak sawit yang dikonsumsi setiap tahun digunakan sebagai minyak goreng dan bahan makanan.

Minyak Sawit Sintestis Solusi Alternatif Penyelamat Hutan
Pembakaran lahan dan pembukaan hutan untuk kebun sawit bisa berkurang. (Foto: 123RF/Asnida Marwani)

Diperkirakan konsumsi global akan meningkat menjadi antara 264 dan 447 juta ton pada tahun 2050, dengan perkiraan peningkatan permintaan lima kali lipat untuk bahan bakar nabati berbasis kelapa sawit pada tahun 2030. Alternatif sintetis pada saat itu hanya dapat mengurangi produksi minyak sawit alami secara global.

Namun, hal itu tidak menghentikan Shara Ticku dari C16 Bioscience, "Kami percaya bahwa dengan platform teknologi kami, pada skala ratusan ribu kilogram per tahun, kami akan bersaing dengan biaya minyak sawit. Jika kami bisa mendapatkan cukup banyak orang untuk berubah maka bukan lagi alasan yang dibenarkan untuk membakar hutan untuk menghasilkan minyak nabati, dan itu berhasil."

Produsen minyak sawit alami terus memantau perkembangan ini. "Kami mengamati mereka dengan cermat, tetapi saya tidak berpikir bahwa secara realistis alternatif itu ada dalam hal kemampuannya untuk berproduksi dalam skala besar atau efisiensi biaya," kata Anita Neville dari Golden Agri-Resources di Indonesia, salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit milik swasta terbesar di dunia. (Aru)

Baca juga:

Peti Mati Ini 'Hidup' untuk Lingkungan

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Gelar Konser Daring, GFRIEND akan Rilis Album Baru ‘Walpurgis Night’
ShowBiz
Gelar Konser Daring, GFRIEND akan Rilis Album Baru ‘Walpurgis Night’

Pengalaman pertama bagi GFRIEND merilis album lewat konser daring.

The Falcon Sebut MCU Kurang Memiliki Kesatuan Ras
Fun
Nasibmu Kaki, Jarang Diperhatikan
Fun
Nasibmu Kaki, Jarang Diperhatikan

Kaki memang luput dari perhatian.

Gaun Bunga di Film 'Midsommar' Laku Dilelang Seharga Rp 965 Juta
Fun
Gaun Bunga di Film 'Midsommar' Laku Dilelang Seharga Rp 965 Juta

Hasil lelang akan didonasikan untuk lembaga komunitas yang terdampak oleh pandemi Corona.

Sering Dianggap Remeh, Ini Bahayanya Disfungsi Seksual
Fun
Sering Dianggap Remeh, Ini Bahayanya Disfungsi Seksual

Angka disfungsi ereksi pada populasi 20-80 tahun sebanyak 35,6%.

Microsoft Flight Simulator Hadirkan Pengalaman Jadi Pilot dengan Resolusi 4K
Fun
Microsoft Flight Simulator Hadirkan Pengalaman Jadi Pilot dengan Resolusi 4K

Flight Simulator akan hadir dengan kualitas yang kece, fitur ray tracing, dan resolusi 4K.

Konser Musik Forest Gets Noise Obati Kerinduan Para Metalhead
ShowBiz
Konser Musik Forest Gets Noise Obati Kerinduan Para Metalhead

Para penonton akan disuguhkan konsep camping outdoor dengan distrosi super extreme dari sejumlah band metal ternama Tanah Air.

Pengisi Suara Pertama Doraemon Meninggal Dunia
Fun
Pengisi Suara Pertama Doraemon Meninggal Dunia

Pengisi suara Doraemon pertama ini meninggal karena stroke.

Rage Against The Machine Rilis Dokumenter tentang Rasialisme
ShowBiz
Rage Against The Machine Rilis Dokumenter tentang Rasialisme

Film dokumenter berjudul Killing in Thy Name tayang 16 Januari 2020.

Google Lens Hadirkan Fitur Baru yang Menakjubkan
Fun
Google Lens Hadirkan Fitur Baru yang Menakjubkan

Fitur baru ini akan membantumu lebih produktif.