Minta Warga Tak Panik, Mahfud MD Sebut Corona Layaknya Penyakit lain Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD. (Antara Foto/Syaiful Hakim)

Merahputih.com - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD kembali mengingatkan agar masyarakat tidak panik menyusul dua orang warga Depok yang positif terjangkit virus COVID-19 atau Corona.

"Saya imbau agar virus Corona tidak membuat kita panik karena itu penyakit seperti yang lain, yang sebenarnya tingkat kematiannya kecil dibandingkan penyakit lain. Flu biasa itu lebih banyak korbannya yang meninggal. Bahkan, penyakit paru-paru 50 kali lebih banyak dari ini kan (virus Corona)," kata Mahfud di Majelis Ulama Indonesia (MUI), Jakarta, Kamis (5/3).

Baca Juga

Khawatir Corona, Keuskupan Agung Semarang Ubah Tata Cara Prosesi Ekaristi

Mahfud menegaskan aparat kepolisian akan menindak tegas masyarakat yang mengambil keuntungan dari isu Corona ini, yakni dengan melakukan penimbunan barang seperti masker dan lainnya.

"Pemerintah sudah menyatakan bisa dianggap kejahatan ekonomi subversi di bidang ekonomi kalau orang menimbun barang, melakukan rush dan sebagainya untuk ambil keuntungan dari isu ini," tegas dia.

Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Mahfud MD, saat memberikan keterangan pers di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (4/2/2020). ANTARA/Syaiful Hakim
Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Mahfud MD, saat memberikan keterangan pers di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (4/2/2020). ANTARA/Syaiful Hakim

Oleh karena itu, aparat kepolisian bisa bertindak bagi masyarakat yang tidak jelas, tiba-tiba memborong barang kemudian dijual dengan harga yang sangat mahal.

"Polisi akan mencari pasal-pasal pidananya," tuturnya.

Baca Juga

Jusuf Kalla Imbau Pengurus Masjid Jaga Kebersihan Cegah Penyebaran Virus Corona

Dalam kesempatan itu, sebagaimana dikutip Antara, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) tersebut kembali menegaskan bahwa pemerintah siap menghadapi Corona dan sudah memiliki peralatan dan dokter yang diperlukan.

"Jadi, jangan takut untuk Corona ini. Kita hadapi secara wajar saja. Gitu saja," ujar Mahfud. (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Komisi IX Nyatakan RUU Minol Masih Wacana
Indonesia
Komisi IX Nyatakan RUU Minol Masih Wacana

Pembahasan soal RUU minuman beralkohol ini sudah pasti akan memakan waktu

Identitas Pasien Corona Tersebar, Kominfo Gandeng Polri Ambil Langkah Hukum
Indonesia
Identitas Pasien Corona Tersebar, Kominfo Gandeng Polri Ambil Langkah Hukum

Apa yang sudah terjadi supaya menjadi pelajaran bersama

KPK Perpanjang Masa Penahanan Eks Bupati Bogor Rahmat Yasin
Indonesia
KPK Perpanjang Masa Penahanan Eks Bupati Bogor Rahmat Yasin

Dengan demikian, dia bakal mendekam di sel tahanan hingga 11 Oktober 2020.

Mulai 13 Juli, Pelajar di DKI Jakarta Kembali Bersekolah
Indonesia
Mulai 13 Juli, Pelajar di DKI Jakarta Kembali Bersekolah

kebijakan itu akan dilaksanakan Pemprov DKI jika mamang pandemi COVID-19 sudah berakhir atau mereda.

Pakar Intelijen: Waspadai Kelompok Teroris Anti Calon Kapolri
Indonesia
Pakar Intelijen: Waspadai Kelompok Teroris Anti Calon Kapolri

Pemerintah perlu mewaspadai kelompok teroris yang anti terhadap calon Kapolri yang telah dipilih.

555 Orang Terpapar Corona di 107 Pasar Seluruh Jakarta
Indonesia
555 Orang Terpapar Corona di 107 Pasar Seluruh Jakarta

Berdasarkan Satuan Tugas Penanganan COVID-19, ada 555 orang positif corona yang tersebar di 107 pasar Jakarta.

Jaksa Minta Hakim Tolak Eksepsi Terdakwa Kasus Jiwasraya
Indonesia
Jaksa Minta Hakim Tolak Eksepsi Terdakwa Kasus Jiwasraya

Jaksa menegaskan, dakwaan terhadap Hary Prasetyo telah disusun secara cermat, jelas dan lengkap.

WIKA Garap Proyek MRT Taiwan
Indonesia
WIKA Garap Proyek MRT Taiwan

Sanying Line menjadi stepping stone bagi Pemerintah Taiwan untuk mewujudkan integrasi transportasi dari Bandara Taiwan ke Taipei City.

 Permenhub Terkait Ojol Dianggap Berbahaya dan Terkesan Plin-Plan
Indonesia
Permenhub Terkait Ojol Dianggap Berbahaya dan Terkesan Plin-Plan

"Ini kebijakan yang aneh. Dan membahayakan. Kebijakan yang tak sinkron diantara pemerintah pusat sendiri (Menkes dan Menhub). Kebijakan yang plintat plintut," kata Ujang

Update COVID-19 Sabtu (3/10) 299.506 Positif, 225.052 Sembuh
Indonesia
Update COVID-19 Sabtu (3/10) 299.506 Positif, 225.052 Sembuh

Data pemerintah pada Sabtu pukul 12.00 WIB ini menunjukkan bahwa terdapat 4.007 kasus baru COVID-19 dalam 24 jam terakhir per Sabtu (3/10).