Minta Sidang PK Online, Djoko Tjandra Dinilai Menghina Pengadilan Sidang Djoko Tjandra. (Foto: MP/Ponco)

MerahPutih.com - Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) menilai permintaan buronan Kejaksaan Agung Djoko Tjandra agar persidangan permohonan Peninjauan Kembali (PK) yang diajukannya digelar secara daring atau teleconference sebagai bentuk penghinaan terhadap pengadilan.

Hal ini, kata Koordinator MAKI, Boyamin Saiman, lantaran status Djoko Tjandra merupakan buronan yang dicari pemerintah dan aparat penegak hukum di Indonesia sejak 11 tahun silam.

Baca Juga

Bantu Pelarian Djoko Tjandra, Aparat Penegak Hukum Dipidana Pasal Berlapis

Boyamin menyatakan selama masa pandemi COVID-19 sebagian besar sidang perkara pidana memang digelar secara daring. Namun, kata Boyamin, sidang secara daring hanya berlaku bagi terdakwa yang berada di Indonesia, bukan buronan seperti Djoko Tjandra.

Untuk itu, Boyamin menyatakan sudah semestinya Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menolak permintaan terpidana kasus korupsi cessie (hak tagih) Bank Bali itu agar sidang permohonan PK yang diajukannya digelar secara daring.

"Sidang daring perkara pidana yang selama ini sudah berlangsung adalah terhadap Terdakwa yang berada di Indonesia baik ditahan atau atau tidak ditahan serta bukan buron. Jadi permintaan sidang daring oleh Joker jelas-jelas bentuk penghinaan terhadap pengadilan sehingga sudah semestinya ditolak oleh hakim," kata Boyamin saat dikonfirmasi, Selasa (21/7).

Terdakwa dalam kasus Bank Bali, Djoko S. Tjandra di sidang Pengadilan negeri Jakarta Selatan, Senin (28/2/2000). (ANTARA FOTO/Str/Irham/aa.)
Terdakwa dalam kasus Bank Bali, Djoko S. Tjandra di sidang Pengadilan negeri Jakarta Selatan, Senin (28/2/2000). (ANTARA FOTO/Str/Irham/aa.)

Diketahui, Djoko Tjandra kembali mangkir atau tidak hadir dalam persidangan permohonan Peninjauan Kembali (PK) yang diajukannya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Senin (20/7). Dengan demikian, Djoko telah tiga kali tidak hadir dalam persidangan.

Seperti dua persidangan sebelumnya pada 29 Juni 2020 dan 6 Juli 2020, Djoko mengaku tidak hadir dalam persidangan hari ini lantaran sedang sakit di Kuala Lumpur, Malaysia. Padahal, dalam persidangan sebelumnya, Majelis Hakim telah mengultimatum kuasa hukum untuk menghadirkan Djoko Tjandra di persidangan.

Alih-alih mematuhi ultimatum hakim, melalui surat yang ditandatanganinya di Kuala Lumpur, Malaysia tertanggal 17 Juli 2020, Djoko justru meminta Majelis Hakim menggelar sidang pemeriksaan atas PK yang diajukannya secara daring.

Boyamin menegaskan, Djoko Tjandra sudah sepatutnya sadar diri dengan statusnya sebagai buronan dengan tidak mendikte pengadilan. Di sisi lain, Boyamin meminta PN Jaksel tidak meneruskan persidangan karena Djoko Tjandra telah secara nyata tidak menghormati proses persidangan. Apalagi, mengingat tindakannya selama ini yang kerap mengangkangi hukum di Indonesia.

"Joker dengan ulahnya selama ini telah mencederai rasa keadilan rakyat sehingga tidak boleh mendapat dispensasi berupa sidang daring," ujarnya.

Boyamin juga menduga Djoko Tjandra tidak benar-benar sakit seperti yang diklaim kuasa hukumnya. Dugaan ini menguat lantaran dalam tiga kali persidangan yang telah digelar, kuasa hukum hanya menyampaikan surat keterangan sakit tanpa ada keterangan secara pasti penyakit yang diderita Djoko Tjandra.

"Di sisi lain diduga sakitnya Joker hanyalah pura-pura karena senyatanya dia tidak opname di rumah sakit dan hanya surat keterangan sakit," ucapnya.

Baca Juga

Kasus Djoko Tjandra dan Perang Para Jenderal Rebut Posisi Calon Kapolri

Untuk itu, Boyamin meminta PN Jaksel tidak lagi memberi kesempatan kepada Djoko Tjandra untuk mengulur-ulur waktu dengan klaim sakit. Boyamin juga meminta PN Jaksel tidak meneruskan persidangan dan berkas perkaranya tidak perlu dikirim ke Mahkamah Agung (MA).

"Pengadilan tidak boleh lagi memberi kesempatan untuk mengulur waktu karena senyatanya Pengadilan telah berbaik hati dengan memberikan kesempatan sidang sebanyak tiga kali. Untuk itu stop sampai sini dan berkas perkara langsung dimasukkan arsip dan tidak dikirim ke MA," tutup Boyamin. (Pon)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kerja Besar Vaksinasi COVID-19 Dalam 15 Bulan
Indonesia
Kerja Besar Vaksinasi COVID-19 Dalam 15 Bulan

Hasil evaluasi vaksin Sinovac, menunjukkan efek samping yang ditimbulkan bersifat ringan hingga sedang, yaitu efek samping lokal berupa nyeri, indurasi (iritasi), kemerahan, dan pembengkakan.

  Mundur Dari Stafsus Jokowi, Belva Devara Dipuji Politisi PSI
Indonesia
Mundur Dari Stafsus Jokowi, Belva Devara Dipuji Politisi PSI

“Salute dan big respect kepada mas Adamas Belva yang sudah memberi contoh adab bernegara yang sangat baik dengan melepaskan jabatannya secara sukarela untuk menghindari conflict of interest,” kata pria yang karib disapa Uki

 Jaksa Agung Minta Pelanggar PSBB Ditindak Tegas
Indonesia
Jaksa Agung Minta Pelanggar PSBB Ditindak Tegas

Burhanudin menilai, tindakan tegas diperlukan setelah melihat kondisi saat ini di mana objek yang diperika lebih "galak" dibandingkan petugas yang melakukan pemeriksaan.

Update Kasus Corona DKI Selasa (22/9): 65.318 Positif, 50.473 Sembuh
Indonesia
Update Kasus Corona DKI Selasa (22/9): 65.318 Positif, 50.473 Sembuh

Dengan positivity rate 12,5 persen penambahan kasus positif perhari sebanyak 1.012 jiwa.

Gubernur Jatim Positif COVID, LaNyalla: Pejabat Publik Sulit Hindari Kerumunan
Indonesia
Gubernur Jatim Positif COVID, LaNyalla: Pejabat Publik Sulit Hindari Kerumunan

"Mencegah penyebaran COVID-19 adalah tugas kita bersama. Patuhi protokol kesehatan, karena virus ini bisa menyerang siapa saja," tuturnya.

[HOAKS atau FAKTA]: Uap Panas Hasil Rebusan Cuka Dapat Obati COVID-19
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Uap Panas Hasil Rebusan Cuka Dapat Obati COVID-19

Cosmo City Vibes mengunggah narasi yang menyatakan uap air panas hasil rebusan daun jambu, jahe, bawang putih, lemon, bawang merah, dan cuka dapat mengobati COVID-19.

[HOAKS atau FAKTA] Amien Rais: Kalau Jokowi Sampai Diturunkan akan Lebih Parah. Dia Terbaik untuk RI
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] Amien Rais: Kalau Jokowi Sampai Diturunkan akan Lebih Parah. Dia Terbaik untuk RI

“Jangan sampai kita nanti ada presiden turun di tengah jalan, ini kita hormati semarah-marah kita kepada presiden,” kata Amien Rais.

Wagub DKI: Perda Penanganan COVID-19 Buat Aparat Lebih Berani Tindak Pelanggar PSBB
Indonesia
Wagub DKI: Perda Penanganan COVID-19 Buat Aparat Lebih Berani Tindak Pelanggar PSBB

Kekuatan hukum pergub berada di bawah Perda, sehingga dengan adanya perda, penanganan COVID memiliki payung hukum yang lebih kuat.

Mal di Solo Mulai Dipadati Pengunjung, Protokol Kesehatan Diperketat
Indonesia
Mal di Solo Mulai Dipadati Pengunjung, Protokol Kesehatan Diperketat

Banyaknya pengunjung tersebut seolah mengabaikan ancaman penularan virus corona.

KJRI Johor Baru Layani Urusan Penerbitan Paspor di Ladang Sawit
Indonesia
KJRI Johor Baru Layani Urusan Penerbitan Paspor di Ladang Sawit

182 orang pekerja migran Indonesia (PMI) nonprosedural pulang ke Surabaya, Jawa Tmur, dengan menggunakan pesawat terbang carter Malindo OD355 dari Kuala Lumpur International Airport (KLIA), Sabtu, (27/2).