Minta Masyarakat Waspada, Boni Hargens Sebut Ada Pihak yang Ahli Dalam Kelola Kerusuhan  Boni Hargens sedang berbicara dalam sebuah diskusi publik di Jakarta, Sabtu (11/5) (MP/Gomes R)

MerahPutih.Com - Direktur Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) Boni Hargens mengatakan, ada sejumlah pihak yang ahli dalam mengelola kerusuhan dengan menebar wacana people power demi menimbulkan kegaduhan politik.

Oleh karena itu, warga negara tentu tidak mau negara ini hancur oleh orang-orang yang berbisnis dengan kerusuhan. Sebab, negara ini sudah lelah menghadapi segala gangguan-gangguan baik terorisme maupun gangguan politik.

"Mari kita harus bersatu kembali, ini bulan suci Ramadan, kita harus memberi makna pada kesucian ini dengan menjaga sikap dan tutur kata perbuatan kita dengan menjamin keamanan negara ini," kata Boni dalam acara diskusi yang bertajuk, 'Gejolak Pemilu 2019 :Problem Demokrasi Elektorial Atau Sekedar Mainan Bandar Politik?' di Ammarin Restaurant, Plaza Sentral GF, Karet Semanggi, Jakarta Selatan, Sabtu (11/5).

Diskusi Publik Gejolak Pemilu 2019
Boni Hargens bersama sejumlah pembicara dalam diskusi publik 'Gejolak Pemilu 2019 :Problem Demokrasi Elektorial Atau Sekedar Mainan Bandar Politik?' di Jakarta (MP/Gomes)

Lebih lanjut, Boni menyarankan semua elemen masyarakat harus menerima apapun hasil dari Pemilu 2019 untuk kebaikan bersama. Siapa pun yang terpilih dan dipercayakan untuk memimpin bangsa ini kedepannya. Wacana people power menurut Boni tidak lebih dari provokasi politik untuk menciptakan kerusuhan sosial.

"Itulah adalah pilihan rakyat Indonesia, dan presiden untuk semua, mari kita hentikan dan tahan diri terhadap provokasi, itu" terangnya.

Perusuh negara itu kata Boni tak lain adalah kelompok penumpang gelap yang tidak bertuan termasuk dalam kelompok sebagian itu adalah teroris yang ingin mendirikan negara khilafah di Indonesia.

Jadi, yang bertanggung jawab adalah mereka yang memimpin organisasi-organisasi itu, kalau misalnya mereka tidak menerima kekalahan pada Pemilu 2019.

"Sehingga, mereka bisa ikut kelompok semacam itu dan harus bertanggung jawab kalau ada kekacauan kalau ada terjadi keributan yang diciptakan oleh penumpang gelap," tegasnya.

Menurut Boni, terkait dengan kelompok people power itu bisa saja terjadi di indonesia, ketika seluruh rakyat merasakan ketidakadilan. Bahkan persoalan ketidakadilan tersebut juga dirasakan setiap orang. Sementara situasi tersebut tidak ada dalam keadaan seperti sekarang ini.

"Apa yang terjadi di Filipina terkait dengan people power itu, karena ada penindasan selama puluhan tahun dan di sana mereka melawan rezim zalim, di sini kita tidak melihat penindasan itu," tutupnya.(Gms)



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH