Minta Maaf ke Orangtua di Mapolresta Surakarta, 141 Pelajar Hendak Ikut Demo Dilepas Pelajar yang diamankan petugas saat demo dibetikan sanksi sungkem dengan orangtuanya di Mapolresta Surakarta, Senin (12/10). (MP/Ismail)

MerahPutih.com - Polresta Surakarta, Jawa Tengah, melepas sebanyak 141 pelajar dan kelompok Anarko yang ditangkap polisi saat akan mengikuti aksi unjuk rasa menolak disahkannya UU Cipta Kerja di Balai Kota Solo, Senin (12/10).

Polisi melepas mereka setelah memberikan sanksi untuk sungkem meminta maaf dengan orangtuanya di halaman Mapolresta Surakarta. Sementara itu, empat orang masih ditahan karena kedapatan membawa miras dan benda berbahaya.

Kabag Ops Polresta Surakarta Kompol Sukarda, mengatakan pendataan pelajar yang ditangkap saat aksi unjuk rasa Cipta Kerja awalnya hanya 73 orang. Kemudian dilakukan penyisiran lagi ditemukan lagi dengan total 141 pelajar.

Baca Juga

Ribuan Brimob Nusantara Bersiaga Antisipasi Kericuhan saat Demo UU Ciptaker di Jakarta

"Kami juga menemukan 10 orang kelompok yang menamakan diri Anarko. Keberadaan kelompok ini diduga berniat membuat domo menjadi rusuh," kata Sukarda, Selasa (13/10).

Pelajar yang diamankan petugas saat demo dibetikan sanksi sungkem dengan orangtuanya di Mapolresta Surakarta, Senin (12/10). (MP/Ismail)
Pelajar yang diamankan petugas saat demo dibetikan sanksi sungkem dengan orangtuanya di Mapolresta Surakarta, Senin (12/10). (MP/Ismail)

Ia langsung menghubungi pihak sekokah dan orangtua pelajar yang diamankan untuk menjemput anaknya di kantor polisi. Namun demikian, sebelum pelajar diperbolehkan pulang diberikan sanksi untuk sungkeman dengan orang tuanya masing-masing.

"Kami ingin memberikan efek jera pada mereka. Dengan sanksi ini orangtua jadi tahu apa yang dilakukan anaknya di luar rumah sehingga bisa mengawasinya dengan baik," katanya.

Ia mengatakan saat ini masih ada empat orang yang ditahan di Mapolresta untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut karena membawa miras dan benda berbahaya. Satu dari empat kelompok Anarko, ada yang dibawa anggota Polresta Sukoharjo.

"Satu anggota Anarko dibawa Polres Sukoharjo diduga ada kaitanya dengan aksi ricuh di Tugu Kartasura, Sukoharjo pada tanggal 8 Oktober lalu," katanya

Baca Juga

Pengamat Ungkap Dua Penumpang Gelap dalam Kemelut Omnibus Law

Ia mengimbau pada warga untuk tidak terprovokasi dengan ajakan di medsos. Demikian dengan orangtua disaat anaknya belajar daring di rumah harus mengwasinya. (Ismail/Jawa Tengah)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Polda Metro Amankan 36 Bus Antar Kota Pelanggar Trayek Saat PPKM Darurat
Indonesia
Dihantam Pandemi Corona, Penjualan Aksesoris Imlek di Pasar Gede Solo Anjlok
Indonesia
Dihantam Pandemi Corona, Penjualan Aksesoris Imlek di Pasar Gede Solo Anjlok

"Pandemi COVID-19 membuat pembelian aksesoris Imlek di toko saya anjlok," ujar Natalia

Pemerintah Diminta Jadikan TNI-Polri Prioritas Kedua Vaksinasi COVID-19
Indonesia
Pemerintah Diminta Jadikan TNI-Polri Prioritas Kedua Vaksinasi COVID-19

Apalagi, pada kondisi seperti sekarang TNI-Polri harus terjun langsung

SMF Telah Biayai 1,08 Juta Debitur KPR
KPR
SMF Telah Biayai 1,08 Juta Debitur KPR

pencapaian kinerja ditopang dari kegiatan sekuritisasi sebesar Rp631 miliar, penyaluran pinjaman sebesar Rp6,43 Triliun, serta penerbitan surat utang sebesar Rp7,27 triliun.

[HOAKS atau FAKTA]: Alat-Alat Berikut Wajib Ada di Rumah jika Ingin Terhindar dari COVID-19
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Alat-Alat Berikut Wajib Ada di Rumah jika Ingin Terhindar dari COVID-19

Beberapa di antaranya adalah tabung oksigen, oksimeter, makanan dikonsumsi dalam keadaan hangat, dan buah seperti lemon serta pisang.

Polisi Amankan Ratusan Simpatisan Rizieq Shihab, Ada yang Bawa Sajam
Indonesia
Polisi Amankan Ratusan Simpatisan Rizieq Shihab, Ada yang Bawa Sajam

Satria menyebut dari ratusan simpatisan yang diamankan, pihaknya menemukan adanya senjata tajam (sajam) jenis pisau dari para pendukung mantan pentolan FPI it

Satgas COVID-19 Soroti Potensi Penyebaran COVID-19 di Klaster Pengungsian
Indonesia
Satgas COVID-19 Soroti Potensi Penyebaran COVID-19 di Klaster Pengungsian

Semoga bencana banjir yang sedang dihadapi beberapa provinsi dapat segera teratasi

Hanura Kritik Erick Thohir Izinkan Direksi BUMN Punya Lima Staf Ahli
Indonesia
Hanura Kritik Erick Thohir Izinkan Direksi BUMN Punya Lima Staf Ahli

"Apakah masih membutuhkan tenaga ahli lagi? Bukankah para direksi ini adalah ahli dibidang-nya," kata Inas

75 Pegawai Dinonaktifkan, KPK Klaim Tidak Bakal Ganggu Kinerja
Indonesia
75 Pegawai Dinonaktifkan, KPK Klaim Tidak Bakal Ganggu Kinerja

Ali berkilah, 75 pegawai yang tidak memenuhi syarat yang tersebar di hampir semua direktorat itu bukan dinyatakan nonaktif karena semua hak dan tanggung jawab kepegawaiannya masih tetap berlaku.

Selama PSBB Jilid II Pemprov DKI Tutup 23 Perusahaan
Indonesia
Selama PSBB Jilid II Pemprov DKI Tutup 23 Perusahaan

14 perusahaan ditutup karena ada sejumlah pegawai terpapar virus corona