Minta Kapolda dan Pangdam Larang Massa Aksi ke Jakarta, BPN Desak Jokowi Pecat Wiranto Menko Polhukam Wiranto di Jakarta (ANTARA FOTO/Reno Esnir)

MerahPutih.com - Jubir Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno, Andre Rosiade menilai, ucapan Menkopolhukam Wiranto yang meminta agar Pangdam dan Kapolda menghalau massa menjelang 22 Mei, adalah salah kaprah.

Menurut Andre, mantan Ketua Umum Partai Hanura tersebut sedang panik.

Jubir Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno, Andre Rosiade

"Orang punya hak menyatakan pendapat. Saya bilang dua minggu lalu, saya usulkan ke Jokowi, pecat itu Wiranto," kata Andre di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (18/5).

Menurut Andre, Wiranto tak sesuai dengan aspriasi janji kampanye Jokowi di 2014 lalu di mana ia menjamin kebebasan berekspresi.

"Pak Wiranto ini membawa langkah kemunduran makanya harus dipecat saat reshuflle. Ini harus dilakukan agar pak Jokowi sesuai dengan janji kampanye," tambah Andre.

Menjelang pengumuman hasil Pemilu 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 22 Mei, Menko Polhukam Wiranto memerintahkan para Pangdam dan Kapolda se-Indonesia untuk mencegah warga ke Jakarta.

Pasalnya, menurut Wiranto ada potensi pengerahan massa dari luar Jakarta pada saat pengumuman hasil rekapitulasi Pemilu 2019 pada 22 Mei 2019.

Wiranto minta Kapolda dan Pangdam cegah warga ke Jakarta
Menko Polhukam Wiranto (Dok. Sekretariat Kabinet)

Lebih lanjut Wiranto mengimbau seluruh warga di daerah jangan sampai terpengaruh dengan ajakan ke Jakarta. (Knu)


Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH