Minta Jangan Saling Menyalahkan Tangani COVID-19, Tito: Ini Barang Baru Mendagri Tito Karnavian tegaskan lockdown iut kewenangan pemerintah pusat (Foto: antaranews)

MerahPutih.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengakui, wabah virus corona atau COVID-19 merupakan bencana baru dunia. Menurutnya, tidak ada negara yang betul-betul siap menghadapi wabah virus yang berasal dari Wuhan, Tiongkok tersebut.

"Pandemi terluas di dunia dan wabah terluas di Indonesia. Artinya apa? Ini barang baru, sesuatu yang baru bagi dunia, maka tidak ada negara yang betul-betul siap menghadapi ini," kata Tito, Rabu (20/5).

Baca Juga:

BNPB Sebut Pandemi Corona Masuk Bencana Skala Nasional

Menurut Tito, semua negara yang terjangkit COVID-19, saling belajar. Bahkan negara maju, seperti Amerika Serikat, Italia, Spanyol, Inggris, Jerman dan Perancis juga menjadi korban keganasan COVID-19.

"Korban yang terjangkit COVID-19 atau yang meninggal di negara-negara tersebut jauh lebih banyak daripada Indonesia," ujarnya.

Mendagri Tito Karnavian bersama Kepala BNPB Doni Monardo
Mendagri Tito Karnavian bersama Kepala BNPB Doni Monardo (Foto: antaranews)

Tito berharap agar tidak menyalahkan satu sama lain terkait mewabahnya COVID-19. Namun, harus bisa membuka mata terkait keberhasilan sejumlah negara memerangi virus corona.

"Jadi saya pikir kita tidak perlu saling menyalahkan satu sama lain. Tapi kita belajar dari negara lain, kita belajar dari daerah lain, belajar dari keberhasilan mereka dan belajar dari kekurangan keberhasilan mereka, kok bisa naik terus? Ada apa? Kok yang itu bisa turun, kenapa? Kok Bali bisa turun," ujar Tito.

Baca Juga:

Gubernur Jateng Tunjuk 7 Rumah Sakit Screening Gratis Corona, 2 Rumah Sakit di Solo

Oleh karena itu, mantan Kapolri ini meminta dalam perang menghadapi COVID-19, semua pihak untuk dapat mendukung agar Indonesia bisa segera terbebas dari wabah ini. Semua pihak bersatu saling mendukung.

"Jangan kemudian saling salahkan. Semuanya, baik itu Pemerintah pusat dan daerah, saling belajar dari pengalaman negara lain, apa kelebihan yang bisa diambil dan kekurangan yang bisa dipelajari," kata Tito. (Pon)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
 Analis Intelijen Duga Ada 'Aktor Besar' Biang Penyebar Virus Corona
Indonesia
Analis Intelijen Duga Ada 'Aktor Besar' Biang Penyebar Virus Corona

"Dugaan-dugaan bahwa ada industri farmasi mempunyai peran kuat dalam Covid-19 menjadi masuk akal," tutur dia.

Presiden Jokowi Minta Evaluasi Total PSBB dan Penyaluran Bansos COVID-19
Indonesia
Presiden Jokowi Minta Evaluasi Total PSBB dan Penyaluran Bansos COVID-19

Hal ini perlu observasi mana yang penerapan terlalu over, terlalu kebablasan, dan mana yang masih kendor.

 Tangani Corona, Presiden Jokowi Ungkap Tak Ingin Timbulkan Kegaduhan
Indonesia
Tangani Corona, Presiden Jokowi Ungkap Tak Ingin Timbulkan Kegaduhan

"Memang ada yang kita sampaikan dan ada yang tidak kita sampaikan. Karena kita tidak ingin menimbulkan keresahan dan kepanikan di tengah masyarakat," kata Jokowi

Target Pemilih di Pilkada 2020 Dinilai Terlalu Tinggi
Indonesia
Target Pemilih di Pilkada 2020 Dinilai Terlalu Tinggi

Desember 2020 masih dalam situasi pandemi COVID-19

Persentase Kesembuhan Pasien COVID-19 Terus Meningkat
Indonesia
Persentase Kesembuhan Pasien COVID-19 Terus Meningkat

Penambahan terbaru pada hari ini sebanyak 1.906 kasus.

 Vatikan Tekankan Pentingnya Persaudaraan Umat Kristiani dan Muslim Pada Hari Idulfitri
Indonesia
Vatikan Tekankan Pentingnya Persaudaraan Umat Kristiani dan Muslim Pada Hari Idulfitri

Menurut dia, Dewan Kepausan di Vatikan mengucapkan doa terbaik dan ucapan selamat Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriyah bagi semua saudara muslim.

Pemerintah Bisa Pulangkan Dua Pasien Virus Corona
Indonesia
Pemerintah Bisa Pulangkan Dua Pasien Virus Corona

Pasien kasus 1 dan kasus 2 dipulangkan jika hasil pemeriksaan laboratorium adalah negatif.

Bantu Djoko Tjandra Buat e-KTP, Mantan Lurah Grogol Selatan Diperiksa Bareskrim
Indonesia
Bantu Djoko Tjandra Buat e-KTP, Mantan Lurah Grogol Selatan Diperiksa Bareskrim

"Saya kurang tahu. Coba tanya aja atasan langsungnya," ungkap Chaidir.

Rumah dan Ladang Digusur PTPN, Ratusan Petani dari Deli Serdang Mengadu ke Jokowi
Indonesia
Rumah dan Ladang Digusur PTPN, Ratusan Petani dari Deli Serdang Mengadu ke Jokowi

Perjalanan ribuan kilometer itu dilakukan sebagai bentuk protes setelah sejumlah rumah dan ladang di dua desa itu digusur PTPN II.