Minta Jangan Ada yang Sinis, PKS Sebut RUU Ketahanan Keluarga Penting untuk Generasi Unggul Presiden PKS Sohibul Iman (kiri) dan Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwiani (kanan) di Hotel Sahid, Jakarta, Jumat malam (21/2/2020). ANTARA/Imam Budilaksono

MerahPutih.com - Ketua Fraksi PKS DPR Jazuli Juwaini meminta semua pihak tak berprasangka buruk dalam menyikapi Rancangan Undang-Undang (RUU) Ketahanan Keluarga. Menurut Jazuli, RUU itu bertujuan untuk melahirkan generasi yang lebih baik ke depannya.

Dia mengatakan, FPKS ingin RUU tersebut memberikan pemahaman bahwa keluarga merupakan institusi terkecil dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Menurut dia, ketika institusi tersebut sukses, maka Indonesia akan berhasil melahirkan generasi yang lebih baik di masa mendatang.

Baca Juga:

Terlalu Masuk Ranah Pribadi, RUU Ketahanan Keluarga Jangan Sampai Inkonstitusional

"Ketika institusi keluarga broken, maka banyak generasi yang akan broken. Karena itu, PKS menilai keluarga adalah institusi yang penting dalam memperoleh generasi yang baik bagi bangsa dan negara, di samping institusi-institusi sekolah formal tentunya," ujarnya kepada wartawan, Sabtu (22/2).

Dia mengakui bahwa ada dua kader PKS yang menjadi pengusul RUU tersebut yaitu Ledia Hanifa dan Netty Prasetiyani, sesuai peraturan perundang-undangan menggunakan haknya lalu diterima Badan Legislasi (Baleg) DPR.

"Usulan RUU tersebut diterima Baleg lalu masuk dalam Prolegnas 2020, maka tinggal dibahas. Dan ada beberapa anggota dari PAN, Golkar dan Gerindra. Yang penting dalam sebuah proses itu masuk ya kan, kemudian nanti dibahas," ujarnya.

PKS memandang RUU Ketahanan Keluarga bertujuan untuk melahirkan generasi yang lebih baik ke depan. (Foto:  (Foto: Antara/Pixabay)
PKS memandang RUU Ketahanan Keluarga bertujuan untuk melahirkan generasi yang lebih baik ke depan. (Foto: (Foto: Antara/Pixabay)

Jazuli mengatakan, hal yang diinginkan PKS atas RUU Ketahanan Keluarga adalah agar setiap keluarga harmonis dan sukses melahirkan generasi yang lebih baik.

"Yang diinginkan oleh PKS dari RUU Ketahanan Keluarga ini, paham engga bahwa keluarga itu adalah institusi terkecil dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Ketika institusi ini adalah sukses, maka kita akan sukses melahirkan generasi yang lebih bagus," kata Jazuli

Jazuli memahami, pasal per pasal dalam RUU tersebut banyak menuai kritik dari masyarakat karena dinilai terlalu jauh menerabas ruang privat.

Ia mengatakan, PKS menerima masukan untuk mencari poin yang lebih sesuai untuk pasal-pasal kontroversial tersebut.

"Kita lihat dalam pembahasan, kalau UU nanti dalam pembahasan, ada argumentasi yang lebih logic, yang lebih sesuai, ya kita terima. Nah itu nanti dalam pembahasan," pungkasnya.

Baca Juga:

Gerindra Panggil Kadernya yang Usulkan RUU Ketahanan Keluarga

RUU Ketahanan Keluarga dikritik sejumlah pihak karena dianggap terlalu mencampuri urusan pribadi.

RUU itu di antaranya mengatur tentang kewajiban suami dan istri dalam pernikahan, hingga wajib lapor bagi keluarga atau individu pelaku LGBT.
Aktivitas seksual sadisme dan masokisme juga dikategorikan sebagai penyimpangan seksual dalam RUU tersebut sehingga wajib dilaporkan.

RUU Ketahanan Keluarga ini merupakan usul DPR dan diusulkan oleh lima anggota DPR yang terdiri dari empat fraksi.

Mereka adalah anggota Fraksi PKS Ledia Hanifa dan Netty Prasetiyani, anggota Fraksi Golkar Endang Maria Astuti, anggota Fraksi Gerindra Sodik Mujahid, dan anggota Fraksi PAN Ali Taher. (Knu)

Baca Juga:

RUU Ketahanan Keluarga Melegitimasi Perempuan Sebagai Pemain Belakang


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH