Minta Diistimewakan, Anggota DPR Dinilai Paranoid COVID-19 Peneliti Formappi Lucius Karus (Foto: Twitter:/@luciuskarus)

Merahputih.com - Gerakan untuk Indonesia Adil dan Demokratis (GIAD) menilai, rencana pemeriksaan tes corona bagi anggota DPR dan keluarganya lantaran lepas dikejar oleh rasa takut yang berlebihan atau paranoid soal COVID-19.

"Kalau-kalau virus mematikan itu sudah menjangkiti dirinya. Padahal jelas-jelas rapid test ini diprioritaskan bagi warga yang sudah menyandang status ODP dan PDP," kata Anggota GIAD Lucius Karus dalam keterangannya, Selasa (24/3).

Baca Juga

Surat Terbuka Fadli Zon untuk Jokowi: Menunda Lockdown, Memperbanyak Korban

Hal ini membuatnya miris bahkan jengkel. Sebab, di tengah situasi serba minim yang hadapi, baik karena lambannya gerak Pemerintah dalam proses penanganan Corona, termasuk kelangkaan alat medis bahkan untuk petugas medis sendiri, Anggota DPR beserta keluarga justru ingin diistimewakan.

"Pengistimewaan ini menambah luka warga masyarakat kita," sebut Lucius.

Anggota GIAD lainnya, Lucius Karus mengatakan, apa yang dilakukan anggota Dewan seperti di luar akal sehat. Karena berbagai elemen masyarakat tengah membangun semangat solidaritas untuk mengatasi pandemi Corona.

"Entah bagaimana cara berpikir anggota DPR tiba-tiba mendapatkan fasilitas rapid test disaat banyak kebutuhan mendasar baik untuk petugas medis maupun masyarakat umum belum terpenuhi," jelas Lucius

Ia menyebut, rapid test sebaiknya diprioritaskan bagi yang memang terindikasi mempunyai gejala terpapar Corona.

Bukan saja karena hal ini bisa menghemat keuangan negara atau dimanfaatkan untuk kebutuhan yang lebih mendesak, juga karena secara umum, rapid test di Indonesia hanya ditujukan bagi mereka yang memiliki gejala awal Covid-19.

"Maka, rapid test untuk seluruh anggota DPR beserta keluarganya merupakan langkah yang berlebihan dan menambah beban luka masyarakat," imbuh dia.

Suasana Rapat Paripurna ke-11 DPR masa persidangan II 2019–2020 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (27/02/2020). Foto Antara/M. Risyal Hidayat

Lucius juga meminta DPR untuk konsisten mengikuti himbauan Pemerintah untuk menerapkan social distancing dalam menjalankan tugas demi mencegah terus meluasnya wabah Corona.

Penerapan social distancing bisa dilakukan dengan mengerjakan tugas dan fungsi parlemen dari rumah masing-masing. Reses bukan liburan di dapil.

"Karena itu reses bertentangan dengan semangat social distancing karena anggota diminta untuk bertemu dan berkumpul dengan konstituen di Dapil sambil menyerap aspirasi," tutup Lucius.

Seperti diketahui, terhitung sampai tanggal 23 Maret 2020, jumlah orang yang terinveksi virus Covid-19 di Indonesia mencapai 579 kasus.

Baca Juga

Jokowi Diingatkan Alokasikan Anggaran COVID-19 untuk Ojol dan Pekerja Serabutan

49 diantaranya meninggal dunia, termasuk didalamnya 6 orang dokter yang terlibat secara langsung menangani pasien positif Corona. Di tengah kabar duka itu, anggota DPR beserta keluarganya dikhabarkan akan menjalani rapid test virus Corona dalam waktu dekat ini.

Total pesertanya diperkirakan mencapai 2000-an orang. Jumlah ini tak bisa dibilang sedikit. Belum lagi, hampir semua yang masuk dalam rombongan anggota DPR ini tidak sedang mengalami gejala terjangkit Virus Corona. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
 DPR Sarankan Pemerintah Prioritaskan Kasus Jiwasraya Ketimbang Asabri
Indonesia
DPR Sarankan Pemerintah Prioritaskan Kasus Jiwasraya Ketimbang Asabri

Menurut Dasco, kasus Asabri ini baru terlihat besar kerugiannya. Kementerian pertahanan pun, menurut ia sudah melakukan pembenahan terkait direksinya.

Terkendala Impor Baja Tiongkok, Pembangunan Stadion Persija Bakal Tertunda
Indonesia
Terkendala Impor Baja Tiongkok, Pembangunan Stadion Persija Bakal Tertunda

Kebutuhan baja untuk proyek stadion Klub Persija ini cukup besar, mencapai 25 persen dari total biaya.

Indonesia Jadi Negara Tertinggi Penderita Corona di Asia Tenggara, DPR 'Semprot' Pemerintah
Indonesia
DPR Bakal Cecar Dirut PLN soal Kenaikan Tarif Listrik
Indonesia
DPR Bakal Cecar Dirut PLN soal Kenaikan Tarif Listrik

Ratna mengakui, bahwa sebenarnya keluhan terkait kenaikan tagihan listrik ini telah bergulir sejak bulan April.

Kasus COVID-19 di DKI Terus Merosot, Keterisian Kamar Pasien OTG Hanya 21 Persen
Indonesia
Kasus COVID-19 di DKI Terus Merosot, Keterisian Kamar Pasien OTG Hanya 21 Persen

Artinya sekarang ini ketersediaan kamar isolasi pasien tanpa gejala di hotel ibu kota masih sekitar 79 persen

Survei Indo Barometer: TNI Paling Dipercaya Publik, KPK Mental dari 3 Besar
Indonesia
Survei Indo Barometer: TNI Paling Dipercaya Publik, KPK Mental dari 3 Besar

Biasanya KPK selalu masuk tiga besar bersama TNI dan Presiden

Disifenksi Ala 'Fogging' Bikin Iritasi Kulit Sampai Ganggu Pernapasan
Indonesia
Disifenksi Ala 'Fogging' Bikin Iritasi Kulit Sampai Ganggu Pernapasan

Penggunaan cairan disinfektan dilakukan spesifik

NasDem Ingatkan Anies Berbagi 'Panggung' Atasi Corona dengan Wagub Baru
Indonesia
NasDem Ingatkan Anies Berbagi 'Panggung' Atasi Corona dengan Wagub Baru

Dia menilai, pembagian tugas semacam ini akan mengoptimalkan kinerja Pemprov DKI.

ITK Sunter Hasilkan 30 Juta Watt Listrik
Indonesia
ITK Sunter Hasilkan 30 Juta Watt Listrik

Ia pun menambahkan, sudah ada kesepakatan mengenai keuntungan yang didapat dari jualan listrik yang berasal dari sampah.

Periksa Dugaan Pelanggaran Etik Firli, Kredibilitas Dewas KPK Dipertaruhkan
Indonesia
Periksa Dugaan Pelanggaran Etik Firli, Kredibilitas Dewas KPK Dipertaruhkan

Sidang etik terhadap Fili bisa menjadi momentum Dewas KPK menunjukkan kinerja.