Minta Aparat Jangan Salah Tangkap Anggota KKB, DPD: Wajah Mereka Mirip Anggota DPD RI Provinsi Papua, Carles Simaremare (MP/Ponco)

Merahputih.com - Anggota DPD RI Provinsi Papua, Carles Simaremare berharap kepada penembakan terhadap para pekerja jalan dan jembatan Trans Papua untuk menyerahkan diri kepada pihak berwajib. Namun jangan sampai ketika menyerahkan diri diperlakukan semena-mena.

“Intinya tetap menghargai yang menyerahkan diri. Kenapa menyerahkan diri? Agar menghindari warga sipil yang menjadi korban. Karena aparat yang disana biasanya tidak bisa membedakan yang mana pelakuknya. Lantaran, wajah-wajahnya mereka mirip jadi sulit membedakan,” ujar Carles di Ruang Kerjanya di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (6/12).

Dirinya juga menghimbau agar TNI, Polri, dan Pemerintah jangan sampai kasus ini diinternasionalisasikan. Maka pemerintah harus berhati-hati sebab kasus ini bisa saja menjadi harapan mereka agar ter-publish keseluruh dunia.

“Kasus ini bisa saja menjadi harapan mereka agar jadi perhatian dunia. Jadi harus hati-hati jangan sampai seperti dulu lagi yaitu pembumihangusan,” tutur Carles.

Carles sendiri menyesalkan kejadian tersebut. Apalagi, pembantaia terjadi pada Bulan Desember. Menurutnya, bulan Desember merupakan bulan yang penuh damai, ampun, rahmat dari Tuhan.

Operasi gabungan polri dan TNI di Papua
Ilustrasi. (Humas Polda Papua)

Tak hanya itu, bulan Desember hingga akhir tahun merupakan bulan yang sangat sakral dimana ada penyelenggaran natal. Sehingga di bulan Desember ini tidak pantas ada keributan dan pembunuhan yang korbannya begitu banyak.

“Alasan dari peristiwa itu saya tidak tahu persis penyebabnya. Intinya kita tidak membenarkan kejadian itu, korban hanya warga biasa yang sedang membangun Papua,” kata Carles.

Padahal, lanjutnya, pembangunan itu bisa dinikmati oleh generasi-generasi masyarakat Papua yang akan menikmatinya. Para pekerja yang menjadi korban itu memiliki keluarga. “Kita juga berharap kepada TNI dan Polri untuk mengejar para pelaku. Namun jangan sampai pengejaran ini salah tangkap atau salah sasaran,” ucap Carles.

Seperti diketahui, telah terjadi penembakan yang dilakukan oleh kelompok bersenjata terhadap para pekerja proyek PT Istaka Karya pada 2 Desember 2018 sekitar pukul 15.30 WIT. Penembakan tersebut terjadi di Kali Yigi dan Kali Aura Distrik Yigi Kabupaten Nduga, Papua. (Pon)

Kredit : ponco


Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH