Minimnya Informasi Rumah Sakit Kosong Jadi Tantangan Kota Bandung Sosialisasi Sistem Informasi dan Manajemen Rumah Sakit Kota Bandung di Jalan Cikutra Baru Raya, Bandung. (Foto: MP/Humas Pemkot Bandung)

MerahPutih.com - Salah satu tantangan berat yang dihadapi Pemkot Bandung ketika meledaknya kasus COVID-19 adalah minimnya informasi terkait rumah sakit kosong. Hal ini berdampak pada keterlambatan pelayanan pada pasien COVID-19 dan menimbulkan kasus kematian.

"Kemarin kita tidak mengetahui RS yang kosong dan masyarakat tidak mengetahui harus datang ke mana," tutur Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung Ahyani Raksanagara, saat membuka Sosialisasi Sistem Informasi dan Manajemen Rumah Sakit Kota Bandung di Jalan Cikutra Baru Raya, Rabu (1/9).

Untuk menjawab kebutuhan informasi tentang rumah sakit, Pemkot Bandung bekerja sama dengan PT Jasamedika Sarana akan mengembangkan sebuah aplikasi perangkat lunak (sofware application) yang mampu menampung semua informasi dari seluruh rumah sakit (RS) di Kota Bandung.

Baca Juga:

Stok Plasma Konvalesen di PMI Kota Bandung Kini Tersedia, meski Terbatas

Hadirnya sistem yang nantinya terintegrasi dengan 37 rumah sakit, 80 puskesmas, dan klinik utama di Kota Bandung, diharapkan mampu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan mengurangi fatalitas.

"Diharapkan nanti ada terintegrasi antara seluruh RS untuk data-data tertentu yang dibutuhkan, baik oleh pemkot sebagai dasar kebijakan dan juga bagi masyarakat," tutur Ahyani.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung Ema Sumarna mengatakan, nantinya aplikasi tersebut dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat. Hanya dalam satu genggaman, semua informasi pelayanan kesehatan tersedia dalam satu aplikasi.

Pengecekan vaksinasi COVID-19 sebagai syarat masuk mal di Bandung. (Foto: MP/Humas Pemkot Bandung)
Pengecekan vaksinasi COVID-19 sebagai syarat masuk mal di Bandung. (Foto: MP/Humas Pemkot Bandung)

Misalnya, seperti data ketersediaan jumlah kamar tidur yang kosong, ruangan ICU, oksigen, dan lain sebagainya.

"Jadi begitu ada masyarakat yang terkena persoalan kesehatan mereka akan tahu harus ke mana, itu kepentingan ideal," tutur Ema Sumarna.

Sehingga nantinya, terang Ema, masyarakat bisa mengetahui situasi dan kondisi di RS. Harapannya, tak ada lagi masyarakat yang kesulitan mencari RS yang kosong.

"Saya ingin masyarakat itu nanti segala sesuatunya lebih mudah, semua informasi itu hanya dalam satu genggaman," tuturnya.

"Insyaallah Oktober bisa mulai diakses oleh masyarakat, tinggal nanti publikasinya," imbuhnya.

Baca Juga:

Laju Penularan COVID-19 di Bandung Terus Menurun

Di samping itu, Ema mengingatkan, hadirnya aplikasi ini merupakan bagian dari komitmen yang kuat. Bahwa dalam menangani masalah apa pun terutama kesehatan, perlu adanya dorongan dan komitmen yang kuat dari siapa pun.

"Tanpa komitmen, pergerakan mencapai tujuan organisasi itu tak akan tercapai. Untuk itu mari kita berkomitmen," serunya. (Imanha/Jawa Barat)

Baca Juga:

Kasus COVID-19 Kota Bandung Bertambah 43 Orang

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Wakil Ketua MPR Minta Hakim Konstitusi Kabulkan Judicial Review PT 0 Persen
Indonesia
Wakil Ketua MPR Minta Hakim Konstitusi Kabulkan Judicial Review PT 0 Persen

HNW meminta hakim menerima permohonan untuk koreksi PT 20 persen menjadi 0 persen itu dapat dikabulkan. Hal ini agar Pilpres 2024 kelak lebih memenuhi asas konstitusi dengan kedaulatan Rakyatnya.

PPKM Jakarta Level 1, Penumpang Bus AKAP Mulai Meningkat
Indonesia
PPKM Jakarta Level 1, Penumpang Bus AKAP Mulai Meningkat

Saat DKI Jakarta berstatus PPKM level dua, jumlah keberangkatan penumpang paling banyak hanya 10 orang per hari. Bahkan, pada 1 November hanya ada empat penumpang per hari.

[Hoaks atau Fakta]: Raja Arab dan Mahkamah Internasional Turun Tangan Bebaskan Rizieq
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: Raja Arab dan Mahkamah Internasional Turun Tangan Bebaskan Rizieq

Video dengan klaim judul dan narasi thumbnail tidak sesuai. Video yang diunggah Gajah Mada TV merupakan video suntingan dan pembacaan artikel berita.

Kata KPU Soal NIK Jokowi Muncul ke Publik
Indonesia
Kata KPU Soal NIK Jokowi Muncul ke Publik

KPU menjelaskan terkait situs resmi mereka yang melampirkan unggahan nomor induk kependudukan secara publik yaitu Joko Widodo dan Prabowo Subianto.

Pemkot Bandung Usulkan 400 Ribu Lebih Pelaku Usaha untuk Dapat Banpres UMKM
Indonesia
Pemkot Bandung Usulkan 400 Ribu Lebih Pelaku Usaha untuk Dapat Banpres UMKM

Pemkot Bandung tahun ini mengusulkan lebih banyak penerima Bantuan Presiden Produktif Usaha Mikro atau BPUM dari Kementerian Koperasi dan UKM.

Jakarta Diperkirakan Tanpa Hujan Sepanjang Hari Ini
Indonesia
Jakarta Diperkirakan Tanpa Hujan Sepanjang Hari Ini

Kota Bekasi dan Kota Depok diprediksi akan cerah berawan pada pagi hari dan berawan di sisa harinya

Hari Pahlawan Jangan Hanya Seremonial Belaka
Indonesia
Hari Pahlawan Jangan Hanya Seremonial Belaka

Memperingati Hari Pahlawan mesti sebagai ikhtiar untuk menyerap nilai perjuangan dari para pahlawan Indonesia.

Kisah Pilu Guru Honorer Lansia Ikuti Tes PPPK
Indonesia
Kisah Pilu Guru Honorer Lansia Ikuti Tes PPPK

Salah satu peserta seleksi PPPK @inessuchiha mengaku, teriris hatinya melihat sejumlah orang yang sudah rentan harus mengikuti tes PPPK.

Pemerintah Rencanakan Vaksinasi Booster, DPR Beri Saran
Indonesia
Pemerintah Rencanakan Vaksinasi Booster, DPR Beri Saran

Meli menilai perlu manajemen vaksinasi yang baik dan sehat yang diterapkan dalam pelaksanaan vaksinasi baik vaksinasi dosis pertama, kedua maupun vaksinasi booster

Predator Seksual Ditangkap di Kepri, Korbannya 10 Anak
Indonesia
Predator Seksual Ditangkap di Kepri, Korbannya 10 Anak

Jajaran Polres Tanjungpinang di Kepulauan Riau (kepri) menangkap seorang pelaku predator seksual terhadap 10 orang anak. para korban terdiri pria dan perempuan.